Antara Fanatisme dan Kebodohan

Menjadi fanatik berarti menghilangkan jalan kita menuju kebenaran, mengurangi akal kita dari pengetahuan baru, menurunkan pikiran kita dari kebijaksanaan, mengubah otak kita menjadi kerdil dan dungu.

sinhebdon001100908d01dw7

Agama Ilahi adalah rahmat bagi seluruh alam, anugerah terbesar Tuhan kepada umat manusia sehingga mereka bisa mencapai kebahagiaan duniawi dan ukhrawi dengan mengamalkan ajaran-ajaran luhurnya. Sejumlah besar masyarakat di sepanjang sejarah meraih keberuntungan dengan menjalankannya. Akan tetapi, ada juga orang-orang yang terjangkiti virus fanatisme dan ekstrimisme, mereka tidak mendapatkan kebahagiaan, bahkan menyeret orang lain ke jurang kesesatan.

Islam mengajak semua orang untuk merenung dan berpikir. Fanatisme dalam pemikiran dan ideologi biasanya diikuti oleh sikap ekstrim dalam beramal. Orang fanatik yang menganggap perkataan dan pemikirannya sebagai kebenaran mutlak, akan berusaha untuk meyakinkan ideologinya kepada orang lain dan jika pihak lain menolak, ia akan mengandalkan kekerasan dan tindakan ekstrim.

Sebenarnya fanatisme menurut ahli psikologi bisa berarti baik. Sebagai umat Islam kitapun di tuntut menjalani agama secara kaffah (keseluruhan). Namun ketika kita berbicara tentang fanatisme, biasanya fokus akan tertuju pada fanatisme negatif yaitu membela dan mengikuti sebuah ideologi tanpa disertai argumentasi dan buta. Memang fanatisme dan bersikeras pada ideologi sesat akan mencegah seseorang berpikir bebas dan mencapai kebenaran. Untuk itu, dukungan penuh atas sebuah ideologi dan ajaran setelah melakukan penelitian dan pemikiran yang matang, tidak bisa dikatakan sebagai perilaku fanatik atau paling tidak kita bisa menyebutnya sebagai fanatisme terpuji.

Virus fanatisme dan ekstrimisme ditemukan di hampir semua pengikut aliran pemikiran dan agama, termasuk agama-agama samawi. Dalam sejarah, muncul orang-orang yang secara sadar atau pun tidak, menganggap dirinya lebih mukmin dan lebih ta’at ketimbang para nabi. Allah Swt dalam al-Quran telah memperingatkan orang-orang seperti itu, “Katakanlah: Hai Ahli Kitab, janganlah kamu berlebih-lebihan (melampaui batas) dengan cara tidak benar dalam agamamu. Dan janganlah kamu mengikuti hawa nafsu orang-orang yang telah sesat dahulunya (sebelum kedatangan Muhammad) dan mereka telah menyesatkan kebanyakan (manusia), dan mereka tersesat dari jalan yang lurus.” (QS. Al Maa’idah 5:77)

Di era modern di tengah kemajuan sain dan pekikan slogan-slogan kebebasan, dunia masih menyaksikan kehadiran kelompok-kelompok radikal dan ekstrim, di mana mereka mengancam ideologi dan keamanan masyarakat. Sebagai contoh, Zionisme sudah lebih dari satu dekade muncul sebagai bid’ah dalam agama Yahudi dan mengusung pemikiran sesat dan fanatik. Strategi kaum Zionis secara terang-terangan dibangun atas landasan teror dan kekerasan. Dengan menggunakan cara yang tidak manusiawi ini, Zionis telah membantai jutaan warga Palestina atau mengusir mereka.

Di agama Kristen, fanatisme dan ekstrimisme juga sudah ada sejak dulu dan dampak-dampak negatifnya masih membebani masyarakat. Meski semua menerima Nabi Isa AS sebagai pembawa pesan perdamaian dan kasih sayang, namun para penguasa negara-negara Kristen di Barat sampai sekarang masih melakukan kejahatan besar terhadap kemanusiaan dan orang-orang tak berdosa. Di sisi lain, karena kevakuman spiritualitas masyarakat Barat, berbagai sekte lahir atas dasar pemikiran ekstrim dan radikal. Kehadiran mereka hanya akan menyesatkan masyarakat dan meluasnya aksi kekerasan. Salah satu kelompok militan terbesar di tengah Kristen adalah kelompok Evangelist.

Begitupun umat Islam yang kebanyakan mereka sangat fanatik dengan madzhab, partai, kelompok pengajian ataupun para ustadz mereka. Banyak di antara mereka yang terkadang lebih fanatik kepada madzhab dan golongannya daripada fanatiknya mereka kepada Islam. Mereka lebih fanatik kepada ustadz mereka daripada Rasullulah SAW.

Dari Jabir RA berkata, kami pernah berada dalam suatu peperangan (yaitu Bani al-Mushthaliq), lalu seseorang dari golongan Muhajirin melukai seorang dari golongan Anshor. Berkata orang Anshor, “Wahai orang-orang Anshor”. Dan berkata golongan Muhajirin, “Wahai orang-orang Muhajirin”. Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam mendengar perkataan itu lalu bersabda, “Apakah dengan seruan-seruan Jahiliyyah (kalian menyeru)?, (padahal aku masih berada di tengah-tengah kalian)”. Mereka berkata, “Wahai Rasulullah, seorang dari golongan Muhajirin melukai seseorang dari golongan Anshor”. Lalu Beliau bersabda, “Tinggalkanlah ia, karena sesungguhnya ia busuk baunya’. [HR al-Bukhoriy: 4905, Muslim: 2584 dan at-Turmudziy: 3315. Berkata asy-Syaikh al-Albaniy: Shahih].

Rasulullah SAW menegur para shahabat Muhajirin dan Anshor RA karena mereka meneriakkan seruan-seruan jahiliyah. Yaitu ucapan ‘Ya lal Anshor’ dan ‘Ya lal Muhajirin’, yang merupakan kalimat pengagungan bagi kaum atau golongan mereka masing-masing. Jika dua kelompok paling mulia ini saja dilarang untuk saling membanggakan kelompoknya masing-masing maka bagaimana dengan kelompok atau golongan yang lainnya? Rasulullah memerintahkan kedua kelompok mulia itu untuk meninggalkan budaya tersebut karena termasuk kebiasaan jahiliyah dan Beliau menyebutnya dengan sesuatu yang baunya busuk.

 

Ciri-Ciri Orang Fanatik Yang Harus Kita Hindari

1. Berpikiran Sempit

Ruang pikirannya sempit, bagai katak dalam tempurung. Tak ada ruang untuk pemikiran lain. Orang seperti ini biasanya hanya terpaku pada satu pemikiran saja dan tidak mau terima dengan hal-hal lain yang berbeda dengan apa yang diyakininya. Berbeda dengan orang lain yang berpikiran luas, orang yang berpikiran sempit tidak akan terima sesuatu yang berbeda dengan keyakinannya. Ruang pikiran yang sempit tidak mampu menampung pikiran baru yang lain.

2. Tidak Memiliki Toleransi

Lanjutan dari berpikiran sempit. Setelah tidak menerima pendapat lain yang berseberangan dengan apa yang diyakini dan tidak mau repot-repot mempelajarinya, dia akan menyikapinya dengan sangat-sangat berlebihan sampai membenci orang-orang dengan pendapat berbeda tersebut. Bahkan kepada sesama muslimpun terkadang dengan mudahnya melabeli ‘Kafir’.

3. Penuh Prasangka

Orang ini akan selalu penuh dengan prasangka terhadap orang-orang yang berbeda dengannya. Semua hal-hal buruk yang terjadi akan dia limpahkan kesalahan pada orang-orang lain. Ketika misalnya dia lupa menaruh barangnya, dia akan cepat menuduh bahwa barang itu telah di curi oleh orang yang sebelumnya berada dekat dengan barang tersebut.

4. Tidak Dapat Diberi Nasihat

Jika dinasihati dan dikritik sulit menerima, lebih-lebih nasihat dan kritikan yang menentang pendapat yang berhubungan dengan keyakinan fanatiknya.

Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran Ayatullah Sayid Ali Khamenei mengatakan, “Harus dilakukan sebuah gerakan ilmiah besar-besaran. Kaum muda (yang termakan hasutan) harus diselamatkan. Sejumlah orang yang terserang virus ideologi takfiri berpikir bahwa mereka sedang melakukan perbuatan baik… kita harus menyelamatkan mereka, para pemuda itu harus diselamatkan dan ini menjadi tanggung jawab ulama. Para ulama yang memiliki hubungan dengan dunia intelektualitas dan juga menjalin interaksi dengan masyarakat harus bekerja keras. Pada hari kiamat, Tuhan akan bertanya kepada para ulama, apa yang telah kalian lakukan? Mereka harus melakukan itu.”

Ini adalah fakta, bahwa fanatisme buta hanya akan merusak keindahan agama itu sendiri yang sejatinya rahmat bagi seluruh alam. Maka kita harus menghilangkan sifat ini, salah satunya dengan mendalami ilmu seluas-luasnya agar memiliki wawasan yang luas, mampu memandang dari berbagai perspektif dan lebih toleran terhadap berbagai perbedaan dan perubahan.

Wallahu a’lam..

 

Referensi:

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s