Prinsip Dualitas Dalam Kehidupan Don’t Worry to Take the Risk Lets Action!

Prinsip Dualitas Dalam Kehidupan

Don’t Worry to Take the Risk, Lets Action!

Satu hal yang benar-benar milik Anda yang tidak bisa dikontrol oleh orang lain adalah sikap hidup Anda. Sehingga jika Anda bisa mengendalikannya, segala hal dalam hidup akan jadi lebih mudah.

Ada 2 buah bibit tanaman yang terhampar di sebuah ladang yang subur. Bibit yang pertama berkata, “Aku ingin tumbuh besar. Aku ingin menjejakkan akarku dalam-dalam di tanah ini, dan menjulangkan tunas-tunasku di atas kerasnya tanah ini. Aku ingin membentangkan semua tunasku, untuk menyampaikan salam musim semi. Aku ingin merasakan kehangatan matahari, dan kelembutan embun pagi di pucuk-pucuk daunku.”

Dan bibit itu tumbuh, makin menjulang.

Bibit yang kedua bergumam. “Aku takut. Jika kutanamkan akarku ke dalam tanah ini, aku tak tahu, apa yang akan kutemui di bawah sana. Bukankah disana sangat gelap? Dan jika kuteroboskan tunasku keatas, bukankah nanti keindahan tunas-tunasku akan hilang? Tunasku ini pasti akan terkoyak. Apa yang akan terjadi jika tunasku terbuka, dan siput-siput mencoba untuk memakannya? Dan pasti, jika aku tumbuh dan merekah, semua anak kecil akan berusaha untuk mencabutku dari tanah. Tidak, akan lebih baik jika aku menunggu sampai semuanya aman.”

Dan bibit itupun menunggu, dalam kesendirian.

Beberapa pekan kemudian, seekor ayam mengais tanah itu, menemukan bibit yang kedua tadi, dan mencaploknya segera.

Hidup adalah sebuah pilihan, setiap keadaan adalah sebuah pilihan. kita memilih bagaimana bereaksi terhadap semua keadaan. Kita memilih bagaimana orang-orang disekeliling terpengaruh oleh keadaan kita. Kita memilih untuk ada dalam keadaan yang baik atau buruk. Itu adalah pilihan bagaimana kita hidup. Tiap hari Anda dapat memilih apakah Anda akan menikmati hidup atau membencinya.

Hidup memang selalu memiliki dua sisi mata koin, segala hal selalu berpasang-pasangan. Ketika kita tiba pada sisi yang tampak buruk, itu bukanlah akhir. Karena kita masih memiliki pilihan untuk menanggapinya dari sudut yang positif atau negatif. Maka berpikirlah positif, rasakanlah dan pelajarilah apa yang berada di balik semua itu. Carilah pelajaran dan keuntungan dari semua keadaan yang tidak menguntungkan itu. Sudut pandang inilah yang mampu membuat kita dapat melewati semua krisis dan mengubahnya menjadi kesempatan didalam jalan kehidupan kita. Berpikir positif akan mengaktifkan gen-gen (informasi dasar didalam tubuh kita) untuk menciptakan keadaan yang baik bagi tubuh kita. Mengaktifkan sel-sel otak dan tubuh untuk menghasilkan hormon-hormon yang bermanfaat.

Prinsip dualitas (keberpasangan) bekerja untuk segalanya. Ini adalah sebuah hukum Alam yang pasti. Allah SWT Berfirman: Dan segala sesuatu Kami ciptakan berpasang-pasangan supaya kamu mengingat kebesaran Allah (QS Adz Dzaariyaat, 51:49). Hal inilah yang menjadikan segala sesuatu selalu memiliki dua sisi. Ada depan-belakang, siang-malam, kekuatan-kelemahan dan sebagainya.

Tak peduli betapa segala sesuatu timpang, tak perduli segala sesuatu akan berakhir, akan selalu ada ruang untuk memilih. Pertahankanlah sudut pandang yang positif. “Tuhan akan sesuai dengan apa yang kita pikirkan”. Maha pertahankalah dan berjuanglah selalu untuk selalu dalam keadaan positif.

Beraksi Dan Berani Mengambil Resiko Merupakan Ciri Orang Hebat

Biasanya perbedaan antara orang yang sukses dan gagal bukan terletak pada usaha atau ide, tetapi terletak pada keberanian merealisasikan ide, mengambil resiko yang telah diperhitungkan, dan bertindak, – Dr. Maxwell Maltz

Belajar dari Thomas Alva Edison sang penemu bola lampu, setelah menemui kegagalan sebanyak 8889 kali akhirnya dia berhasil menciptakan bola lampu pertama yang mampu menyala selama 40 jam. Perjuangan yang sangat luar biasa. Ketika ditanya mengapa dia tidak pernah berhenti untuk berjuang kendati memperoleh kegagalan sebegitu banyaknya dia berkata. “Saya tidak akan pernah mengatakan bahwa saya mengalami kegagalan, saya akan mengatakan bahwa saya telah menemukan berbagai macam penemuan yang menyebabkan kegagalan. Saya pasti akan sukses karena telah kehabisan percobaan yang gagal”. Edison mampu mengambil hikmah dari berbagai kejadian yang telah dia jalani. Begitupun orang-orang besar yang mengisi lembaran sejarah, mereka semua orang yang mampu mengambil hikmah, berani menjalani resiko dan tak pernah pantang menyerah dalam beraksi.

Jika anda telah mencoba dan menemui kegagalan, jika anda telah merancang dan menyaksikan rancangan anda hancur di depan mata, ingat saja bahwa tokoh-tokoh besar dalam sejarah semuanya menjadi besar karena keberanian, dan keberanian lahir dalam buaian kesusahan.

Banyak orang sering takut mengambil peluang karena takut resikonya dan banyak juga orang yang berani mengambil resiko tapi gagal karena tidak bisa mengatasi resiko. Sehingga dapat disimpulkan bahwa keberhasilan sejatinya adalah resultan dari usaha seseorang dalam menangkap peluang dan mengatasi resikonya.

Dengan demikian, orang yang ingin berhasil dalam hal apapun harus punya keberanian untuk menangkap peluang dan mengambil resikonya sekaligus. Menangkap peluang berarti menjadi orang-orang pertama (pioner) yang take action atas sesuatu hal. Sementara mengambil resiko diartikan sebagai tidak takut pada resiko serta punya bekal ilmu dan rencana untuk mengatasi resiko tersebut (risk taker). Keberaniaan itu akan kita jadikan ciri kesekian dari orang hebat.

Dalam ilmu kepemimpinan diajarkan juga bahwa mengambil resiko merupakan bagian dari ciri-ciri kepemimpinan. Orang yang takut mengambil resiko, sebetulnya pengecut yang tidak mau melihat peluang lain yang ada di depannya.Tanpa keberanian mengambil resiko, bisa kehilangan peluang terbuka di depan yang tidak diketahuinya, organisasinya tidak beranjak maju (stagnan). Menghindari resiko berarti kita kehilangan kesempatan untuk belajar, berubah, dan bertumbuh.

Resiko

Tertawa adalah mengambil resiko terlihat bodoh.
Menangis adalah mengambil resiko terlihat sentimental.
Menjangkau yang lain adalah mengambil resiko terlibat.
Mengungkapkan perasaan adalah mengambil resiko menunjukkan diri yang sesungguhnya.
Menunjukkan gagasan dan impian anda di depan orang banyak adalah mengambil resiko merasa malu.
Mencinta adalah mengambil resiko tidak dicinta.
Hidup adalah mengambil resiko mati.
Berharap adalah mengambil resiko putus asa.
Berusaha adalah mengambil resiko gagal.
Tapi resiko harus dihadapi, karena bahaya terbesar dalam hidup ini adalah tidak mengambil resiko sama sekali.
Orang yang tidak berani mengambil resiko tidak akan melakukan apa-apa, tidak punya apa-apa, dan bukan siapa-siapa.
Mereka mungkin menghindari penderitaan dan kesengsaraan, tapi mereka tidak bisa belajar, merasakan, mengubah, tumbuh, mencintai, atau hidup.
Dalam keadaan terikat oleh kepastian, mereka adalah para budak. Mereka telah mengekang kebebasan mereka sendiri.
Hanya orang yang berani mengambil resikolah orang yang bebas!

Berani Mengambil Resiko Bukan Berarti Tidak Memperhitungkannya

Ketika berani beraksi dan mengambil resiko kita tetap harus selalu memperhitungkan resiko tersebut, perhitungkan sebelum bertindak. Kita lihat resikonya. Apakah Kita bisa menerima resikonya? Jika bisa maka ambil tindakan. Apakah resikonya bisa diantisipasi? Maka ambil tindakan. Bukan seperti orang yang hanya mencari pembenaran untuk tidak mengambil resiko, mereka mengatakan beresiko sambil diam tidak bertindak. Perhitungkan resikonya, kemudian tetaplah ambil tindakan untuk mengambil resiko.

Memang, adakalanya kita harus hati-hati memutuskan. Ada masanya kita harus memperhitungkan waktu, situasi, dan kondisi. Namun, ketika keputusan telah diambil, tak pantang menyerah pada masalah, tak pantang mundur apalagi kabur menghadapi masalah. Selalu sediakan ruang yang luas untuk mengevaluasi, merencanakan kembali, dan memulai investasi lagi, lakukan perbaikan dan instropeksi diri atas pilihan peluang yang diambil.

Orang hebat melihat dan menjalani proses sebagai pembelajaran. Sehingga, jika kegagalan sekalipun yang datang, difahaminya sebagai jalan panjangnya kesuksesan. Apa yang muncul kemudian adalah pikiran-pikiran positif dan solutif atas permasalahan. Di sanalah letak keberanian orang hebat. Berani mengambil resiko karena punya rencana. Berani mengambil resiko karena punya cara pandang pembelajar. Mereka tak pernah berhenti berproses (on becoming) menjadi lebih baik sebelum akhirya menjadi yang terbaik.

So, tunggu apa lagi? Take the Risk, Lets Action!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s