Memaknai Kehidupan Melalui Hukum Newton

2931358_orig

godfreykneller-isaacnewton-1689Newton adalah nama panggilan seorang ilmuwan yang terkenal, sir Isaac Newton (1642-1726). Beliau sebagai salah satu ilmuwan favorit saya, yang namanya amat besar. Kisah terkenalnya mengenai apel jatuh dan hukum gravitasi memberikan banyak inspirasi bagi banyak orang. Newton adalah seorang penemu beberapa hukum alam. Hukum alam adalah aturan yang Allah ciptakan sehingga alam semesta ini menjadi teratur dan tercipta dengan pesona dan kebesaran yang sangat luar biasa. Atas jasa tersebut, nama Newton diabadikan sebagai Satuan Internasional (SI) dari Gaya, yang disingkat dengan N. Gaya adalah tarikan atau dorongan yang terjadi terhadap suatu benda. Gaya dapat menimbulkan perubahan posisi, gerak atau perubahan bentuk pada benda. Gaya termasuk ke dalam besaran vektor, karena memiliki nilai dan arah. Dalam Fisika, sebuah Gaya disimbolkan dengan huruf F (Force).

Lantas apa sajakah hukum-hukum alam yang dia temukan? Hukum Newton I, II dan III mendasari bidang fisika mekanika. Apabila kita berpikir dan merenunginya secara mendalam, ternyata hukum-hukum tersebut bersifat universal, memiliki makna dan berlaku juga didalam kehidupan. Simak penjelasan yang saya susun berikut.

Hukum I Newton

Hukum ini mengatakan bahwa suatu benda yang bergerak, mestilah karena diberikan suatu resultan gaya yang membuatnya bergerak. Mustahil batu akan bergerak dengan sendirinya tanpa diberikan gaya, entah itu gaya yang berupa tarikan atau dorongan. Namun, ketika benda itu telah bergerak oleh suatu gaya, apabila tak ada gaya lain yang mempengaruhinya, maka benda itu akan terus bergerak selamanya. Sayang, fenomena benda bergerak selamanya ini tak dapat kita lihat dipermukaan planet bumi, karena planet bumi memiliki gaya gravitasi dan tiap permukaannya memiliki gaya gesek yang dapat menghentikan gerakan batu ketika diberikan resultan gaya. Kita dapat melihat fenomena ini di luar angkasa yang hampa, bahwa batu yang telah bergerak akan selamanya bergerak dengan kecepatan tetap.

Hukum I Newton berbunyi “Setiap benda akan mempertahankan keadaan diam atau bergerak lurus beraturan, kecuali ada gaya yang bekerja untuk mengubahnya. Benda yang mula-mula diam akan terus diam. Sedangkan, benda yang mula-mula bergerak, akan terus bergerak dengan kecepatan tetap.  Secara matematis hukum I newton dapat ditulis sebagai ∑F = 0, dimana ∑F = resultan gaya (Kg m/s2).

Dalam kehidupan sehari-hari contoh dari hukum ini adalah pengganjal ban mobil. Pernahkah Anda melihat mobil yang diparkir dengan bannya diganjal sebongkah batu agar tidak bergeser? Bongkahan batu itu efektif menahan mobil agar tidak bergeser. Ketika pertama kali mobil itu dijalankan, mobil itu akan sulit melaju selama bongkahan batu itu masih mengganjal di ban. Bongkahan batu itu harus disingkirkan terlebih dahulu atau mobil harus berusaha keras melewatinya. Namun, ketika mobil sudah melaju dengan kecepatan tertentu, meskipun dihambat oleh bongkahan batu yang sama, mobil itu akan tetap melaju melewati bongkahan batu dengan mudah. Bongkahan batu itu menjadi tidak akan ada artinya sebagai penghambat mobil yang tengah melaju.

Dari hukum ini kita bisa simpulkan, bagian tersulit adalah memulai sesuatu. Apakah Anda sering merasa kesulitan untuk bangun tidur di pagi hari setelah tidur nyenyak? Bisanya ketika bangun tidur, kita merasakan bahwa tubuh ini masih merasa ingin melanjutkan untuk terus tidur. Dan sebaliknya ketika kita sudah keasyikan beraktivitas, dimalam hari sekalipun kita akan merasa sulit untuk tidur. Ingat hukum Newton I, benda yang diam akan selamanya diam, dan benda yang bergerak akan selamanya bergerak selama tidak diberikan resultan gaya yang mengubahnya.

Ketika hal yang dimulai sudah sering kita lakukan maka akan menjadi suatu kebiasaan yang akan melekat dan sulit untuk di hentikan. Anak yang dari kecil selalu berprestasi, ketika sudah besar memiliki kecenderungan dia akan terus berprestasi. Sebaliknya, anak yang suka malas-malasan, maka dia memiliki kecenderungan untuk terus mempertahankan malasnya. Orang yang sudah sering melakukan hal yang baik, dia akan sulit dihentikan untuk melakukan kebaikan. Dan orang yang sudah terlanjur terbiasa melakukan keburukan, maka dia akan kesulitan untuk bertobat dan mengubah dirinya menjadi baik, karena diperlukan gaya dan usaha yang lebih besar untuk menghentikan kebiasaannya.

Maka sebelum sesuatu itu menjadi sulit diubah, selalu pastikan apa yang kita lakukan adalah hal yang baik, agar kita selalu melaju menuju kebaikan dan sulit untuk dihentikan dalam kebaikan dan bukan sebaliknya! Jangan pernah menunda kebaikan, sebab ketika kita menunda kebaikan justru berarti kita tengah dikuasai oleh keburukan.

 

Hukum II Newton

Pada saat kita akan mengendarai motor, setelah mesin digas maka motor yang semula diam menjadi bergerak. Apabila gas diperbesar maka motor akan melaju semakin cepat. Apabila motor direm maka laju akan semakin lambat bahkan berhenti. Motor yang digas atau direm ini dikatakan mengalami perubahan gerak (perubahan kecepatan). Perubahan gerak ini terjadi karena adanya gaya.

Apabila sebuah benda mendapat sebuah atau beberapa gaya yang resultannya tidak nol, maka benda akan mengalami perubahan gerak. Perubahan gerak ini ditunjukkan dengan adanya perubahan kecepatan (timbul percepatan). Pengaruh gaya terhadap percepatan ini dirumuskan dalam hukum II Newton. Perubahan dari gerak selalu berbanding lurus terhadap gaya yang bekerja, dan memiliki arah yang sama dengan garis normal dari titik singgung gaya dan benda.Besarnya percepatan benda sebanding dengan resultan gaya yang menimbulkannya. Percepatan (Perubahan dari kecepatan) gerak benda selalu berbanding lurus dengan resultan gaya yang bekerja pada suatu benda dan selalu berbanding terbalik dengan massa benda. Secara matematis ditulis ∑F = m x a, dimana ∑F = resultan gaya (N); m = Massa Benda (Kg) dan a = percepatan (m/s2).

Seperti yang dijelaskan di hukum I Newton. Bahwa kita bergerak karena dipengaruhi oleh gaya. Nah, suatu benda yang bergerak dapat diubah dengan suatu gaya yang besarnya setara dengan massa x percepatan. Hukum II Newton secara tersirat mengajarkan bahwa dalam kehidupan kita harus pintar dalam memilih teman dengan baik. Ketika kita bergaul dengan lingkungan dimana banyak orang-orangnya yang berperangai buruk maka hal itu akan membuat sikap kita berubah menjadi buruk pula, terlebih apabila gaya hidup keseharian kita memang tidak berpancang pada prinsip yang kuat. Mau tak mau, sikap kita akan dipengaruhi lingkungan sekitar. Karena banyak orang (dengan massa yang besar) x percepatan (yang dipengaruhi arah gerak dan sikap) akan memberikan dorongan atau tarikan gaya yang besar kepada kita. Semakin besar dan banyak sikap-sikap yang ada dilingkungan kita maka akan semakin berpengaruh terhadap perkembangan dan gaya hidup kita. Singkatnya, lingkungan yang memiliki budaya konsumtif akan mempengaruhi perilaku konsumtif kita, lingkungan yang memiliki budaya disiplin akan menjadikan kita menjadi disiplin dsb.

Sudah menjadi rahasia umum apabila orang-orang sukses berteman dengan orang sukses. Orang-orang pintar lebih senang bergaul dengan orang pintar. Dan begitupun sebaliknya, para penjahat bergaul juga dengan para penjahat. Maka, bergaulah dengan orang sholeh, bergabunglah dengan lingkungan yang baik, jauhilah lingkungan yang penuh dengan maksiat. Namun, jika gaya yang kita miliki sangat kuat, massa kita lebih besar dan percepatan kita lebih cepat maka tak mustahil justru kitalah yang dapat mengubah lingkungan tak baik menjadi lebih baik.

Dari hukum II Newton dapat diturunkan juga menjadi hukum gravitasi yang terkenal, dimana Gaya gravitasi (F) dirumuskan sebagai massa (m) dikali percepatan gravitasi bumi (g). (F=mxg). Dimanapun berpijak selama masih di planet bumi maka kita akan terpengaruh oleh percepatan gravitasi bumi. Rumus ini mengingatkan kita, meskipun dalam keadaan sangat senang dan melompat tinggi karena kegirangan, kita akan tetap ditarik kembali ke bumi. Setinggi apapun kita di muka bumi, kita tetap menginjakkan kaki dan tertarik gravitasi. Maka rendah hatilah dalam keadaan apapun, sebab sehebat apapun kita, setinggi apapun, akan tetap juga berpijak dan tersungkur dimuka bumi.

 

Hukum III Newton

Hukum III Newton berbunyi: Untuk setiap aksi selalu ada reaksi yang sama besar dan berlawanan arah; atau gaya dari dua benda pada satu sama lain selalu sama besar dan berlawanan arah. Secara matematis dituliskan sebagai ∑FAKSI = -∑FREAKSI. Artinya, setiap benda akan berinteraksi apabila ada yang memberikan gaya padanya, bentuk pewujudan dari interaksi tersebut adalah dengan membalas gaya yang diberikan ke arah sebaliknya.

Sebenarnya setiap gaya selalu bekerja pada dua benda, tidak pernah pada satu benda, jadi setiap gaya selalu memiliki dua ujung, satu ujungnya ke benda pertama, dan ujung lainnya ke benda kedua. Apabila sebuah benda memberikan gaya kepada benda lain, maka benda kedua memberikan gaya kepada benda yang pertama. Kedua gaya tersebut memiliki besar yang sama tetapi berlawanan arah. Menganggu atau menyakiti orang lain, konsekuensinya juga bakal disakiti. Sebaliknya, memberikan kebaikan, Insya Allah juga bakal mendapat kebaikan. Selain di akhirat, pahala dan dosa itu sesungguhnya berlaku juga di dunia. Maka hati-hatilah dalam melakukan suatu aksi.

 

Bagaimana menurut anda dengan makna hukum-hukum tersebut dalam kehidupan? Apa sudah tepat? Atau mungkin Anda memiliki pendapat yang lain? Silahkan membaginya dikolom komentar. Terima kasih…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s