Berhala Yang Tanpa Sadar Disembah

Oleh: Yoga Permana Wijaya, S.Pd

 Tahukah Anda yang dimaksud dengan idola?. Idola dalam KBBI berarti orang, gambar, patung, dsb yang menjadi pujaan. Idola merupakan kata serapan dari bahasa Inggris “Idol” yang dalam kamus Oxford berarti a person or thing that is loved and admired very much, dan bisa pula diartikan a statue that is worshipped as a god. Yang pertama berarti sesuatu atau seseorang yang sangat dicintai, dan yang kedua dapat berarti patung yang dituhankan namun kedua-duanya dalam bahasa Arab bisa berarti “ilah” yang artinya sesuatu yang sangat dicintai, dipuja dan dituhankan.

Dalam syahadat tauhid yang bermakna “tiada ilah selain Allah” yang maksudnya adalah tiada sesembahan yang patut disembah selain Allah. Namun fenomena yang terjadi belakangan ini, generasi muda muslim mulai teracuni fikirannya dengan figur-figur populer. Ini juga merupakan perang pemikiran dimana musuh-musuh Islam melancarkan metode ini.

Jika kita disodorkan sebuah patung besar kemudian kita disuruh menyembahnya, saya yakin kita tidak akan mau untuk melakukannya. Namun, tanpa kita sadari, ternyata selama ini kita telah disodorkan sebuah “patung hidup” yang kita puja melebihi pemujaan kita terhadap Allah. Misalnya saja waktu adzan tiba, kita masih berada di depan TV melihat acara kesayangan kita, atau melihat artis favorit kita yang sedang tampil, atau tetap asyik mendengarkan lagu favorit dari artis kesayangan. Bukankah ini berarti kita mendahulukan idola daripada Allah ?.

Bukan sampai disitu saja, ada pula remaja muslim yang bertingkah dan berperilaku meniru idolanya meskipun perilaku dari idola tersebut bertentangan dengan etika dan ajaran Islam. Banyak remaja muslim tidak mengetahui apa alasan mereka menyukai seseorang bukan karena akhlaknya, kalau mereka sudah mencintai sesuatu berlebihan maka yang burukpun bisa terlihat bagus.

Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya itu akan diminta pertanggungan jawabnya.(QS Al-Israa’ 17:36)

Idola dapat menciptakan “agama” baru bagi manusia. Ada berapa banyak orang yang mati konyol dikarenakan terinjak-injak saat melihat konser?. Ada berapa banyak orang-orang bodoh dengan fanatismenya membela club sepakbola kecintaannya sehingga harus tawuran dengan suporter sepak bola lain?. Kalau kita sadari, hal ini sama keadaanya berjuang membela berhalanya masing-masing seperti yang dilakukan orang-orang jahiliyah zaman dahulu dimana mereka bertempur satu sama lain demi patung sesembahan mereka.

Mari kita renungkan ini. Apa manfaat yang selama ini kita dapat dari idola kita ?. Apakah Justin Bieber bisa memberi makan ketika kita lapar?. Apakah Boyband SuJu bisa memberi minum ketika kita haus?. Apakah Lady Gaga mengajari kita bagaimana caranya beribadah kepada Allah dengan benar?. Bahkan mereka itu semua di akhirat sibuk untuk mencari bagaimana mereka tehindar dan selamat dari api neraka, dan mereka tidak akan memperdulikan orang-orang yang menjadi fans mereka. Tidak kah kita sadar?.

Allah SWT berfirman:

Kemudian mereka mengambil tuhan-tuhan selain daripada-Nya (untuk disembah), yang tuhan-tuhan itu tidak menciptakan apapun, bahkan mereka sendiri diciptakan dan tidak kuasa untuk (menolak) sesuatu kemudharatan dari dirinya dan tidak (pula untuk mengambil) suatu kemanfaatanpun dan (juga) tidak kuasa mematikan, menghidupkan dan tidak (pula) membangkitkan.(QS Al Furqaan 25:3)

Syaitan itu memberikan janji-janji kepada mereka dan membangkitkan angan-angan kosong pada mereka, padahal syaitan itu tidak menjanjikan kepada mereka selain dari tipuan belaka.(QS An Nisaa 4:120)

 

Idola dalam arti “mencintai dan menjadikannya panutan”

Mengidolakan seseorang secara psikologis merupakan kegiatan pencarian jati diri karena dengan melakukan itu orang menjadi memiliki harapan citra diri yang ideal sesuai dengan citra seseorang yang di idolakannya. Dengan begitu seorang penggemar akan berusaha untuk meningkatkan kualitas dirinya sehingga mendekati citra yang diharapkannya.

Pencarian jati diri sebenarnya selalu dilakukan sepanjang hidup, namun usia remaja dari usia 13 hingga 18 merupakan puncaknya. Tokoh idola itu sangat penting untuk menyalurkan aspirasi remaja. Selama tujuannya untuk pengembangan diri dan kadarnya tidak berlebihan. Akan berbahaya apabila tokoh yang diiidolakan seseorang adalah seorang tokoh yang tidak baik untuk dijadikan sebagai panutan.

Idola memang diperlukan dalam pengembangan kepribadian seseorang. Karena manusia pada dasarnya memang membutuhkan panutan yang bisa menjadi cermin saat harus menentukan apa yang harus dipilih. Memiliki idola memang naluriah tetapi mencari dan menetapkan siapa idola kita, juga harus benar-benar sosok yang luar biasa. Jangan sampai idola kita tersebut malah membuat kita menjauhi kebenaran, semakin dekat dengan keburukan, bahkan membuat kita lalai dari Allah SWT.

Maka dari itu, umat muslim penting mengidolakan dalam arti mencintai dan menjadikan panutan kepada Rasullulah SAW, para Nabi dan orang-orang shaleh seperti yang tertera dalam Al-Quran:

Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah. (QS Al Ahzab 33:21)

Sesungguhnya telah ada suri tauladan yang baik bagimu pada Ibrahim dan orang-orang yang bersama dengan dia; ketika mereka berkata kepada kaum mereka: “Sesungguhnya kami berlepas diri daripada kamu dari daripada apa yang kamu sembah selain Allah, kami ingkari (kekafiran)mu dan telah nyata antara kami dan kamu permusuhan dan kebencian buat selama-lamanya sampai kamu beriman kepada Allah saja… (QS Al-Mumtahanah 60:4)

Saatnya kita untuk berintropeksi diri dan lebih rasional dalam mengambil sebuah tauladan. Apakah artis, grup band, boy band/girl band yang layak dijadikan tauladan?. Mengidolakan seseorang atau nge-fans memang bukan hal yang terlarang. Namun jangan sampai rasa cinta kita setara apalagi melebihi rasa cinta kepada Allah SWT. Lantas Siapakah yang kita idolakan selama ini?.

Barangkali kita juga sering mencemooh orang yang menyembah berhala, ngalap berkah kepada kuburan, meminta hajat kepada benda pusaka dsb. Padahal kita sendiri telah musyrik dengan menyembah berhala yang berbeda bentuk/objeknya. Astagfirullah…

Wallahu a’lam Bishawab.

Referesensi:

Hannasislam.wordpress.com Jangan salah Pilih Idola!. diakses 23 Februari 2014

Unoviana Kartika. Idoling bentuk pencarian jati diri remaja. Kompas.com. Minggu 18 Desember 2013.

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s