Jawaban Paradoks Sifat Maha Mengetahui Tuhan

Tulisan yang saya utarakan adalah menjawab paradoks yang muncul dari sifat maha mengetahui Tuhan. Jika Anda punya jawaban yang lebih baik, silahkan utarakan.

Tulisan ini adalah sebagai pembuktian logika bahwa Tuhan itu ada. Harap jangan menafsirkan dan membacanya setengah2.  Karena merupakan penjabaran dari jawaban logika yg menampik ketiadaan Tuhan. Saya hanya ingin berbagi, mohon maaf apabila menimbulkan prasangka bagi Anda, semoga bermanfaat.

Pengantar

Suatu ketika seorang guru agama menjelaskan tentang sifat kemaha tahuan Allah. Disela pelajaran tersebut seorang murid bertanya.

“Mengapa kita harus masuk neraka padahal Allah sudah mengetahui dosa-dosa kita sebelum kita di ciptakan…?, dan bukankah Allah juga sudah mengetahui seseorang akan masuk neraka atau surga..?  lalu mengapa kita harus dihukum..?

Guru agama itu menjawab.

“Kita masuk neraka karena dosa-dosa yang kita perbuat”,

lalu guru agama itu bercerita tentang masalah takdir bahwasannya ada takdir yang bisa diubah, murid tadi pun kembali bertanya.

“Apakah Allah mengetahui takdir yang akan diubah manusia..?”

Guru sang murid menjawab

“Iya karena Allah maha mengetahui segala sesuatu.”

“Kalau begitu tidak ada takdir yang dapat diubah karena Allah sudah mengetahuinya, berarti Allah juga yang menetapkan manusia masuk neraka atau surga karena Allah mengetahui sebelum manusia diciptakan, lalu mengapa manusia dihukum atas semua yang ditetapkan Allah, apakah ini adil bagi manusia..?”

Guru itu terdiam sambil mengerenyitkan dahinya, murid tersebut bertanya kembali.

“Mengapa Allah menguji manusia? bukankah Allah itu maha tahu, dia sudah tahu apa yang belum terjadi dan sudah terjadi. Semuanya. Bukankah tanpa menguji Allah sudah tahu apa yang akan terjadi dengan manusia itu, sudah tahu bahwa manusia itu akan ingkar atau menyembahNya, sudah tahu bahwa manusia itu akan semakin buruk atau semakin baik”.

Guru itu menjawab, dengan membacakan surat Al Baqarah ayat 30

“Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada para Malaikat: ‘Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi.’ Mereka berkata: ‘Mengapa Engkau hendak menjadikan (khalifah) di bumi itu orang yang akan membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah, padahal kami senantiasa bertasbih dengan memuji Engkau dan mensucikan Engkau?’ Tuhan berfirman: ‘Sesungguhnya Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui.’

Maka biarkanlah hal itu menjadi rahasia Allah, sebab kita tidak boleh mempertanyakannya”,

murid tadi kembali menjawab.

“Rahasia yang telah diungkapkannya dalam kitab-kitab Nya untuk saling membenci, untuk saling membunuh dan memerangi yang dianggap kafir, padahal semuanya Allah yang menetapkan dan diketahui-Nya sebelum alam semesta diciptakan, apakah Allah suka akan pertumpahan darah manusia yang ditonton-Nya diatas singgasana kebesaran-Nya, apakah Allah suka menyiksa manusia di dalam neraka, apakah ini adil untuk kita..?”.

Dengan Nama Allah Yang Maha Pengasih dan Penyayang

Pertanyaan utama dari hal ini adalah:

A. Apakah Tuhan Maha Mengetahui Segala Sesuatu ?

B. Mengapa Tuhan Menguji Manusia?

Jawaban Pertanyaan A. Apakah Tuhan Maha Mengetahui Segala Sesuatu:

Al Quran:

2:29. Dan Dia Maha Mengetahui segala sesuatu. 24:35, 49:16 dll.

6:59. Dan pada sisi Allah-lah kunci-kunci semua yang ghaib; tidak ada yang mengetahuinya kecuali Dia sendiri, dan Dia mengetahui apa yang di daratan dan di lautan, dan tiada sehelai daun pun yang gugur melainkan Dia mengetahuinya (pula), dan tidak jatuh sebutir biji-pun dalam kegelapan bumi, dan tidak sesuatu yang basah atau yang kering, melainkan tertulis dalam kitab yang nyata (Lauh Mahfudz)”

10: 61. Kamu tidak berada dalam suatu keadaan dan tidak membaca suatu ayat dari Al Quran dan kamu tidak mengerjakan suatu pekerjaan, melainkan Kami menjadi saksi atasmu di waktu kamu melakukannya. Tidak luput dari pengetahuan Tuhanmu biarpun sebesar zarrah (atom) di bumi ataupun di langit. Tidak ada yang lebih kecil dan tidak (pula) yang lebih besar dari itu, melainkan (semua tercatat) dalam kitab yang nyata (Lauh Mahfuzh).

57:22. Tiada suatu bencanapun yang menimpa di bumi dan (tidak pula) pada dirimu sendiri melainkan telah tertulis dalam kitab (Lauhul Mahfuzh) sebelum Kami menciptakannya. Sesungguhnya yang demikian itu adalah mudah bagi Allah.

Kesimpulan: Ayat2 ini menyebutkan kalau Allah maha mengetahui segala sesuatu dan telah menuliskanya di lauhul mahfuzh.

Dilema A1:

Apakah sebelum menguji Tuhan sudah tahu apa yang terjadi nanti dengan manusia yg Dia uji, apakah akan menjadi lebih baik atau lebih buruk, menjadi semakin beriman atau malah kafir?

Jawaban:

  • Tuhan pasti tau sblm mencptkan qta apakah msk surga/neraka, tp blk lg k manusia.nya apakah mau berubah/tdk? sehingga ksmptan tuk msk surga terbuka lbar bagi manusia yg mau berubah&merubah cara hdp.nya d dunia,

Dilema A2:

Kalau begitu, tidak ada yg namanya takdir yang bisa dirubah, karena Allah sudah tahu apa yg akan terjadi , berarti Allah juga yang menetapkan manusia masuk neraka atau surga karena Allah mengetahui sebelum manusia diciptakan dan Allah telah menciptakan kita. Termasuk kisah Adam dan Iblis yang melakukan kesalahan bukankah Allah sudah tahu bahwa Adam atau Iblis akan melakukan kesalahan ?.

Jawaban Dilema A2:

  • ada yg bilang.. dunia ini panggung sandiwara, sgla sesuatu sudh di atur, dan kita tinggal mnjlani apa yg d beri, sm sprti tuhan, mgkin dia sudh tau apa yg dia lakukan.. untk makhluk,y..

Dilema A3:

lalu mengapa manusia dihukum atas semua yang ditetapkan Allah, apakah ini adil bagi manusia..?

“jika Tuhan mengetahui segala sesuatu berarti sebelum Tuhan menciptakan makhlukNya, Tuhan sudah mengetahui akan masuk neraka atau surga makhluk yang akan Tuhan ciptakan tersebut. Tetapi Tuhan sengaja tetap menciptakan orang yg akan masuk neraka. Apakah hal tersebut adil bagi manusia?” kalau maha mengetahui segala sesuatu berarti ada unsur kesengajaan bahwa Tuhan itu menghukum manusia masuk neraka/membuatnya menderita/membuat pertumpahan darah didunia dll. artinya, Tuhan gak lebih anak kecil kesepian yg main boneka, Dia hanya bersandiwara.

Jawaban Dilema A3:

Kalo maksudnya perang, jelas juga disuruh, tp emang kenapa? Bukankah Dia berfirman kurang lebih kek gn, “mudah bagiku menjadikan kalian (manusia) satu bangsa, satu agama”. Tp apa ramenya? Tuhan pernah nyoba itu sm malaikat, gak ada pertumpahan disana, boring, makanya diciptakan manusia

contoh Tuhan tau apa yg akan terjadi tp tetap Dia lakukan cobaanya: manusia, adam, diciptakan khusus buat jadi khalifah di bumi, adam dicobai gak boleh makan buah pengetahuan, Tuhan tau adam akan makan, Tuhan hukum adam turun ke bumi. Lah kan pada awalnya juga emang mau diturunin ke bumi kan buat jadi khilafah

Dilema A3, 1:

Tuhan kok “boring” sih..?

Berarti Tuhan itu sama saja dengan manusia?

Jawaban Dilema A3,1:

oh, maaf harusnya Maha Boring ya? Tuhan Maha Mengetahui, manusia mengetahui, Tuhan Maha Mendengar, manusia mendengar, bukan berarti disama2kan kan?

Dilema A3, 2:

bukan. kalau Anda sadar, yg barusan itu mengkerdilkan Tuhan Anda sendiri.

jadi Tuhan bisa disebut Maha Cabul, Maha genit, maha beranak.. gitu?? Tentu tidak!

Kesimpulan Dilema A:

  • Tuhan ada dan mengetahui segala sesuatu, namun itu artinya Tuhan tidak lebih seperti anak kecil kesepian yang bermain boneka. Akan terkikis sifat maha baik dan sifat maha adilNya.
  • Tuhan yang seperti itu hanya buatan pikiran manusia karena memiliki keterbatasan, alias Tidak Ada.

Jawaban Pertanyaan B. Mengapa Tuhan Menguji Manusia?

Al Quran:

67:2. …Yang menjadikan mati dan hidup, supaya Dia menguji kamu, siapa di antara kamu yang lebih baik amalnya.

47:31. …Dan sesungguhnya Kami benar-benar akan menguji kamu agar Kami mengetahui orang-orang yang berjihad dan bersabar di antara kamu, dan agar Kami menyatakan (baik buruknya) hal ihwalmu.

18:17. …Sesungguhnya Kami telah menjadikan apa yang di bumi sebagai perhiasan baginya, agar Kami menguji mereka siapakah di antara mereka yang terbaik perbuatannya.

11:7 Dan Dia-lah yang menciptakan langit dan bumi dalam enam masa, dan adalah singgasana-Nya (sebelum itu) di atas air, agar Dia menguji siapakah di antara kamu yang lebih baik amalnya…

Kesimpulan: “Tuhan memberikan ujian untuk mengetahui mana yang paling baik amalnya.”

Dilema B1:

Ibaratnya saya guru dan Anda dkk murid, lalu karena saya belum tahu Anda dkk itu sudah paham ilmu yg saya berikan, maka saya ngasih soal ujian buat kalian..

nah, itu artinya saya sebagai guru “memberikan soal ujian, untuk mengetahui mana yang paling baik nilainya”.

sebelumnya saya nggak tahu mana orang yg paling baik nilainya itu..

Kesimpulan Dilema B:

  • Tuhan ada tetapi Tidak maha tahu segala sesuatu.
  • Akan muncul kontradiksi di dalam Al Quran. Antara ayat yang mengtakan bahwa Tuhan maha mengetahui segala sesuatu, dan alasan mengapa Tuhan menguji manusia.
  • Al Quran dan Tuhan yang seperti itu hanya buatan pikiran manusia karena memiliki keterbatasan, dan Tuhan itu Tidak Ada.

Jawaban Dilema B1:

Sebenarnya Sudah dijawab oleh sahabat semua, namun belum menjawab dilema yang nanti akan muncul kembali.

Pendapat yang saya kurang setuju:

  • Tuhan maha Tau. Terus buat apa kita dicobai? Biar ada aksi reaksi, biar ada alesan buat terjadi, biar ada alesan buat masuk surga ato neraka.
  • krna Tuhan ingin tau sberpa bsar keimanan qta dlm mnghadapi ujian dari.NYA

mengapa tidak setuju?

  • Kalau sekedar buat alasan masuk surga atau neraka dan Tuhan tahu, maka Tuhan itu sengaja menjebloskan ciptaannya sendiri dari awal untuk masuk ke surga dan keneraka.
  • Kalau Tuhan ingin tahu, berarti Tuhan pada saat itu belum tahu, artinya Tuhan tdak mengetahui segala sesuatu.

Pendapat yang saya setuju:

  • agar manusia bs menjd lbih kuat menghdpi hdp ne,,,dan Tuhan menguji manusia sesuai kadar kemampuanx.
  • itu adl slah stu cra Tuhan buat ngngetin manusia. Kalau Tuhan itu ada.
  • Unt meningkatkan drajat manusia
  • Agar_manusia_biza_berfikir_bagaimana_cara_menyelesaikan_masalah_ittuw_dan_Meningkatkan_KeTAQWAAN_manusiaa
  • Wallahu a’lam.” Hanya Allah Yang Maha Mengetahui,,nalar dan logika saya… tidak sampai untuk menjelaskannya.
  • “gurunya memberikan soal ujian untuk mengetahui nilai muridnya, bukan berarti gurunya gak tau yang paling baik diantara muridnya, dia hanya memberikan nilai berdasarkan bagaimana muridnya menyelesaikan ujian itu, bukan muncul begitu saja”.

dari jawaban Dilema 1, didapatlah kesimpulan tentang kebenaran “Tuhan mengetahui segala sesuatu”.

Dilema B2:

nah jadi secara tidak langsung kalau Tuhan sudah tahu, maka sebelum kita diciptakan, Tuhanlah yg menentukan mana yg masuk neraka dan mana yg masuk surga. kenapa?

coz sebelum kita diciptakan Tuhan sudah tahu mana yg kelak akan masuk surga dan neraka atau mana yg bakal jadi penjahat dan orang baik, walaupun sudah tahu makhluknya akan jadi penjahat dan masuk neraka, tetapi Tuhan tetap menciptakannya.

nggak bakalan jadi masalah buat makhluk tersebut kalau ternyata akan jadi orang baik dan masuk surga, permaslahannya adalah yg bakal jadi penjahat dan masuk neraka itu. Adilkah buat makhluk yg masuk neraka dan jadi orang jahat?

jadi logikanya Tuhan itu sengaja menentukan dan memilih makhluk yg nanti dimasukan ke neraka dan surga menurut kehendakNya dari awal, mengapa begitu?

kalau tahu dan melakukan suatu hal, itu artinya disengaja.

berbeda kalau tidak tahu akan tetapi melakukan suatu hal, bisa berarti nggak disengaja atau bisa juga ceroboh. Tuhan nggak mungkin tidak maha tahu segala sesuatu dan ceroboh kan?

karena hal tersebut, akibatnya kita masuk surga dan neraka karena sepenuhnya untung2ngan kehendak Tuhan saja. ya, walaupun ada kehendak kitanya juga disitu, tetapi sebenarnya kehendak kita tersebut sudah jadi takdirnya Tuhan dari awal.

kira2 adil gak yg seperti itu?,

Jawaban Dilema B2:

  • adil gak adil urusan Tuhan, dia yang punya kita, apapun yang mau Dia lakukan ke kita ya itu hak preogratif Dia, gak adil menurut manusia, menurut Tuhan sih ya gak masalah. Peternak sapi motong sapinya,… ya kalo diliat dari sudut pandang sapi ya gak adil, udah diperes susunya, dikawinin, eh disembelih juga, kata peternaknya ya gak masalah, itu sapi2 gw.
  • kalo kata manusia ya gak adil, 1 jadi rasul, 1 jadi ahli neraka. kalo kata Tuhan ya adil2 aja, terserah Dia
  • ada yang dinamakan qada dan qadar, sesuatu hal kaya masuk neraka/surga itu bukan perkara yang mutlak tidak bisa diubah, Tuhan memberikan pilihan pada manusia mau masuk surga/neraka. Dimananya gak adil sih? Jika anda cinta Tuhan, dan bukan takut, anda akan rela ditempatkan dimana saja tidak peduli surga atau neraka, itu sudah merupakan konsep Devoted, para sufi tau benar akan hal itu. Itu tingkatan tertinggi dalam konsep pengenalan Tuhan. Jika anda mencintai seseorang misalnya, anda rela menderita untuknya, kerja keras banting tulang tiap hari, mengabulkan semua kehendaknya walau itu berat, tapi jika hal itu didasari rasa cinta bukan takut, ya terasa adil2 saja, enak2 saja, ikhlas2 saja.

Dilema B3:

kalau anda masih anggap Tuhan itu adil anda sebenarnya masih belum melepaskan paradoks Tuhan itu tak lain hanya anak kecil kesepian yg bermain boneka, Dia hanya bersandiwara.

Secara tidak langsung juga Anda menkerdilkan sosok TuhanNya yang maha adil. Arti maha adil kan seharusnya adil juga buat semuanya.

Memang benar kalau Tuhan maha Kuasa, apapun yang Tuhan lakukan pada kita, kita gak bisa pungkiri/protes. Namun dibalik maha kuasa Tuhan itu tersimpan sifat yang kerdil,

Jawaban Dilema B3:

Syarat.

1.       harus paham dulu dilema yang saya sebutkan dari awal. Kalau belum paham silahkan kembali ke awal.

2.       mengerti konsep infinite/tak terhingga. Kalau belum mengerti silahkan baca tautan ini, smoga Anda mengerti  http://translate.google.co.id/translate?hl=id&sl=en&u=http%3A%2F%2Fen.wikipedia.org%2Fwiki%2FInfinity&ei=G1nnTKS0JZSuvgOKur3CCA&sa=X&oi=translate&ct=result&resnum=1&ved=0CCIQ7gEwAA&prev=%2Fsearch%3Fq%3Dinfinity%2Bwikipedia%26hl%3Did%26client%3Dfirefox-a%26hs%3DLXg%26rls%3Dorg.mozilla%3Aen-US%3Aofficial

3.       Harus tahu dulu bahwa alam semesta ini bukan hanya ada 1, melainkan ada banyak. Kita hanya menempati salah satu bentuk alam semesta yang terdiri dari 11 dimensi.  (yang penting anda paham bahwa alam semesta ini tidak hanya satu dan Tuhan pastilah tidak terbatasi oleh ruang semesta, sudah cukup).http://translate.google.co.id/translate?hl=id&sl=en&u=http%3A%2F%2Fen.wikipedia.org%2Fwiki%2FM-theory&ei=LWbnTKv9GIPKvQP44InCCA&sa=X&oi=translate&ct=result&resnum=1&ved=0CCkQ7gEwAA&prev=%2Fsearch%3Fq%3DM-Theory%26hl%3Did%26client%3Dfirefox-a%26hs%3Dc41%26rls%3Dorg.mozilla%3Aen-US%3Aofficial%26prmd%3Dvib

4.       Harus paham dulu konsep dan waktu yg sebenarnya, tahukan relativitas dlm fisika?. Anda harus menghilangkan konsep waktu didalam pikiran anda. http://filsafat.kompasiana.com/2010/09/25/waktu-adalah-ilusi/-12

Kebanyakan orang kesulitan di no 4.

Jawaban Dilema B3:

Saya anggap orang yg baca sudah mengerti tentang hakikat waktu yang sebenarnya hanya ilusi (relativitas) dan paham bahwa kemungkinan besar alam semesta itu bukan hanya ada satu, alam semsta yg kita tempati terdiri dari 11 dimensi, kita berada dialam semesta yg berbentuk 4 dimensi nyata dan 7 dimensi tersembunyi (M-Theory).

Tuhan berada diluar dimensi itu semua. berada diluar ruang alam semesta, diluar dimensi waktu. Oleh karena itu untuk memahami hal ini pikiran kita harus keluar dari dimensi waktu. apa yg ada di alam semesta ini adalah dualitas, saling berpasangan. kita misalkan, kalau ada yg buruk pastilah ada yg baik. anda tidak akan bisa memahami pengertian baik tanpa ada pengertian buruk. berbeda dgn Tuhan, Tuhan itu adalah yg tunggal.

Karena hal tersebut, bagi Tuhan tidak ada kata SUDAH dan BELUM. bagi Tuhan yg ada hanya SEDANG, SEDANG tanpa ada SUDAH dan BELUM. posisi SEDANG yang saya maksud adalah seperti TIDAK PERNAH BERAWAL dan TIDAK PERNAH BERAKHIR mirip konsep infinite, nah jadi nggak ada yg namanya BELUM dan SUDAH bagi Tuhan.

Ibaratkan waktu itu seperti bilangan integer (bulat). kalau dalam integer, anda pikirkan Tuhan itu berada di posisi angka 0 apapun yg terjadi, selalu diangka 0 karena berada diluar konsep waktu. sedangkan berbeda dgn yang terjadi dengan kita, karena berada dlm konsep waktu maka kita tidak akan selalu berada di posisi 0, dengan kata lain akan relatif berada diposisi mana saja dan terus bergerak positif.

Mengapa kita harus menghilangkan kata “sudah” dan “belum” ? karena kalau ada kata SUDAH berarti hal tersebut masih terdiri dari dualitas, SUDAH itu kebalikannya dari BELUM, begitupun sebaliknya. Ingat Tuhan itu adalah satu2nya yg tunggal..

Nah jadi konsekuensinya kalau dimasukan kekonsep maha mengetahui, maka bisa dikatakan bahwa Tuhan itu SEDANG mengetahui.. Tuhan sedang mengetahui tahun 2000, Tuhan sedang mengetahui tahun 2010, dan Tuhan sedang mengetahui tahun 2020.. Maka posisi Tuhan adalah bisa di tahun 2000, bisa di tahun 2010, dan bisa di tahun 2020.. Artinya, Tuhan bisa berada di mana saja dan mengetahui apa saja sepanjang garis waktu tersebut terbentang..

Maka dapat diartikan: Tuhan SEDANG berada di tahun manapun Tuhan SEDANG berkehendak di tahun manapun Tuhan SEDANG mengetahui kejadian di tahun manapun Sehingga disimpulkan Tuhan maha mengetahui..

Karena hal ini pula, maka bagi Tuhan segalanya yg diketahui tersebut bukan berarti yg “telah”  ditetapkan. karena tidak pernah ada istilah sebelum dan sesudah…. yang ada hanyalah Tuhan SEDANG menetapkan tanpa pernah ada kata BELUM menetapkan dan SUDAH menetapkan.

Jika anda mengerti ini, maka anda akan mengerti bahwa Tuhan itu memang mengetahui awal, proses dan akhir perjalanan makhlukNya, akan tetapi tidak ada yang namanya sudah ditetapkan bagi Tuhan kepada manusia, akan tetapi ada yg namanya sudah ditetapkan oleh Tuhan bagi sudut pandang manusia. Karena bagi Tuhan segalanya adalah sedang terjadi tanpa ada kata telah dan belum. Disinilah arti Tuhan maha mengetahui segala sesuatu, akibatnya juga takdir bagi makhluk dari Tuhannya itu bergantung juga kehendak makhluk tersebut yg berada di dalam waktu tertentu dan ruang tertentu. Maka sebenarnya takdir itu sifatnya Fleksibel karena kita sebagai makhluk itu berjalan paralel dengan banyak sekali kemungkinan takdir bahkan tak terhingga yang bisa disesuaikan oleh kehendak diri kita sendiri.

adapun mengenai apa yang tertulis di lauhul mahfudz adalah ttg segala macam kosntanta hukum alam dan perhitungan mengenai alam semesta yg kita tempati dan berada didalam konsep waktu.

bagaimana alam ini yg “kita tempati” terbentuk sampai hancurnya itu yg tertulis di lauful mahfudz.

Oleh karena itu “Tiada suatu bencanapun yang menimpa di bumi dan (tidak pula) pada dirimu sendiri melainkan TELAH tertulis dalam kitab (Lauhul Mahfuzh) SEBELUM Kami menciptakannya.”

wallahualam bisahwab.

Jika anda memahami maksudnya, maka segala macam paradoks/dilemma yang muncul akan terjawab.

Eits masih ada satu lagi.

Loh jawaban mengenai mengapa Tuhan menguji manusianya kemana?

Jawabannya sudah terjawab di atas, kita tulis kembali:

  • “Tuhan memberikan ujian untuk mengetahui mana yang paling baik amalnya”, dengan catatan Anda memahami jawaban seluruh dilemma
  • agar manusia bs menjd lbih kuat menghdpi hdp ne,,,dan Tuhan menguji manusia sesuai kadar kemampuanx.
  • itu adl slah stu cra Tuhan buat ngngetin manusia. Kalau Tuhan itu ada.
  • Unt meningkatkan drajat manusia
  • Agar_manusia_biza_berfikir_bagaimana_cara_menyelesaikan_masalah_ittuw_dan_Meningkatkan_KeTAQWAAN_manusiaa
  • Wallahu a’lam.” Hanya Allah Yang Maha Mengetahui,,nalar dan logika saya… tidak sampai untuk menjelaskannya.

Semuanya adalah benar dari sudut pandang manusia.

Namun, karena hal ini menanyakan alasan Tuhan menguji manusia, alias menyangkut PikiranNya Tuhan, Maka jawaban yg paling logis mengenai alasan Tuhan menguji tersebut adalah:

  • Wallahu a’lam.” Hanya Allah Yang Maha Mengetahui,,nalar dan logika saya… tidak sampai untuk menjelaskannya.

Kenapa disebut yg paling logis?.

Karena jawaban lainnya dalam hal ini akan menempatkan diri keposisi pikiran anda sebagai manusia yang menjawab, Bukan pikiran Tuhan.

Jika diketahui,

Pikiran Tuhan = T

Pikiran Manusia = M

Maha mengetahui  = P

Premis 1: Pikiran Tuhan maha mengetahui  (T^P) premis ini nilainya Benar

Premis 2: Pikiran Manusia tidak maha mengetahui (M^~P) premis ini nilainya Benar

Bisakah pikiran manusia mengetahui pikiran Tuhan ?

Manusia yang mau mengetahui pikiran Tuhan, harus setara dulu dengan Tuhan (M^P)  sedangkan mau bagaimanapun, secara logika P =/= ~P

Tampaknya terlalu sederhana, namun begitulah adanya.

Wallahualam Bisahwab..

Quote:

Ada sifat sombong didalam diri manusia yg mengaku beriman. Yaitu meyombongkan diri bahwa dirinyalah yang paling benar. Padahal iblis dikutuk bukan karena kafir dari Tuhan, melainkan sombong, merasa dirinya adalah yang paling.

Terkadang hal ini tak lebih hanya menimbulkan kekacauan.

…tidak jadi masalah kalau yang beriman tersebut tidak berefek reaktif untuk melakukan hal2 buruk terhadap orang yg tidak beriman.

apakah sudah diusahakan terlebih dahulu merangkul orang2 yg tidak beriman, memahaminya, karena siapa tahu orang yang tidak beriman itu bukan ingkar, melainkan belum paham.

alangkah baiknya apabila kita bisa menuntunya ke arah yg baik. tentu butuh kesabaran karena menuntun ke arah kebaikan adalah hal yg sulit.

Iklan

19 thoughts on “Jawaban Paradoks Sifat Maha Mengetahui Tuhan

  1. Apa Ini Pendapat Anda Sendiri Atau Pendapat Para Ulama Yang elah Mepelajari Al-Qur’an…?

    Jika Tuhan Sedang Melalukuan Sesuatu Dan Semua Yang ada lauful mahfudz Di Katakan Sudah Di Tulis Tapi Katamya Tuhan Sedang Melakukan MAna Yang Benar Apakah Ada Sudah Atau Selamanya Sedang…?

    Suka

    • Pendapat saya sendiri.
      Pendapat para ulama adalah berbeda2 ttg hal ini.

      Tidak ada yang namanya sudah ditetapkan bagi Tuhan kepada manusia, akan tetapi ada yg namanya sudah ditetapkan oleh Tuhan bagi sudut pandang manusia.

      Suka

  2. W Salut Sama Jawaban Lho, Tapi Pendapat Lho Ini Bertentangan Dengan Pendapat para Ulama Lainnya Dimana Lho Juga Akan Di Anggap Sesat Karena TidakSesuai dengan Pendapat Ulama, Seperti Lho Membuat Aliran Baru Tentang Takdir Tuhan….

    Suka

      • Islam tidak sedangkal itu, kalau jelas melanggar rukun iman dan islam, barulah bisa dikatakan sesat.
        Saya sudah tanyakan hal ini ke beberapa ulama.

        Faham/Aliran dalam hal takdir itu ada 3.

        1. Faham Qadariyah;
        Bahwa apapun yg dijalani oleh manusia di muka bumi ini dan di akhirat nanti adalah segala-galanya ‘sdh ditetapkan’ oleh Allah, dan manusia harus rela menerimanya.

        2. Faham Jabariyah;
        Bahawa apapun yg dijalani oleh manusia di muka bumi ini adalah segala-galanya tergantung dari segala daya upaya manusia itu sendiri tidak ada intervensi dari Allah dan penghakiman Allah di kehidupan akhirat nanti sangat tergantung dari hasil segala amal ibadah manusia ketika masih di dunia.

        3. Faham Campuran keduanya:
        Meliputi;
        a. Takdir (Qadar = Ketetapan Allah)
        Bahwa Allah sudah menetapkan takdir manusia yg sudah tidak bisa di ubah2 itu hanya meliputi 3 perkara saja, yaitu;
        1) Maut –>> dalilnya [QS 3:185]
        2) Jodoh –>> dalilnya [QS 30:21]
        3) Rizki –>> dalilnya [QS 34:24]
        b. Nasib (Qodo’ = Ketentuan Allah)
        Bhw Allah memberi kebebasan seluas2nya kepada manusia utk berusaha demi kehidupannya di dunia maupun di akhirat.

        Dari jawaban paradoks yg saya utarakan diatas menyiratkan kalau takdir bagi sudut pandang manusia itu adalah paling sesuai dgn paham yg no 3.

        Suka

      • Justru Paham No. 3 Lah Yang Ga Seimbang (Terihatnya Tuhan Yang Tidak Tegas). Dimana Tuhan Maha Tahu, Tapi Manusia Dapat Bebas Berbuat, Padahal Tuhan Sudah Mengetahui Semuanya Ini Menunjukan Tuhan Itu Berbohong Tentang Kebebaan Yang Di Berikan Manusia, Atau Memang Tuhan Itu Tidak Maha Tahu…?

        Tuhan Sedang Melakukan Jadi Tuhan Tidak Mengetahui Akhir Dari Semuanya Karena Apa Yang Di Ketahui Tuhan Sedang Terjadi…? Apa Kah Adanya Akhir Dari Semuanya Jika Tuhan “Sedang”. Apakah tuhan Juga Sedang Melihat Siapa Saja YAng di Siksa Di Neraka Karena Semua Dosa0Dosa Yang Di Kerjakan Seseorang Di Dunia Yang Juga “Sedang Dia Tonton”…? Lalu Di Mana Letak Kebebasan Pilihan Manusia..?

        Suka

      • tidak ada akhir bagi Tuhan, diatas sudah dijelaskan. Ada akhir adalah dari sudut pandang manusia. Anda belum paham, hilangkan konsep waktu didalam pikiran anda.

        baca kembali bagian ini:
        tidak ada yang namanya sudah ditetapkan bagi Tuhan kepada manusia, akan tetapi ada yg namanya sudah ditetapkan oleh Tuhan bagi sudut pandang manusia. Karena bagi Tuhan segalanya adalah sedang terjadi tanpa ada kata telah dan belum. Disinilah arti Tuhan maha mengetahui segala sesuatu, akibatnya juga takdir bagi makhluk dari Tuhannya itu bergantung juga kehendak makhluk tersebut yg berada di dalam waktu tertentu dan ruang tertentu. Maka sebenarnya takdir itu sifatnya Fleksibel karena kita sebagai makhluk itu berjalan paralel dengan banyak sekali kemungkinan takdir bahkan tak terhingga yang bisa disesuaikan oleh kehendak diri kita sendiri.

        Suka

    • Saya coba dengan logika saya.

      Saya setuju dengan Bung Yoga hilangkan dulu konsep waktu.
      Karena tuhan tidak terpengaruh dengan ciptaaaNya sendiri. Waktu kan ciptaan Allah. Jadi kalau dibenturkan dengan waktu maka anda yang blunder sendiri.

      Kalau anda bertanya “Apakah tuhan Tahu Akhir Dari Dirinya Sendiri…?”
      Anda masih terjebak dengan konsep waktu. Ada awal, ada ahir. Kalau tuhan tidak bergantung pada ciptaaNya. Termasuk waktu. So jangan anda bertanya begitu. Anda akan blunder sendiri.

      Bagi saya segala sesuatu menunjukan tuhan itu ada. Termasuk keterbatasan saya.

      Suka

  3. ternyata sy tidak sendiri…
    saya salut ma yg pny blog ini…anda tidak hanya (sekedar) menerima ilmu agama yg diturunkan dari ortu anda. kita juga berhak mencari tau lebih jauh (dalam) “semua itu”. karena saya yakin…ulama saja tidak cukup…dan saya yakin tuhan sudah menetapkan sifat (pemikiran) seperti ini kepada saya / anda. Dan saya yakin tuhan dalam keadaan sadar saat memberikan pemikiran seperti ini kepada kita.

    Suka

  4. Mengapa Tuhan menguji kita? Padahal Dia Maha Tahu.
    Ya Tuhan sudah tahu mana yg akan masuk neraka dan yg masuk surga. Tapi, kita tidak pernah tahu siapa manusia yg akan masuk surga atau neraka. Bahkan, diri kita sendiri saja tidak tahu akan singgah dimana di akhirat kelak. Bahkan 1 detik yg akan datang pun kita tidak tahu apa yg akan kita lakukan. Walau sekarang kita tengah berencana tapi tetap saja rencana itu kita tidak tahu akan berjalan sesuai planning.
    Karena ketidaktahuan kita itulah, makannya kita berdoa kepada Tuhan Yang Maha Tahu supaya kebaikan yang kita dapatkan di masa sekarang dan yang akan datang.
    Sesungguhnya tidak pantas bagi kita menghakimi Tuhan dengan mengatakan bahwa seharusnya Tuhan itu begini dan begini.
    Jika kita menalar Tuhan dengan otak kita maka sifat-sifat Tuhan akan berubah menjadi produk pemikiran manusia. Padahal Tuhan tidak pernah seperti yang kita sangkakan. Pengetahuan kita tentang Tuhan hanya sebatas apa yang Dia informasikan di dalam Al-Quran. Dan informasi dari Al-Quran itu sudah pas untuk ukuran akal manusia, tidak kurang dan tidak lebih. Jika kita ingin lebih tahu lagi tentang Tuhan diluar dalil yang ada, maka siap-siap saja keblinger. Karena akal kita tidak sampai.

    Suka

    • Iya… tapi pikiran itu nylonong sendiri… kalau boleh milih mah mending jangan terlintas pertanyaan macam gini…. puyeng.. akhirnya yang paling pas ya Wallahu a’lam.” Hanya Allah Yang Maha Mengetahui,,nalar dan logika saya… tidak sampai untuk menjelaskannya.

      Suka

  5. Jika TUHAN Maha Tahu, mengapa dia menguji manusia ?

    Jawabannya simple, TUHAN tahu apa hasilnya, tetapi manusia tidak.
    Jika TUHAN menguji kamu, DIA ingin agar kamu tahu seberapa besar iman kamu. Dan agar orang lain juga tahu seberapa besar imanmu.

    Kan tidak lucu jika kamu, seorang pemuka agama dan seorang pengemis tidak mengalami ujian lalu sekonyong konyong TUHAN memasukkan kamu ke surga sementara pengemis dan pemuka agama ke neraka. Tentu mereka protes

    kunjungi blog saya ya : https://primaindisoft.com/blog

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s