Oh, Saya Butuh Nafas Buatan

Pagi ini seperti biasa, saya tersenyum lebar, menghirup udara pagi dengan tarikan yang dalam sekali. Beruntung saya masih diberikan nafas alami dan bukan nafas buatan, walaupun terbersit ingin diberikan nafas buatan oleh seorang wanita yang cantik. Ow, tapi itu hanya sekilas lamunan saya, dan saya tidak benar-benar menginginkannya menjadi kenyataan, walaupun ada rasa “ingin” namun itu hanya rasa ingin yang menjadikan seorang saya tetap menjadi manusia normal yang manusiawi.

Agak siangan, sekitar jam 9.00 AM ketika saya masih tersenyum lebar,  menghirup udara agak siangan dengan tarikan yang dalam sekali dan saya tetap ingin nafas buatan.

“Tring”, saya mendapatkan sebuah sms. Ow ternyata sms dari Ibu dosen luar biasa, tapi saya tidak kaget, saya sudah biasa karena saya juga adalah orang yang luar biasa (haha). Dan di sms ibu bilang bahwa beliau tidak bisa hadir kesekolah karena mengantar anaknya yang sedang sakit, tentu saja dipikiran jenius saya mengatakan bahwa pastilah beliau mengantar anaknya kerumah sakit dan bukan kerumah makan. Tapi itu tidak terlalu saya pikirkan, karena itu bukanlah inti permasalahan sebenarnya, permasalahnya adalah hari ini lab komputer tidak bisa digunakan karena kunci pintu lab ada ditangan beliau.

Ya ampun untuk pertama kali dihari itu, saya seharusnya mengajar dengan bantuan media komputer karena materi hari ini adalah tentang mengoperasikan aplikasi pengolah kata yang tentunya harus dipraktekan, dan begitulah rancangan pembelajaran saya sesuai dengan strategi sejak dulu. Ya ampun  untuk pertama kali itu membuat kesadaran saya berkurang sehingga turun 10 point , beruntung saya masih memiliki 130 point lebih sisanya. Tapi itu tidak terlalu menjadi masalah, sebab di sms ibu selanjutnya ketika saya menekan tombol panah kebawah di HP mengatakan, kunci lab yang lainnya ada di pak Hasan atau pak Leo.

Sayapun bersama rekan seperjuangan saya, pak Taswa  yang sama-sama guru PLP TIK bergegas mencari pak Hasan, tapi apa daya.. ow, kita tidak tahu pak Hasan itu yang mana, beliau tidak seterkenal Afgan sehingga saya yang kurang gaul tidak kenal, oh tapi tak apa karena kita bisa mengetahui beliau jika bertanya keguru-guru yang lainnya. Dan ya ampun untuk kedua kalinya, ternyata pintu kantor sedang tertutup rapat karena orang-orang didalamnya sedang rapat. Tapi tak apa sebab kita masih memiliki pak Leo sebagai harapan sang kunci terakhir. Namun ya ampun untuk ke tigakalinya ternyata saat ini pak Leo sedang menjadi pembicara dihadapan guru-guru yang sedang rapat sedangkan tinggal 10 menit lagi saya harus segera mengajar. Ya ampun ke dua dan ketiga ini membuat skor intelgensi  saya turun 20 point, saya sekarang memiliki sisa 110 point kesadaran.

Mau tidak mau saya akhirnya masuk kelas sambil tersenyum lebar, masih beruntung saya mempunyai laptop dan projector. Namun ya ampun untuk ke empat kalinya sehingga kesadaran saya turun lagi 10 point menjadi 100. Saya bukan manusia luar biasa lagi sekarang (lebay). OS window Seven di laptop tidak bisa memunculkan gambar kelayar projector, aneh sekali. Saya mengotak-atik untuk beberapa lama ternyata ada sesuatu yang tidak kompatibel. Masih beruntung saya memiliki dual OS dengan window XP, dan akhirnya projector memunculkan  gambarnya. Tapi kaget sekali, di window XP ini Saya tidak memilki MS office, matilah saya. Percuma punya laptop dan projector juga, berhubung materi kali ini tentang mengoperasikan perangkat lunak pengolah kata (MS Office Word) jadilah saya mengajarkan cara menggunakan komputer tanpa komputer kepada siswa, rasanya sulit sekali. Tapi beruntung susasana kelas menjadi ramai dan kurang fokus sehingga hanya sedikit yang memperhatikan saya didepan (T_T). Ya ampun lagi, dan saya tidak tahu berapa point intelegensi saya yang berkurang, sepertinya kali ini menurun drastis sehingga saya tidak memiliki kemampuan untuk menghitungnya.

Siang hari, saya tersenyum lebar, menghirup udara siang dengan tarikan yang dalam sekali dan saya semakin menginginkan nafas buatan. Akhirnya pelajaranpun usai, 5 menit terakhir saya telah mematikan projektor dan hendak mengakhiri pelajaran. Ya ampun lagi dan lagi, tiba-tiba datang orang-orang Amerika yang hendak memeriksa dan melihat keadaan sekolah di Indonesia , mereka masuk kelas dan sayapun tanpa berpikir panjang berakting seolah-olah mengajar dihadapan mereka. Beruntung siswa sudah duduk rapi dan bermuka ceria karena pelajaran akan segera usai.

Saya tampil luar biasa dihadapan mereka karena ketika saya berbicara anak-anak terlihat aktif dan antusias. (beruntung). Dan salah satu Mrs. mengacungkan jempolnya kearah saya sambil berkata “good, good, good”…

oh, karena hal itu saya melihat 7 buah bintang berputar-putar diatas kepala saya sehingga  pikiran saya membayangkan iklan puyer 16 bintang toejoeh di TV ketika saya menontonnya sewaktu jadul sekali. Kira-kira bunyi iklannya seperti ini “puyer enam belas bintang tujuh, good.. good.. good..

Akhirnya orang-orang Amerika itu hendak pamit untuk melihat kelas dan ruangan yang lainnya, seorang Mr. Berkata-kata kepada saya dengan bahasa mereka tentu saja.

“wesewes sewes… “

Sumpah saya tidak konek mendengar ucapan Mr. Itu, namun seperti biasa saya tetap tersenyum lebar, menghirup udara dengan tarikan yang dalam sekali dan saya benar-benar membutuhkan nafas buatan.

Oww, samar-samar terdengar.

“Nice to meet you, I hope to see you again in the next time. You are very good, thank you..”

Saya pun tanpa bisa basa-basi  teringat kata-kata selain Yes dan No yang saya kuasai. Dan ya, saya mengucapkannya, saya berbicara dalam bahasa Inggris wow!!.

“you are welcome..”

Hari itu hari yang aneh, aneh sekali. Saya kira penderitaan ini berakhir, walaupun  seperti biasa saya tetap tersenyum lebar, menghirup udara dengan tarikan yang dalam sekali tetapi saya benar-benar masih saja menginginkan nafas buatan dari seorang wanita yang cantik.

Uh, Apakah saya masih menjadi manusia normal yang manusiawi?.

The End

Senin, 05 April 2010

One thought on “Oh, Saya Butuh Nafas Buatan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s