Makin saya sadari, semakin lama kemaluan saya bertambah besar

Malam ini saya membaca dua buku tebal sekaligus, Statistika Dasar dan Metodologi Penelitian. Tugas untuk hari kamis yakni 2 hari dari sekarang, itupun baru saya baca setelah selesai shalat magrib. Semua ini akibat dari penyakit “nanti”, penyakit menyepelekan sesuatu karena kesombongan diri yang merasa mampu menyelesaikan semacam proposal penelitian untuk bahan presentasi seminar. Dan akhirnya kesombongan itu telah membuahkan penyesalan dan kesadaran bahwa ternyata, membuat sebuah karya tulis ilmiah itu bukan sesuatu yang mudah apabila dilakukan satu malam saja. Beban moral bertambah karena di hari kamis itu juga merupakan jadwal UTS mata kuliah Operating System, yakni matakuliah yang saya ambil untuk kedua kalinya dikarenakan kekurang puasan saya yang mendapatkan nilai C di semester yang telah lalu. Namun semua tantangan dan masalah ini merupakan citarasa kenikmatan bagi saya. Yakni rasa mengigit-gigit kecil sehingga membuat geli ubun-ubun kepala seorang Yoga Permana Wijaya. Kenikmatan utamanya memang tidak akan dirasakan sekarang, tetapi nanti setelah saya berhasil klimaks menyelesaikan permasalahan-permasalah yang dihadapi. Dan entah mampu atau tidak, yang pasti harapan saya tentu adalah saya mampu menyelesaikannya. Namun yang saya tidak sukai adalah selesainya itu juga adalah nanti karena belum selesai untuk saat ini.

Mungkin ini adalah penyakit saya, yakni menyia-nyiakan waktu. Disaat seperti ini barulah saya menyadari bahwa ternyata betapa sangat berharganya setiap waktu yang telah dilewati itu. Pikiran saya yang masih hangat setelah selesai membaca dua buku tebal itu menjadi memanas kembali karena didalamnya terbayang akan masa lalu, yakni masa lalu semasa saya banyak menyia-nyiakan waktu dahulu ketika masih muda (he2 berlagak tua). Malas belajar, pacaran, berbuat nakal dan hal-hal lain yang kurang bermanfaat bagi kehidupan saya selanjutnya baik itu di dunia maupun di akhirat.

Saya sekarang takut, masa depan kini semakin tak bersahabat lagi dengan saya. Ya, Saya takut, karena mungkin sebentar lagi tak akan ada yang namanya uang jajan yang mengalir dari kantong ortu ke kantong saya lagi. Karena sekarang saya sudah besar. Bertambah besarnya saya baik itu secara kuantitatif maupun kualitatif dari berbagai segi. Terutama dari segi kemaluan saya yang bertambah besar dari hari ke hari, yakni maksudnya rasa malu saya yang semakin bertambah seiring waktu berjalan maju dan tidak pernah mundur. Saya malu akan diri ini, malu kepada teman-teman, malu kepada orang yang dicintai, malu kepada orang tua, malu kepada bangsa dan negara, apalagi malu kepada Tuhan. Malu akan segala hasil perbuatan yang telah saya lakukan karena dirasakan belum mencapai sesuatu yang sering orang katakan dengan “Sukses”.

Dan sekarang sudah tidak terasa ternyata waktu telah menunjukan pukul 12:16 PM. Itu artinya, walaupun mata saya sudah terganjal oleh secangkir kopi tapi harus segera saya pejamkan secara paksa demi kesehatan seluruh tubuh saya. Ah, semoga Tuhan masih memberikan umur dan kesempatan bagi saya untuk menyelesaikan tugas-tugas ini dengan baik. Semoga besok saya bisa berbuat lebih baik dan diberikan sesuatu yang lebih baik. Amin.

4 November 2009

Iklan

3 thoughts on “Makin saya sadari, semakin lama kemaluan saya bertambah besar

  1. Mas yoga permana masihkah aktif menulis ataukah masih hidup?? Hahaha

    Tulisan anda sungguh menyentuh, tidak sengaja menemukan blog anda ketika mengetik di kolom pencarian google “bisakah manusia hidup abadi” hahaha

    Saya tertarik dengan tulisan2 anda dan mengharapkan bisa membaca tulisan2 selanjutnya dari anda.

    Suka

  2. I cherished as much as you’ll receive performed proper here. The caricature is tasteful, your authored material stylish. nevertheless, you command get bought an impatience over that you want be turning in the following. unwell indubitably come further before once more since exactly the similar nearly a lot regularly inside case you protect this increase.

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s