Kisah Monyet, Angin dan Negeri 4 Musim

Dari Ibnu ‘Abbas, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Manfaatkan lima perkara sebelum lima perkara : Waktu mudamu sebelum datang waktu tuamu, Waktu sehatmu sebelum datang waktu sakitmu, Masa kayamu sebelum datang masa kefakiranmu, Masa luangmu sebelum datang masa sibukmu, Hidupmu sebelum datang kematianmu.” (HR. Al Hakim)

Alkisah, di sebuah hutan, tampak seekor monyet sedang bergelantungan di pepohonan. Tak jauh dari sana, ada sekelompok angin yang sedang bertiup. Ada angin topan, angin puting beliung, serta ada angin badai. Ketiga jenis angin itu sedang berdebat tentang siapa yang paling hebat di antara mereka.

Makin lama, adu mulut ketiga angin itu makin seru. Maka, karena tak ada yang mengalah, mereka pun sepakat untuk saling adu kekuatan. Mereka lalu melihat sekelilingnya. Dan tampaklah di dekat mereka, monyet yang sedang asyik bergelantungan itu. Ketiga angin pun sepakat adu kuat dengan berusaha menjatuhkan monyet dari pohon. Baca lebih lanjut

Iklan

Mari Menghitung Harga Kehidupan

Oleh: Yoga Permana Wijaya

Jika kita mengamati tanah yang kita jejaki di sekitar kita, lautan yang terhampar luas, beraneka ragam kehidupan, dan langit yang indah dan megah. Kita akan menyadari bahwa alam semesta ini memiliki hukum-hukum yang mengaturnya, sehingga terciptalah keseimbangan dijagad raya yang luar biasa. Puncak keseimbangan itu telah membuat kita berada didunia. Kehidupan ini muncul dari perhitungan rumit sesuatu yang kompleks dan menakjubkan. Bayangkan saja peluang untuk terbentuknya alam semesta yang membentuk kehidupan ini menurut Penrose, seorang ahli probabilitas adalah 1:10^10^123 (10 pangkat 10 dipangkatkan kembali 123), sebuah angka peluang yang kecil sekali dan sangat sulit dijabarkan, bahkan melampaui 10^50 (probabilitas nol/mustahil terjadi karena kebetulan).

Kehidupan ini adalah sebuah proses. Butuh waktu yang lama untuk menciptakan sebuah kehidupan. Misalnya saja, butuh proses yang panjang selama 9 bulan untuk menunggu kita dapat terlahir ke dunia. Butuh kerja keras dan pengorbanan orang tua sehingga kita dapat muncul dan hidup didunia ini. Hidup ini adalah sebuah keajaiban yang patut kita syukuri. Hasil dari perjuangan kita dari sebuah titik sperma yang berkompetisi mengalahkan ratusanribu sperma lainnya menuju sel telur, dan pengorbanan bertriliun-triliun kehidupan sebelumnya – perjuangan orang tua kita, nenek kakek kita, kakek buyut kita dan seterusnya sampai satu titik awal yang mengawali semuanya, Allah sang pencipta…

  Baca lebih lanjut