Menyederhanakan Sesuatu, Meminimalisir Input Memaksimalkan Output

Sesungguhnya hidup sederhana termasuk cabang dari iman. (Ash-Shahîhah, 341)

Ada seorang lelaki tua tiba di sebuah desa setelah melalui perjalanan panjang yang melelahkan. Seorang arif dan kaya raya mempersilahkan lelaki tersebut mampir sejenak ke rumahnya. Kemudian pria kaya tersebut menghidangkan beraneka macam minuman dan masakan.

Lelaki tua itu hanya memandangi semua makan lezat dan minuman yang terhidang. Dengan santun ia bertanya, “Bolehkah saya meminta secangkir kopi?” Sebuah permintaan yang sangat sederhana.

“Hanya itu?” Kata sang pemilik rumah kembali bertanya.

“Ya Tuan, hanya itu,” jawab lelaki tua tersebut.

Kemudian lelaki itu pun langsung meminum segelas kopi yang telah dihidangkan. Nampak ia betul-betul menikmati setiap teguk kopi yang ia minum sampai habis. Melihat pemandangan tersebut membuat sang pemilik rumah menawarkan secangkir kopi lagi. Tetapi lelaki tersebut menolak dengan bahasa yang sangat santun.

“Kenapa?” Tanya sang pemilik rumah keheranan.

“Karena saya tidak ingin kenikmatan dari secangkir kopi yang sebelumnya akan berkurang,” jawab lelaki tersebut sambil tersenyum. Baca lebih lanjut

Iklan

Mengenal Diri Sendiri, Menuju Pencarian Sesuatu Yang Paling Berarti Sesungguhnya

Dalam hidup ini, manusia selalu mencari dan mendambakan sesuatu yang berarti dalam hidupnya. Memiliki sesuatu yang berarti, untuk membuat hidupnya terpandang dan terhormat, bangga dan menaikan gengsinya sebagai makhluk sosial, sehingga memuaskan hasratnya untuk merasakan bahagia.

Namun sayang sekali, kita sebagai manusia ternyata selalu ingin menjadikan hidupnya berarti dengan berusaha untuk mencari hal-hal yang bukan inti. Ada banyak diantara kita misalnya, yang sibuk mencari uang hingga menelantarkan keluarga. Atau sibuk mengumpulkan kekayaan dan merumitkan tetek bengek kehidupan, tanpa bisa menikmati bahwa kebahagiaan itu sebenarnya telah ada dan berasal dari hal-hal sederhana. Baca lebih lanjut

Menjadi Besar Karena Menjadi Diri Sendiri Yang Apa Adanya

“seperti sepatu yang kita pakai, tiap kaki memiliki ukurannya

memaksakan tapal kecil untuk telapak besar akan menyakiti

memaksakan sepatu besar untuk tapal kecil merepotkan

kaki-kaki yang nyaman dalam sepatunya akan berbaris rapi-rapi”

Puisi Karya Salim A. Fillah

Umar, jagoan yang biasa bergulat di Ukazh, tumbuh di tengah bani Makhzum nan keras dan bani Adi nan jantan. Sifat-sifat itu –keras, jantan, tegas, bertanggungjawab dan ringan tangan turun gelanggang – dibawa Umar, menjadi ciri khas kepemimpinannya.

Utsman, lelaki pemalu, anak tersayang kabilahnya, datang dari keluarga bani Umayyah yang kaya raya dan terbiasa hidup nyaman sentosa. Rasa malulah yang menjadi akhlaq cantiknya. Kehalusan budi perhiasannya. Kedermawanan yang jadi jiwanya. Baca lebih lanjut

Berpikir Besar, Jadilah Orang Besar!

“Aku sesuai prasangka hamba-Ku pada-Ku dan Aku bersamanya apabila ia memohon kepada-Ku.” (HR. Muslim)

think_big1Di sebuah desa kecil ada seorang anak yang sedang berjalan melintasi lokasi yang akan dibangun sebuah sekolah. Anak itu melihat ada 3 orang yang sedang bekerja disana.

“Pak, sedang mengerjakan apa?” Tanya anak itu kepada tukang pertama.

“Kamu bisa lihat sendiri, saya ini seorang tukang, saya sedang mengerjakan pekerjaan saya sebagai tukang bangunan” jawabnya.

Lalu anak itu menanyakan pertanyaan yang sama kepada tukang kedua, “Pak, sedang mengerjakan apa?”

“Saya sedang membantu sekolahan ini membuat gedung sekolah.” Jawab tukang kedua.

Lalu anak itu juga menanyakan pertanyaan yang sama kepada tukang ketiga, “Pak, sedang mengerjakan apa?”

Tukang ketiga menjawab, “Saya sedang membangun mimpi anak-anak di desa ini supaya mereka berani bermimpi lebih tinggi dan meraih cita-citanya, sehingga mereka membawa manfaat di masyarakat.”

Ketiga jawaban dari ketiga tukang itu berbeda, itulah yang disebut dengan visi… Kita mungkin melakukan hal yang sama persis dengan orang lain, tapi milikilah visi yang jauh didepan dan mampu menggetarkan jiwa bagi siapa saja yang mendengarnya. Baca lebih lanjut

Prinsip Dualitas Dalam Kehidupan Don’t Worry to Take the Risk Lets Action!

Prinsip Dualitas Dalam Kehidupan

Don’t Worry to Take the Risk, Lets Action!

Satu hal yang benar-benar milik Anda yang tidak bisa dikontrol oleh orang lain adalah sikap hidup Anda. Sehingga jika Anda bisa mengendalikannya, segala hal dalam hidup akan jadi lebih mudah.

Ada 2 buah bibit tanaman yang terhampar di sebuah ladang yang subur. Bibit yang pertama berkata, “Aku ingin tumbuh besar. Aku ingin menjejakkan akarku dalam-dalam di tanah ini, dan menjulangkan tunas-tunasku di atas kerasnya tanah ini. Aku ingin membentangkan semua tunasku, untuk menyampaikan salam musim semi. Aku ingin merasakan kehangatan matahari, dan kelembutan embun pagi di pucuk-pucuk daunku.”

Dan bibit itu tumbuh, makin menjulang.

Bibit yang kedua bergumam. “Aku takut. Jika kutanamkan akarku ke dalam tanah ini, aku tak tahu, apa yang akan kutemui di bawah sana. Bukankah disana sangat gelap? Dan jika kuteroboskan tunasku keatas, bukankah nanti keindahan tunas-tunasku akan hilang? Tunasku ini pasti akan terkoyak. Apa yang akan terjadi jika tunasku terbuka, dan siput-siput mencoba untuk memakannya? Dan pasti, jika aku tumbuh dan merekah, semua anak kecil akan berusaha untuk mencabutku dari tanah. Tidak, akan lebih baik jika aku menunggu sampai semuanya aman.”

Dan bibit itupun menunggu, dalam kesendirian.

Beberapa pekan kemudian, seekor ayam mengais tanah itu, menemukan bibit yang kedua tadi, dan mencaploknya segera.

Hidup adalah sebuah pilihan, setiap keadaan adalah sebuah pilihan. kita memilih bagaimana bereaksi terhadap semua keadaan. Kita memilih bagaimana orang-orang disekeliling terpengaruh oleh keadaan kita. Kita memilih untuk ada dalam keadaan yang baik atau buruk. Itu adalah pilihan bagaimana kita hidup. Tiap hari Anda dapat memilih apakah Anda akan menikmati hidup atau membencinya.

Hidup memang selalu memiliki dua sisi mata koin, segala hal selalu berpasang-pasangan. Ketika kita tiba pada sisi yang tampak buruk, itu bukanlah akhir. Karena kita masih memiliki pilihan untuk menanggapinya dari sudut yang positif atau negatif. Maka berpikirlah positif, rasakanlah dan pelajarilah apa yang berada di balik semua itu. Carilah pelajaran dan keuntungan dari semua keadaan yang tidak menguntungkan itu. Sudut pandang inilah yang mampu membuat kita dapat melewati semua krisis dan mengubahnya menjadi kesempatan didalam jalan kehidupan kita. Berpikir positif akan mengaktifkan gen-gen (informasi dasar didalam tubuh kita) untuk menciptakan keadaan yang baik bagi tubuh kita. Mengaktifkan sel-sel otak dan tubuh untuk menghasilkan hormon-hormon yang bermanfaat. Baca lebih lanjut

Karakter Anti Kritik Penghambat Peradaban

“Anda tidak berhak dipuji kalau tidak bisa menerima kritikan.” -Halle Berry, 2005

Suatu hari, Sang Ibu membersihkan mushola dengan mengepel teras mushola. Ia kembali mengingatkan beberapa orang yang tidur di teras, karena jelas ada larangan tidur di area mushola. Ini berjalan lancar, kemudian ada orang yang merokok tepat di lokasi larangan merokok. Dan ia pun langsung diingatkan oleh Ibu ini. Pergilah pria perokok tersebut. Namun, pria disamping saya di sisi lain (sebut saja mr X) berceletuk “ibu ini kayak yang punya aja, digaji enggak, tapi sok ngatur-ngatur. Dia tu orang gang sini juga mas (sembari menghadap saya)”.

Saya cukup kaget mendengar ia berkata demikian, padahal yang dilakukan sang Ibu ini semuanya benar menurut saya. Dan harusnya kita bangga dengan hadirnya ibu ini. Mushola bisa selalu bersih dan tanpa meminta imbalan apapun. Nah, tidak lama kemudian Pria Mr X ini makan di area mushola. Jelas saja sang ibu langsung melarangnya cuma tidak menyuruhnya pergi secara langsung.

Ibu : “Pak boleh makan tapi jangan sampai cemat cemot (berantakan)”

Mr X : “orang makan kok cematcemot” (sembari menghadap saya dan meneruskan makannya)

Beberapa waktu kemudian makanan Mr X ini tumpah dan mengotori bagian teras mushola. Mr X ini pun sempat panik dan ia membersikan sebisanya dan langsung pergi begitu saja. (mungkin dia malu).

Cerita di atas benar-benar terjadi dan menjadi gambaran, apakah demikian karakter orang-orang Indonesia?. Padahal, sang ibu tidak mengkritik terlalu jauh, hanya menyampaikan aturan yang sudah dituliskan jelas dan ditempel pada dinding mushola. Namun, yang diterima bukanlah feedback positif. Baca lebih lanjut

Percaya Diri, Menjadi Diri Sendiri Yang Seutuhnya

“Tidak ada orang yang paling menderita melebihi orang yang tumbuh tidak menjadi dirinya sendiri, tumbuh tidak menjadi jasadnya sendiri, tumbuh tidak juga menjadi gagasannya sendiri”.

Satu tanda keagungan Allah pada diri manusia adalah perbedaan pada diri manusia yang telah menciptakan manusia seindah mungkin dan sesempurna mungkin, bahkan pada diri manusia juga berbeda kemampuan atau potensinya guna meraih segala kesuksesannya kelak di hari esok.

Firman Allah: Dan perumpamaan-perumpamaan ini Kami buatkan untuk manusia; dan tiada yang memahaminya kecuali orang yang berilmu. (QS. Al ‘ankabut :43)

Berfikir dan terus menggali kemampuan diri sendiri amatlah baik dari pada menyatukan dan merubah diri sendiri dan mengikuti gaya hidup, sifat atau ahklak orang lain, karena mengikuti orang lain adalah akan membunuh jiwa karakter diri dan menimbun kemampuan atau potensi diri sendiri. Baca lebih lanjut

Menguak Tabir dan Hakekat Ujian

Oleh: Yoga Permana Wijaya, S.Pd

Tahukah Anda apa perbedaan arang dengan Intan?. Tentunya kita semua tahu, arang adalah benda padat berwarna hitam legam, digunakan untuk bahan bakar, lumayan mudah untuk dibuat dan didapat, juga bukan sesuatu yang sangat berharga apabila dibandingkan dengan intan. Dalam ilmu kimia dapat ditemukan fakta sebenarnya antara kedua benda tersebut, arang dan intan ternyata adalah sama-sama terbuat dari bahan yang identik, yakni sesuatu yang berasal dari unsur pembentuk yang sama, yaitu alotrof dari unsur karbon (Carbon = C).

Secara kimia yang membedakan intan dengan arang adalah struktur rantai atom penyusunnya, intan terbentuk sangat istimewa dengan terjejal dan berada dalam tekanan dan suhu yang sangat tinggi sampai ribuan derajat celcius dibawah perut bumi. Dengan kata lain cara pembentukan intan yang ekstrim membuatnya memiliki struktur yang rapat dan erat sehingga membuat intan tidak berwarna hitam seperti arang. Intan juga merupakan material terkeras di muka bumi. Hal tersebut dikarenakan atom-atom karbon pada intan terikat oleh ikatan kovalen yang tersusun rapi, kedudukan elektron di sekitar inti pada intan juga lebih mendekat ke inti sehingga tingkat energi orbital-orbital atom karbon tersebut menurun. Perubahan kedudukan orbital ini mengakibatkan panjang gelombang spektrum tampak berubah, maka warna spektrum yang kita lihat pada intan juga berbeda, tidak lagi hitam seperti arang, melainkan indah memancarkan cahaya. Baca lebih lanjut

Memaknai Kehidupan Dengan Ilmu Fisika Mekanika

Dan Dia telah menundukkan untukmu apa yang di langit dan apa yang di bumi semuanya, (sebagai rahmat) daripada-Nya. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda (kekuasaan Allah) bagi kaum yang berfikir. (QS Al-Jaatsiyah 45:13)

Banyak dari kalangan siswa yang sangat tidak senang ketika mendengar mata pelajaran fisika, hal itu disebabkan karena beberapa alasan diantaranya sangat abstraknya pelajaran fisika. Banyak dari kita menganggap bahwa fisika hanyalah konsep abstrak dan tidak relevan ketika kita mengkaitkannya dengan kehidupan sehari-hari. Kita juga sering dihadapkan dengan banyaknya buku-buku pelajaran fisika yang hanya menjelaskan fungsi-fungsi matematikanya saja tanpa ada penjelasan fungsi fisik atau kebermaknaan fisika dalam kehidupan kita sehari-hari.

Mendengar kata Fisika, tentu dalam pikiran kita terbayang rumus-rumus dan angka-angka yang sangat rumit, tidak enak untuk dilihat apalagi untuk dikerjakan dengan penuh semangat. Memang jika dilihat dari sudut pandang Mata Pelajaran, bisa dibilang Fisika merupakan suatu hal yang sangat membosankan. Namun, jika kita mengubah sudut pandang kita, ternyata Fisika juga menyimpan sesuatu yang menarik untuk dibahas dan dibicarakan.

Sangat menarik jika kita memperhatikan hukum-hukum fisika dan hukum-hukum tentang alam karena ternyata ada kesamaan prinsip antara hukum-hukum fisika dan prinsip-prinsip dalam kehidupan rohani terutama Islam. Ini menyatakan bahwa pencipta alam rohani dan pencipta alam fisik adalah sama. Hukum-hukum fisika ternyata merupakan pernyataan dari prinsip-prinsip rohani dalam kehidupan orang yang mempercayai keberadaan sang Pencipta.

Mekanika adalah cabang dari fisika, yakni ilmu pengetahuan yang mempelajari gerakan suatu benda serta efek gaya dalam gerakan itu. Ada banyak hal dari hukum dan rumus-rumus tersebut yang dapat kita petik maknanya untuk diaplikasikan sekaligus dijadikan pedoman hidup yang beberapa diantaranya akan dijabarkan dalam artikel ini.

Baca lebih lanjut

Sedia Payung Sebelum Hujan

Dalam beberapa pidato yang menggetarkan hati jutaan pendengarnya, Presiden Soekarno beberapa kali menyelipkan petikan ayat suci Al-Quran. Dalam sidang Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) awal 1960-an umpamanya, orator ulung itu mengutip penggalan surat Ar-Ra’d 13: 11… “Sesungguhnya Allah tidak mengubah keadaan suatu kaum sampai mereka mengubah keadaan yang ada pada mereka sendiri…”. Maksud Bung Karno kala itu menggemakan semangat bangsa Indonesia lewat forum internasional untuk mengubah keadaan (nasib) menjadi lebih baik di masa depan. Namun kini kenyataannya ?…

Musim penghujan tiba, seperti lazimnya, banjir akan melanda beberapa wilayah di Indonesia, misalnya ibu kota Jakarta. Selain banjir yang menjadi rutin dan seolah diterima sebagai ”takdir” itu, pemandangan yang juga lazim ditemui adalah pengguna sepeda motor yang ramai-ramai berteduh di bawah jembatan layang.

Terkadang para peneduh itu bahkan menutup ruas jalan sehingga menimbulkan kemacetan panjang. Hujan menjadi pembenar tindakan memblokade jalan. Sudah tahu motor tanpa atap, musim hujan pula, kenapa tidak menyiapkan jas hujan?. Seperti para pengendara sepeda motor, banyak pejalan kaki berteduh di emperan bangunan atau halte, menunggu hujan reda. ”Kebandelan” orang Indonesia itu agaknya sudah sejak lama sehingga orangtua kita dulu kerap mengingatkan agar sedia payung sebelum hujan.

Baca lebih lanjut