Memaknai Kehidupan Dengan Ilmu Fisika Mekanika

Dan Dia telah menundukkan untukmu apa yang di langit dan apa yang di bumi semuanya, (sebagai rahmat) daripada-Nya. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda (kekuasaan Allah) bagi kaum yang berfikir. (QS Al-Jaatsiyah 45:13)

Banyak dari kalangan siswa yang sangat tidak senang ketika mendengar mata pelajaran fisika, hal itu disebabkan karena beberapa alasan diantaranya sangat abstraknya pelajaran fisika. Banyak dari kita menganggap bahwa fisika hanyalah konsep abstrak dan tidak relevan ketika kita mengkaitkannya dengan kehidupan sehari-hari. Kita juga sering dihadapkan dengan banyaknya buku-buku pelajaran fisika yang hanya menjelaskan fungsi-fungsi matematikanya saja tanpa ada penjelasan fungsi fisik atau kebermaknaan fisika dalam kehidupan kita sehari-hari.

Mendengar kata Fisika, tentu dalam pikiran kita terbayang rumus-rumus dan angka-angka yang sangat rumit, tidak enak untuk dilihat apalagi untuk dikerjakan dengan penuh semangat. Memang jika dilihat dari sudut pandang Mata Pelajaran, bisa dibilang Fisika merupakan suatu hal yang sangat membosankan. Namun, jika kita mengubah sudut pandang kita, ternyata Fisika juga menyimpan sesuatu yang menarik untuk dibahas dan dibicarakan.

Sangat menarik jika kita memperhatikan hukum-hukum fisika dan hukum-hukum tentang alam karena ternyata ada kesamaan prinsip antara hukum-hukum fisika dan prinsip-prinsip dalam kehidupan rohani terutama Islam. Ini menyatakan bahwa pencipta alam rohani dan pencipta alam fisik adalah sama. Hukum-hukum fisika ternyata merupakan pernyataan dari prinsip-prinsip rohani dalam kehidupan orang yang mempercayai keberadaan sang Pencipta.

Mekanika adalah cabang dari fisika, yakni ilmu pengetahuan yang mempelajari gerakan suatu benda serta efek gaya dalam gerakan itu. Ada banyak hal dari hukum dan rumus-rumus tersebut yang dapat kita petik maknanya untuk diaplikasikan sekaligus dijadikan pedoman hidup yang beberapa diantaranya akan dijabarkan dalam artikel ini.

Kecepatan dan Percepatan

Rumus kecepatan adalah jarak per waktu tempuh atau v = s/t . Secara filosofis makna kecepatan dalam kehidupan ditinjau dari rumusnya berarti kecepatan berbanding lurus dengan jarak dan berbanding terbalik dengan waktu. Dengan memahami konsep v = s/t ini, maka seharusnya kita akan selalu tepat waktu dan menjadikan kita disiplin waktu dan hidup teratur.

Misalnya dalam kehidupan nyata, keseharian seorang santri Ar-Rahman yang hidup diasrama sering dihadapkan dengan persoalan mengantri pada saat mandi pagi. Maka, agar tepat waktu apel pagi pukul 7.00 kita harus bergerak cepat, ketika waktu yang dibutuhkan kecil maka tidak ada hambatan apapun dan menjadi bebas mengantri. Dalam kehidupan kita sering mendengar semboyan diri “lebih cepat lebih baik” jika kita mempunyai segudang tugas, jangan memikirkan banyaknya tapi bertindaklah!, kerjakanlah segera!, maka waktu untuk menyelesaikannya menjadi kecil dan kita memiliki sisa waktu untuk hal lainnya yang lebih lapang.

Hasil atau kenyataan yang akan kita peroleh mendatang atau saat ini adalah usaha/kerja yang kita lakukan dikalikan dengan waktu yang kita tempuh. Karena itu hiduplah seperti rumus “percepatan (a)” dalam Gerak Lurus Berubah Beraturan (GLBB) dan bukan rumus Gerak Lurus Beraturan (GLB). dimana dalam rumus GLB, tidak ada nilai perubahan kecepatan, dengan kata lain kecepatannya tetap atau konstan, sehingga nilai percepatannya nol. Itu sama artinya seorang tak maju-maju dalam hidupnya. Terus menerus dalam keadaan yang sama sepanjang waktu. Pada rumus GLBB, dikenal pula istilah “perlambatan” (nilai percepatannya minus). Rumus ini pun jangan ditiru, karena nilai minus muncul akibat kecepatan akhir yang dilakukaan lebih kecil dari pada kecepatan awal (∆v = Vt – Vo). Ini sama artinya seorang mengalami kemunduran dalam hidupnya.

“Barang siapa yang keadaan amalnya hari ini lebih jelek dari hari kemarin, maka ia terlaknat. Barang siapa yang hari ini sama dengan hari kemarin, maka ia termasuk orang yang merugi. Dan barang siapa yang hari ini lebih baik dari hari kemarin, maka ia termasuk orang yang beruntung.” (HR. Bukhari)

Hukum I Newton

Hukum I Newton berbunyi “Jika resultan gaya pada suatu benda sama dengan nol, maka benda yang mula-mula diam akan terus diam. Sedangkan, benda yang mula-mula bergerak, akan terus bergerak dengan kecepatan tetap. Pernahkah Anda melihat mobil yang diparkir dengan bannya diganjal sebongkah batu agar tidak bergeser?. Bongkahan batu itu efektif menahan mobil agar tidak bergeser. Ketika pertama kali mobil itu dijalankan, mobil itu akan sulit melaju selama bongkahan batu itu masih mengganjal di ban. Bongkahan batu itu harus disingkirkan terlebih dahulu atau mobil harus berusaha keras melewatinya. Namun, ketika mobil sudah melaju dengan kecepatan tertentu apabila dihambat oleh bongkahan batu yang sama maka mobil akan tetap melaju melewati bongkahan batu itu, bongkahan batu itu menjadi tidak akan ada artinya sebagai penghambat.

Dari hukum ini kita bisa simpulkan, bagian tersulit adalah memulai sesuatu. Ketika hal yang dimulai sudah sering kita lakukan maka akan menjadi suatu kebiasaan yang akan melekat dan sulit untuk di hentikan. Maka selalu pastikan apa yang kita lakukan adalah hal yang baik, agar kita selalu melaju menuju kebaikan dan sulit untuk dihentikan dan bukan sebaliknya.

Momentum

Momentum dirumuskan sebagai hasil dari perkalian antara massa dan juga kecepatan. Momentum (p) dalam ilmu fisika diartikan sebagai besaran yang dihasilkan dari perkalian antara besaran skalar massa benda (m) dengan besaran vektor kecepatan geraknya (v). Jadi momentum termasuk besaran vektor (besaran yang dipengaruhi oleh arah). Arah momentum searah dengan arah kecepatan.

Dalam kehidupan sehari-hari rumus ini seperti perbandingan antara sepeda motor dengan mobil truk. Walaupun keduanya memiliki kecepatan yang sama, taruhlah 60 Km/jam, akan tetapi ketika kita menghentikan sepeda motor dan mobil truk tersebut manakah yang mudah untuk dihentikan geraknya?. Tentu jawabannya adalah sepeda motor dibandingkan dengan mobil truk.

Apa yang menyebabkan hal ini?. Ini disebabkan momentum mobil truk lebih besar dengan momentum sepeda motor. Makin besar massa dan kecepatan benda maka momentumnya juga semakin besar. Dari ilustrasi diatas, walaupun kecepatan kedua jenis kendaraan itu sama tetapi massa kedua jenis kendaraan itu berbeda. Massa dari mobil truk lebih besar daripada sepeda motor, sehingga momentum mobil truk lebih besar dibandingkan sepeda motor.

Tahukah anda bahwa momentum merupakan salah satu bukti bahwa ternyata Fisika memang refleksi dari kehidupan?. Dalam kehidupan nyata, momentum bisa dianalogikan sebagai perubahan atau kesuksesan. Sedangkan massa dan kecepatan, keduanya bisa dianalogikan sebagai impian/cita-cita dan usaha.

Karena momentum merupakan hasil perkalian antara massa dan kecepatan (p = m x v), maka momentum akan bernilai nol ketika massa, kecepatan, atau kedua-duanya bernilai nol. Artinya, tanpa usaha, impian tidak akan pernah menjadi nyata, begitupun sebaliknya tanpa impian, usaha pun tidak akan mendapatkan hasilnya karena usaha sendiri merupakan wujud nyata dari impian/cita-cita. Jika salah satu komponen nol, hasilnya akan nol.

Kalau kita sudah tahu bahwa massa = cita-cita, dan kecepatan = usaha, dapat kita simpulkan momentum atau dalam konteks ini kita analogikan sebagai Kesuksesan akan bernilai maksimal jika massa (cita-cita) dan kecepatan (usaha) dalam keadaan maksimal. Seperti contoh mobil truk dan sepeda motor yang melaju. Anda akan lebih sulit dihentikan dari pencapaian menuju kesuksesan apabila memiliki impian/cita-cita yang lebih besar dibandingkan orang lain yang sama-sama berusaha.

Namun satu hal yang perlu anda ingat, suatu benda bermassa memiliki batas kecepatan maksimum yang jika benda tersebut melaju dengan kecepatan yang melampaui batas kecepatan maksimum yang dibolehkan, benda tersebut akan hancur. Artinya seberapapun besarnya impian/cita-cita kita, kita tetap memiliki keterbatasan yang harus kita sadari. Jangan sampai cita-cita dan keinginan kita malah membunuh karakter dan diri kita sendiri sehingga akhirnya kita menghalalkan segala cara untuk mewujudkannya.

Selain itu, dalam teori momentum juga dikenal istilah elastivitas yang biasa digunakan jika benda tersebut bertumbukan yang biasanya menjadikan benda tersebut memantul sejauh jarak tertentu dan tidak selalu sejauh jarak awalnya. Dalam kehidupan nyata, elastivitas dapat kita analogikan sebagai takdir atau ketetapan Tuhan. Artinya, meskipun kita sudah memiliki cita-cita dan kita pun sudah berusaha secara maksimal, belum tentu juga hasil yang kita dapatkan akan maksimal.

Oleh karena itu, disinilah letak pentingnya menata hati agar bisa punya niat yang tulus, bisa senantiasa teguh berikhtiar secara istiqomah, dan bisa ikhlas atas semua hasil yang telah Allah berikan sebagai apresiasi atas usaha yang telah kita lakukan. Ingat, tugas kita hanyalah sebatas bercita-cita, berusaha, dan berdo’a. Untuk urusan hasil, pasrahkan dan serahkan semuanya pada yang Maha Kuasa. Satu hal lagi yang perlu anda ingat, Rahmat Allah tidaklah terbatas. Jika anda mau berusaha dan berdo’a, bukan tidak mungkin nilai elastivitas yang Allah berikan akan membuat usaha anda mendapatkan hasil yang jauh lebih banyak dari yang anda harapkan dan usahakan. Maka tetaplah bermimpi besar dan tetaplah berusaha maksimal…

 

Gerak Parabola

Gerak Parabola, titik terjauh dalam kondisi x yang mendatar akan dicapai dengan sudut elevasi sebesar 45 derajat

Hidup dimulai dari titik 0, naik dan berarak membentuk sebuah sudut elevasi tertentu. Pada gerak parabola, ada titik dimana kita naik dan ada pula titik dimana kita akan jatuh. Semakin menuju 45 derajat, semakin menuju pada sebuah keselarasan hidup, dimana relasi antara sesama manusia dan sang pencipta seimbang. Hiduplah selalu pada sudut 45 derajat dengan menjaga keseimbangan antara dunia dan akhirat. Itu adalah kehidupan yang penuh dengan keseimbangan antara Hidupmu dan TuhanMu yang akan membawa ke titik pencapaian maksimum kita. Rabbana atinaa fiddun’ya hasanah, wafilakhiroti hasanah wakina ‘azzaa bannaar. Wallahu’alam bishawab…

 

 

Iklan

One thought on “Memaknai Kehidupan Dengan Ilmu Fisika Mekanika

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s