Belajar Arti Kehidupan Dari Alam Semesta

Ujung alam semesta yang mampu diamati dari bumi sejauh 93 miliar tahun cahaya (dalam 1 detik cahaya mampu merambat 300.000 km). Ukuran alam semesta begitu besarnya sehingga kita belum mengetahui secara pasti jarak ujungnya. Hal ini dikarenakan lambatnya kecepatan cahaya dibandingkan skala alam semesta itu sendiri. Ukuran bumi dilihat dari luas permukaan daratan dan lautan keseluruhannya adalah 510.072.000 km2. Ukuran bumi sangat fantastis dibandingkan seorang manusia, tetapi bukan apa-apa dibandingkan alam semesta itu sendiri. Dari sini kita sadari, bahwa diri kita sebagai manusia merupakan makhluk kecil dengan berbagai keterbatasan.

Apabila kita berdiri selama 1 jam di bus kendaraan umum terasa amat lama dan cukup membuat pegal, tak akan terbayang begitu lamanya alam semesta berdiri. Alam semesta sudah berdiri sejak lebih dari 13 miliar tahun. Bumi tercipta saat alam semesta berumur 9,2 miliar tahun. Saat ini umur bumi sudah 4,6 miliar tahun. Kehidupan dibumi muncul sejak 3,5 miliar tahun. Manusia modern (homo sapiens) baru saja muncul 150 ribu tahun lalu. 150 ribu tahun merupakan angka yang sangat lama dibanding angka maksimal umur manusia yang mencapai 120 tahun. Akan tetapi sangat tidak berarti dibandingkan umur kehidupan dibumi itu sendiri, apalagi dibandingkan umur alam semesta.

Umur kita dibandingkan alam semesta hanyalah setitik debu diantara pasir pantai. Kita berada di dunia ini ibarat kedipan mata. Hal itulah yang membuat hidup kita sangat berharga. Karena hidup sangat singkat dan terbatas. Adalah sebuah kebodohan tiada tara ketika kita mengisi hidup dengan hal yang sia-sia. Maka sudah sepatutnya kita menikmati hidup ini dengan mensyukuri segala nikmat yang telah Tuhan berikan, mari sekarang juga kita menebar banyak kebaikan di muka bumi ini…

Credit Ilustrasi: http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/6/6f/CMB_Timeline300_no_WMAP.jpg/600px-CMB_Timeline300_no_WMAP.jpg

Iklan

2 thoughts on “Belajar Arti Kehidupan Dari Alam Semesta

  1. Alam semesta selalu patuh kepada Allah swt.tetapi kebanyakan manusia itu ingkar alias tak pandai bersyukur.kadang saya berpikir bahwa manusia itu bukan setitik debu,tapi tak ada.bukankah perbedaan antara orang yg mengingat Tuhannya dan yg tak mengingat Tuhannya,ibarat orang hidup dan orang mati ?.

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s