Waspada HOAX Islami, Kebohongan Atas Nama Islam

Dalam era digital dan perkembangan TIK (Teknologi Informasi dan Komunikasi) yang begitu pesat, informasi dan komunikasi semakin mudah dilakukan dan terus berkembang dalam skala yang sangat cepat dan sangat besar. Dengan teknologi yang sangat canggih, manusia semakin dimudahkan untuk melakukan komunikasi dan tukar menukar informasi. Namun, TIK sebagai teknologi, sama seperti teknologi yang lainnya akan tergantung siapa orang yang menggunakannya (The man behind the gun), meski memiliki banyak manfaat tentu memiliki juga efek samping berupa dampak negatifnya.

Salah satu dampak negatif tersebut adalah HOAX (a humorous or malicious deception). HOAX adalah tindakan untuk mengelabui agar orang mempercayai atau menerima sesuatu yang palsu dan sering tidak masuk akal sebagai sesuatu yang asli. Terkait judul artikel ini, HOAX Islami adalah tindakan untuk mengelabui agar orang mempercayai atau menerima sesuatu yang palsu dan sering tidak masuk akal sebagai sesuatu yang asli dalam kaitannya dengan agama Islam, biasanya terkait dengan upaya dakwah agama Islam golongan tertentu dengan menghalalkan kebohongan (taqiya), ada pula yang sengaja dibuat untuk menutupi berita sebenarnya, atau cuma buat seru-seruan, bahkan hanya untuk kepentingan tertentu.

Yang menarik, berita HOAX ini selalu mencantumkan sumber, foto, komentar ahli dan lain-lain, meskipun sebenarnya tidak jelas. Bagi orang yang kurang jeli dan teliti, maka bisa menjadi sangat percaya. Kemudian ikut nge-share dengan penuh semangat, kadang-kadang menggunakan kalimat suci “Subhanallah”, atau “Alhamdulillah”, “Allahuakbar” dsb.

Yang lucu, ketika ia didebat bahwa berita itu hanya bohong, ia malah balik menuduh juga. Malah kadang berapi-api, mungkin karena membela diri karena ketahuan salah. Pastinya muslim nge-share ini karena senang, bahagia dan bangga atas kebenaran agamanya. Tapi lupa untuk cek dan ricek, seperti yang diajarkan oleh Al-Quran:

“Hai orang-orang yang beriman, jika datang kepadamu orang fasik membawa suatu berita, maka periksalah dengan teliti agar kamu tidak menimpakan suatu musibah kepada suatu kaum tanpa mengetahui keadaannya yang menyebabkan kamu menyesal atas perbuatanmu itu.” (QS Al-Hujurat 49:6)

HOAX pun ada yang menghasilkan korban jiwa dan kerusakan secara nyata, karena salah satu polanya ada yang bersifat menghasut umat Islam untuk menyerang/menyerbu target HOAX. Dengan cara ini, maka si pembuat dan penyebar HOAX dapat mencapai targetnya tanpa mengotori tangannya dan namanya sendiri dengan memanfaatkan umat Islam yang emosional dan sangat mudah percaya pada HOAX Islami. Ayo dong, gunakan nalarnya!.

Umumnya HOAX, termasuk HOAX Islami, mempunyai ciri umum berupa informasi yang tidak jelas, sehingga tidak bisa dilakukan pengecekan atas kebenaran informasi tersebut. Informasi yang tidak jelas ini bisa berupa acara yang tidak jelas, orang yang tidak jelas, tokoh fiktif, ensiklopedia fiktif, gelar fiktif, dsb.

Contoh ketidak jelasan informasi dalam hoax:

Prof Lawrence E Yoseph menulis, “Sungguh kita telah berhutang besar kepada umat Islam, dalam Encyclopedia Americana menulis, sekiranya orang-orang Islam berhenti melaksanakan thawaf ataupun shalat di muka bumi ini, niscaya akan terhentilah perputaran bumi kita ini, karena rotasi dari super konduktor yg berpusat di Hajar Aswad, tidak lagi memancarkan gelombang elektromagnetik”

Encyclopedia Americana volume berapa? Edisi berapa? Tahun penerbitan kapan? Halaman berapa? Pada buku apa Pof Lawrence E Yoseph menuliskan hal itu?. Nah, Referensi yang tidak jelas seperti ini mengindikasikan HOAX.

Tips mengenali HOAX ini menuntut kita untuk berpikir kritis terhadap informasi dengan cara mempertanyakan bagian-bagian dari informasi yang tidak jelas, sehingga informasi dapat diperiksa kebenarannya.

Jika Anda malas untuk berpikir kritis saat mendengar informasi, sungguh lebih baik bila Anda menilai informasi yang tidak jelas itu sebagai HOAX, ketimbang percaya begitu saja kepada informasi yang tidak jelas. Lebih baik tidak percaya ketimbang tertipu.

Berikut ini pola dan contoh-contoh HOAX yang sering bertebaran agar kita waspada:

1. HOAX Tentang Orang Terkenal yang Masuk Islam

Banyak sekali HOAX seperti ini. Misalnya: Paris Hilton masuk Islam, Angelina Jolie masuk Islam, Jacky Chan masuk Islam, Robert Guilhem Pakar Genetika masuk Islam, Paus Benedictus XVI mengundurkan diri dari jabatannya karena masuk agama Islam. Memang ada beberapa orang terkenal dan penting yang jadi mualaf, akan tetapi tidak semua yang diberitakan itu benar.

Tujuan HOAX masuk Islam adalah agar pemeluk agama Islam merasa menang dan bangga serta merasa besar. Strategi semacam ini dipakai dalam pola berpikir psychowar, karena memandang dakwah agama sebagai peperangan.

Hanya karena Paris Hilton dan Angelina Jolie pakai kerudung dan Jackie Chan pakai kopiah terus ada berita dia masuk Islam, lalu kita dengan semangat membara pantang mundur nge-share beritanya sambil bertasbih dan bertahmid, tanpa mengecek kebenaran beritanya. Setelah ketahuan berita bohongan, terus kita hapus secara diam-diam. Merasa menang dan bangga atas dasar HOAX tentu saja hanya perasaan palsu. Bahkan ada yang bilang Wong Fei Hung itu muslim, Napoleon itu muslim, Hitler itu muslim, alien itu muslim dan sebagainya. Dan kita percaya begitu saja tanpa mengeceknya?.

 

2. HOAX Tentang Sains

Ada lagi berita-berita HOAX tentang sains (ilmu pengetahuan) yang dibuat seolah-olah sesuai dengan apa yang tercantum di dalam Islam bahkan diklaim tercantum didalam Al Quran. Banyak sekali bertebaran HOAX alias berita palsu yang mengatasnamakan keajaiban Islam yang dibalut seolah-olah sesuai dengan sains. Hal ini menjadi bahan introspeksi bagi umat muslim khususnya untuk bersikap lebih kritis dan rasional.

Antara lain tentang alam semesta yang berbentuk terompet, Mekah yang terlihat dari bulan sehingga membuat astronotnya masuk Islam, ka’bah superkonduktor planet bumi, bekas belahan bulan, dan masih banyak lagi. Jika dilihat sekilas, berita-berita ini seolah-olah benar. Tetapi apabila diselidiki lebih jauh, berita seperti ini ketahuan sekali bohongnya.

 

3. HOAX Tentang Bahan Makanan

Muslim sangat memperhatikan halal dan haramnya sebuah makanan. Karena itu, apabila ada indikasi sebuah makanan haram, pasti akan dijauhi. Hal seperti ini rupanya berdampak juga pada persaingan bisnis. Banyak orang yang membuat fitnah terhadap suatu produk makanan atau minuman.

Di jaman dahulu, banyak fitnah bahwa penjual bakso A menggunakan kain kafan mayat buat pelaris. Atau tukang soto B nyelupin celana kolor biar masakannya lebih enak. Atau penjual bakso C menggunakan daging tikus dll. Berita seperti ini tak jelas asal muasalnya, jarang ada bukti dan tujuannya untuk menjatuhkan pesaing bisnis.

Hal seperti ini juga terjadi di produk-produk modern, seperti makanan instan atau minuman instan, es krim dsb. Bahwa produk A menggunakan bahan yang mengandung babi lah, mengandung ini lah, itu lah. Semua disembunyikan dengan kode-kode khusus bahan makanan E100, E200, bla bla bla.

Jika mau sedikit pintar dan searching, kita akan tahu kalau kode-kode itu tidak pasti mengandung babi. Memang harus diakui ada pula yang mengandung babi, atau mengandung bahan yang diharamkan. Tapi tidak semua. Be Smart, cari tahu dengan benar!.

 

4. HOAX Tentang Pembantaian Umat Islam

Rasulullah SAW bersabda: Perumpamaan orang-orang mukmin dalam hal saling kasih, saling menyayang dan saling cinta adalah seperti sebuah tubuh, jika salah satu anggotanya merasa sakit, maka anggota-anggota tubuh yang lain ikut merasakan sulit tidur dan demam. (Shahih Muslim No.4685). Sebuah hadits yang indah tentang persaudaran sesama muslim. Tapi keindahan ini sering disalahgunakan untuk menyebar fitnah dan mengadu domba.

HOAX semacam ini seringkali digunakan untuk memancing emosi pemeluk agama Islam agar terprovokasi atau sekedar ikut jihad dengan menyumbang sehingga mereka memperoleh uang, kampanye hitam (fitnah) terhadap kelompok SARA lain (biasanya agama lain atau ras tertentu) dan juga terhadap entitas tertentu (misal, kepada Densus 88).

Banyak foto editan yang menggambarkan kebiadaban non muslim terhadap muslim. Disertai tulisan-tulisan mengharu biru. Bahkan ada pula yang mengajak muslim bersatu padu menyerang non muslim. Seperti kasus foto editan mengatsnamakan pembantaian muslim Rohingya yang sempat ramai. Malah ada pula yang membuat status memprovokasi agar muslim menyerang Borobudur. Duh, ada ada saja.

 

5. HOAX Fenomena Alam

Penemuan-penemuan artifak tentang kapal nabi nuh, tentang tengkorak raksasa ada caption ayat-ayat Al-Quran atau hadits, lantas kita percaya, kemudian kita share, namun ternyata itu foto editan. Atau gambar tersebut tak ada hubungannya sama sekali dengan berita yang dibuat.

 

Nah, itulah macam-macam berita HOAX yang sering dishare oleh kita, umat Islam. Mungkin karena senang, karena kagum, karena suka. Tapi karena kita kurang hati-hati dan kritis sehingga malah menanggung malu, atau menanggung dosa.

Sebenarnya apa sih tujuan berita HOAX semacam ini? Banyak. Ada yang hanya ingin mendapat pembaca yang banyak di blog atau situsnya. Ada yang dibuat demi persaingan bisnis. Ada pula yang dibuat hanya untuk menyebarkan berita bohong. Semakin banyak berita bohong akan membuat kita tak bisa membedakan lagi mana yang benar dan mana yang salah. Ada juga yang sengaja dibuat untuk mengadu domba umat Islam dan non-Islam. Dan yang terakhir, ada berita yang dibuat oleh muslim sendiri. Untuk apa? Entahlah. Di Al-Quran juga ada membahas tentang hal ini:

Sesungguhnya orang-orang yang membawa berita bohong itu adalah dari golongan KAMU juga. Janganlah kamu kira bahwa berita bohong itu buruk bagi kamu bahkan ia adalah baik bagi kamu. Tiap-tiap seseorang dari mereka mendapat balasan dari dosa yang dikerjakannya. Dan siapa di antara mereka yang mengambil bahagian yang terbesar dalam penyiaran berita bohong itu baginya azab yang besar (QS An Nuur, 24:11).

Semoga mereka yang gemar membuat berita bohong, menciptakan stigma buruk, dan kemudian melakukan kampanye hitam mendapatkan hidayah-Nya, …kemudian menjadi insan yang bermanfaat dalam membangun peradaban Islam. Aamiin.

4 thoughts on “Waspada HOAX Islami, Kebohongan Atas Nama Islam

  1. Bener tuh.
    Aku aja kadang malu kalo liat ada berita yang kaitannya dengan islam yang gak tentu kebenarannya trus ada komentar2 saling merendahkan agama lain saling fanwar, nyolot merasa paling benar.
    Rasanya malu karna ini bukan yg diajarkan islam.

    Suka

  2. yang nyebar berita dan yang menerima malas make otaknya hanya fanatis buta langsung percaya, tuhan memberi kita otak untuk dipake jadi ingat joke otak orang indonesia paling mahal didunia karena jarang dipake

    Suka

    • Ya, informasi apapun untuk pertama perlu kita ragukan dulu (skeptis) namun jangan lantas berhenti dengan keraguan, tetapi terus dicari kebenarannya sampai kita menjadi teguh dengan kebenaran. Itulah salah satu syarat supaya kita tetap berfikir kritis dan tidak melakukan kesalahan berpikir. Terimaksih telah berkunjung ke blog sederhana ini, apabila ditemukan kesalahan mohon saran dan koreksi.

      Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s