Kisah Monyet, Angin dan Negeri 4 Musim

Dari Ibnu ‘Abbas, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Manfaatkan lima perkara sebelum lima perkara : Waktu mudamu sebelum datang waktu tuamu, Waktu sehatmu sebelum datang waktu sakitmu, Masa kayamu sebelum datang masa kefakiranmu, Masa luangmu sebelum datang masa sibukmu, Hidupmu sebelum datang kematianmu.” (HR. Al Hakim)

Alkisah, di sebuah hutan, tampak seekor monyet sedang bergelantungan di pepohonan. Tak jauh dari sana, ada sekelompok angin yang sedang bertiup. Ada angin topan, angin puting beliung, serta ada angin badai. Ketiga jenis angin itu sedang berdebat tentang siapa yang paling hebat di antara mereka.

Makin lama, adu mulut ketiga angin itu makin seru. Maka, karena tak ada yang mengalah, mereka pun sepakat untuk saling adu kekuatan. Mereka lalu melihat sekelilingnya. Dan tampaklah di dekat mereka, monyet yang sedang asyik bergelantungan itu. Ketiga angin pun sepakat adu kuat dengan berusaha menjatuhkan monyet dari pohon. Baca lebih lanjut

Hidupku, Adalah Hidup Yang Paling Indah

bahagia-itu-sederhana

Seorang petani dan istrinya bergandengan tangan menyusuri jalan sepulang dari sawah sambil diguyur air hujan.

Lewatlah sebuah motor di depan mereka. Berkatalah petani ini pada istrinya: “Lihatlah Bu, betapa bahagianya suami istri yang naik motor itu, meskipun mereka juga kehujanan, tapi mereka bisa cepat sampai di rumah. Tidak seperti kita yang harus lelah berjalan untuk sampai ke rumah.”

Sementara itu, pengendara sepeda motor dan istrinya yang sedang berboncengan di bawah derasnya air hujan, melihat sebuah mobil pick up lewat di depan mereka. Baca lebih lanjut

Sahabat Terbaik yang Melupakan Sahabatnya

Cerpen Yoga Permana Wijaya

 “Untuk dunia engkau mungkin hanya seseorang. Tapi bagi seseorang engkau bisa saja dunianya” ~ Dr. Suess

2eat389Oh Anda bertanya mengenai sahabat terbaik? Ya aku saat ini memiliki banyak sahabat. Bahkan wanita yang menjadi pujaan hatiku pun adalah sahabat baik. Tapi yang terbaik? Anda pasti terhenyak mendengar kisahku. Sahabat terbaikku justru sudah melupakan aku. Ya, Anda tak salah dengar. Dia sudah melupakan aku. Tetapi sebagai sahabat terbaik tentu aku tak kan pernah melupakannya. Baiklah, kuceritakan kalau Kau sudah tak sabar mendengar kisahku.

Saat itu aku masih berumur 15 tahun. Di tengah kota yang hiruk pikuk, aku berbeda. Karena anak seusiaku biasanya hanya main-main saja. Pacaran, nongkrong, main gitar, main dingdong dan yah.. permainan seperti itu. Aku berbeda karena tempat permainanku adalah sebuah musola yang sepi pengunjung. Musola itu berada di tengah tempat tinggal kami. Banyak pemuda di kompleks perumahan, tapi yang mengisi musola hanyalah para orang tua. Akhirnya aku lebih senang bergaul dengan orang tua. Banyak yang mengejek aku kolot. Tapi tak apalah, daripada mereka yang kekanak-kanakan. Baca lebih lanjut

Memaknai Kehidupan Dengan Ilmu Fisika Mekanika

Dan Dia telah menundukkan untukmu apa yang di langit dan apa yang di bumi semuanya, (sebagai rahmat) daripada-Nya. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda (kekuasaan Allah) bagi kaum yang berfikir. (QS Al-Jaatsiyah 45:13)

Banyak dari kalangan siswa yang sangat tidak senang ketika mendengar mata pelajaran fisika, hal itu disebabkan karena beberapa alasan diantaranya sangat abstraknya pelajaran fisika. Banyak dari kita menganggap bahwa fisika hanyalah konsep abstrak dan tidak relevan ketika kita mengkaitkannya dengan kehidupan sehari-hari. Kita juga sering dihadapkan dengan banyaknya buku-buku pelajaran fisika yang hanya menjelaskan fungsi-fungsi matematikanya saja tanpa ada penjelasan fungsi fisik atau kebermaknaan fisika dalam kehidupan kita sehari-hari.

Mendengar kata Fisika, tentu dalam pikiran kita terbayang rumus-rumus dan angka-angka yang sangat rumit, tidak enak untuk dilihat apalagi untuk dikerjakan dengan penuh semangat. Memang jika dilihat dari sudut pandang Mata Pelajaran, bisa dibilang Fisika merupakan suatu hal yang sangat membosankan. Namun, jika kita mengubah sudut pandang kita, ternyata Fisika juga menyimpan sesuatu yang menarik untuk dibahas dan dibicarakan.

Sangat menarik jika kita memperhatikan hukum-hukum fisika dan hukum-hukum tentang alam karena ternyata ada kesamaan prinsip antara hukum-hukum fisika dan prinsip-prinsip dalam kehidupan rohani terutama Islam. Ini menyatakan bahwa pencipta alam rohani dan pencipta alam fisik adalah sama. Hukum-hukum fisika ternyata merupakan pernyataan dari prinsip-prinsip rohani dalam kehidupan orang yang mempercayai keberadaan sang Pencipta.

Mekanika adalah cabang dari fisika, yakni ilmu pengetahuan yang mempelajari gerakan suatu benda serta efek gaya dalam gerakan itu. Ada banyak hal dari hukum dan rumus-rumus tersebut yang dapat kita petik maknanya untuk diaplikasikan sekaligus dijadikan pedoman hidup yang beberapa diantaranya akan dijabarkan dalam artikel ini.

Baca lebih lanjut

Mari Menghitung Harga Kehidupan

Oleh: Yoga Permana Wijaya

Jika kita mengamati tanah yang kita jejaki di sekitar kita, lautan yang terhampar luas, beraneka ragam kehidupan, dan langit yang indah dan megah. Kita akan menyadari bahwa alam semesta ini memiliki hukum-hukum yang mengaturnya, sehingga terciptalah keseimbangan dijagad raya yang luar biasa. Puncak keseimbangan itu telah membuat kita berada didunia. Kehidupan ini muncul dari perhitungan rumit sesuatu yang kompleks dan menakjubkan. Bayangkan saja peluang untuk terbentuknya alam semesta yang membentuk kehidupan ini menurut Penrose, seorang ahli probabilitas adalah 1:10^10^123 (10 pangkat 10 dipangkatkan kembali 123), sebuah angka peluang yang kecil sekali dan sangat sulit dijabarkan, bahkan melampaui 10^50 (probabilitas nol/mustahil terjadi karena kebetulan).

Kehidupan ini adalah sebuah proses. Butuh waktu yang lama untuk menciptakan sebuah kehidupan. Misalnya saja, butuh proses yang panjang selama 9 bulan untuk menunggu kita dapat terlahir ke dunia. Butuh kerja keras dan pengorbanan orang tua sehingga kita dapat muncul dan hidup didunia ini. Hidup ini adalah sebuah keajaiban yang patut kita syukuri. Hasil dari perjuangan kita dari sebuah titik sperma yang berkompetisi mengalahkan ratusanribu sperma lainnya menuju sel telur, dan pengorbanan bertriliun-triliun kehidupan sebelumnya – perjuangan orang tua kita, nenek kakek kita, kakek buyut kita dan seterusnya sampai satu titik awal yang mengawali semuanya, Allah sang pencipta…

  Baca lebih lanjut

Alam Semesta Berada Di Dalam Jiwa Manusia

Perkembangan ilmu pengetahuan akhirnya mampu menguak tentang cara kerja otak manusia yang luar biasa. Dari kemajuan itu akhirnya kita dapat menyadari, bahwa manusia sesungguhnya tidak pernah mengetahui realita yang sebenarnya tentang alam semesta, hal itu karena segala apa yang ada di dunia ini hanya berupa persepsi otak manusia dalam bentuk sinyal-sinyal listrik.

Tiap-tiap organ penginderaan pada dasarnya memiliki fungsi yang sama yakni menerjemahkan suatu jenis rangsangan tertentu menjadi sinyal-sinyal listrik. Sinyal-sinyal listrik itu memasuki otak sebagai suatu untaian sinyal listrik yang ditimbulkan oleh penembakan urat-urat syaraf akibat rangsangan itu. Apa yang membuat salah satu untaian menjadi gambar dan untaian lainnya menjadi bau dan sebagainya tergantung dari syaraf-syaraf mana yang dirangsang. Ini berarti segala yang kita lihat, dengar, sentuh, kecap, rasa dsb hanyalah prsepsi mengenai apa yang terjadi didalam otak kita. Realita dan fakta yang sesungguhnya mengenai lingkungan sekitar kita, dunia, dan alam semesta yang kita lihat, yang kita dengar, yang kita kecap, yang kita sentuh, yang kita rasa, dsb  tidak pernah kita jangkau. Yang terjangkau hanyalah persepsi didalam otak masing-masing manusia. Semua itu hanyalah imajinasi yang terjadi didalam diri manusia masing-masing.

Baca lebih lanjut

Karena Hidup Adalah Soal Cita Rasa

Dalam menilai, segala sesuatunya butuh cita rasa, dan cita rasa tiap manusia adalah berbeda. Saya pribadi menilai bahwa apa yang dilakukan saat ini adalah merupakan rasa tersendiri yang mungkin tak akan pernah kita nikmati kembali untuk yang kedua kali. Yang sudah berlalu biarlah berlalu. Hidup ini adalah saat ini.

Maka dari itu saya harus berhenti untuk menunda suatu hal yang bisa saya lakukan saat ini, berhenti pula menyesali masa lalu yang telah terlewati. Yang terpenting adalah melewati saat ini dengan niat dan perbuatan yang sungguh-sungguh untuk melakukan apa yang menjadi hal terbaik. Apabila kegagalan dan kesedihan melanda diri saya saat ini, maka hal tersebut bukan berarti hidup berada didalam kegagalan dan kesedihan, sebab “apa yang terlihat saat ini bukanlah apa yang sebenarnya terjadi”.

Baca lebih lanjut

Nama Baru Saya Adalah Yoga Permana Wijaya, S.Pd

Lulus Sidang

Berjingkrak bersama teman-teman seperjuangan, Saya yang paling kiri.

Terimakasih dan doa saya ucapkan pertama kali untuk kedua orang tua yang memberikan banyak sokongan sehingga saya mampu merasakan indahnya merasakan perkuliahan di Universitas yang cukup bergengsi. Puji syukur, akhirnya saya lulus. Ya, saya lulus pada tanggal 27 Januari 2011 dengan predikat “sangat memuaskan”…

“Sangat memuaskan” itu bukan sekedar kata-kata diatas kertas, walaupun angka-angka nilai menunjukan hasil yang masih kurang begitu bagus, tapi ya.. saya sangat puas. Karena memang itulah sepertinya yang terbaik bagi saya.

Baca lebih lanjut

Jawaban Paradoks Sifat Maha Mengetahui Tuhan

Tulisan yang saya utarakan adalah menjawab paradoks yang muncul dari sifat maha mengetahui Tuhan. Jika Anda punya jawaban yang lebih baik, silahkan utarakan.

Tulisan ini adalah sebagai pembuktian logika bahwa Tuhan itu ada. Harap jangan menafsirkan dan membacanya setengah2.  Karena merupakan penjabaran dari jawaban logika yg menampik ketiadaan Tuhan. Saya hanya ingin berbagi, mohon maaf apabila menimbulkan prasangka bagi Anda, semoga bermanfaat.

Pengantar

Suatu ketika seorang guru agama menjelaskan tentang sifat kemaha tahuan Allah. Disela pelajaran tersebut seorang murid bertanya.

“Mengapa kita harus masuk neraka padahal Allah sudah mengetahui dosa-dosa kita sebelum kita di ciptakan…?, dan bukankah Allah juga sudah mengetahui seseorang akan masuk neraka atau surga..?  lalu mengapa kita harus dihukum..?

Guru agama itu menjawab.

“Kita masuk neraka karena dosa-dosa yang kita perbuat”,

lalu guru agama itu bercerita tentang masalah takdir bahwasannya ada takdir yang bisa diubah, murid tadi pun kembali bertanya.

“Apakah Allah mengetahui takdir yang akan diubah manusia..?”

Guru sang murid menjawab

“Iya karena Allah maha mengetahui segala sesuatu.”

“Kalau begitu tidak ada takdir yang dapat diubah karena Allah sudah mengetahuinya, berarti Allah juga yang menetapkan manusia masuk neraka atau surga karena Allah mengetahui sebelum manusia diciptakan, lalu mengapa manusia dihukum atas semua yang ditetapkan Allah, apakah ini adil bagi manusia..?”

Guru itu terdiam sambil mengerenyitkan dahinya, murid tersebut bertanya kembali.

“Mengapa Allah menguji manusia? bukankah Allah itu maha tahu, dia sudah tahu apa yang belum terjadi dan sudah terjadi. Semuanya. Bukankah tanpa menguji Allah sudah tahu apa yang akan terjadi dengan manusia itu, sudah tahu bahwa manusia itu akan ingkar atau menyembahNya, sudah tahu bahwa manusia itu akan semakin buruk atau semakin baik”.

Guru itu menjawab, dengan membacakan surat Al Baqarah ayat 30

“Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada para Malaikat: ‘Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi.’ Mereka berkata: ‘Mengapa Engkau hendak menjadikan (khalifah) di bumi itu orang yang akan membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah, padahal kami senantiasa bertasbih dengan memuji Engkau dan mensucikan Engkau?’ Tuhan berfirman: ‘Sesungguhnya Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui.’

Maka biarkanlah hal itu menjadi rahasia Allah, sebab kita tidak boleh mempertanyakannya”,

murid tadi kembali menjawab.

“Rahasia yang telah diungkapkannya dalam kitab-kitab Nya untuk saling membenci, untuk saling membunuh dan memerangi yang dianggap kafir, padahal semuanya Allah yang menetapkan dan diketahui-Nya sebelum alam semesta diciptakan, apakah Allah suka akan pertumpahan darah manusia yang ditonton-Nya diatas singgasana kebesaran-Nya, apakah Allah suka menyiksa manusia di dalam neraka, apakah ini adil untuk kita..?”.

Dengan Nama Allah Yang Maha Pengasih dan Penyayang

Pertanyaan utama dari hal ini adalah:

A. Apakah Tuhan Maha Mengetahui Segala Sesuatu ?

B. Mengapa Tuhan Menguji Manusia?

Baca lebih lanjut

For You

Sebuah Kisah Tentang Cinta

kupersembahkan untukmu sebagai permulaan kenangan indah kita berdua.

ketahuilah…
saat aku sendiri
dan hati merasa sepi

ada sinar ketika perasaan ini tertuju.

kehangatan

kedamaian

keindahan

bersamamu…

meskipun kau jauh
meskipun aku merasa sakit
meskipun perasaanku menangis

namun cinta,
hati dan kasih sayang
takkan mudah begitu saja hilang

karena aku
telah jatuh cinta kepadamu semenjak pertama kali melihatmu.

walau mencintaimu membuatku sakit,
namun selalu ada keindahan
saat aku mencintaimu setulus hati,

selalu ada keindahan…

karena aku yakin dalam setiap cinta pasti ada keindahan.

selama cinta kepada Tuhan ada
selama itu pula Tuhan memberikan cinta yang tak pernah terkira

aku cinta kamu…
sungguh…

mencintai adalah kodrat manusia
dicintai adalah sebuah keindahan bagi manusia
saling mencintai adalah kodrat terindah bagi manusia

semoga kasih sayang akan abadi bersama.