Pengalaman KKN saya bagian 1: Naik Delman Hey!!

Tanggal 2 bulan 8 tahun 2009 masehi dipagi hari. Saya yakin si Mama Loren tidak tertarik untuk meramalkan apa kejadian yang terjadi ketika itu. Ya karena itu tanggal kejadiannya, kejadiannya ketika saya menaiki delman menuju pasar.

Maksud saya “menaiki” dalam “menaiki delman” itu bukan “berjalan ketempat yang lebih tinggi” seperti dalam kata “menaiki bukit”,  tapi maksud saya dalam kata “menaiki delman” itu berarti juga “menduduki delman”. Tentu saja menduduki kursi delmannya dan bukan menduduki kusir delmannya. Urutan huruf itu menentukan arti sebuah kata. Maka jangan dibolak-balik. Termasuk juga kata dalam sebuah frasa, misanya frasa “Secangkir kopi”, maka apabila dibolak balik akan menjadi “Tumpah”. Mungkin sebagian pelajar dan mahasiswa yang berkompeten disini dapat mengerti urutan posisi frasa itu dan tidak setuju dengan argumen saya diatas. Sebab dalam pikiran anda urutan posisi itu menentukan prestasi, betul..?.

Pagi itu pagi yang indah kawan, karena saya merasa menjadi penumpang lelaki seorang diri yang paling ganteng sebab menaiki delman itu saya ditemani oleh 5 orang lain yang seluruhnya wanita, didalam hati saya berkata “hey lihat saya, seorang pangeran ganteng sedang naik kereta kencana”. Itu kalau si pak kusir dan kudanya gak ikut dihitung juga. Kalau dihitung mungkin saya jadi jatuh ke urutan ke 3 paling ganteng disitu. Beruntung itu tidak terjadi kepada diri saya karena walau bagaimanapun saya tetap jadi urutan yang pertama, walaupun urutan yang pertama dalam nominasi laki-laki paling jelek didelman itu.

5 orang wanita itu sebenarnya didalam hati saya tak ada yang cantiknya. Namun tentu saja itu rahasia didalam hati saya, sebab apabila saya berkata jujur secara langsung kepada mereka saya takut menyakiti hatinya, jadi biarlah ini menjadi rahasia didalam hati saya saja. Lagipula semua wanita normal itu sebenarnya cantik, sebab tak mungkin apabila ganteng. 5 orang wanita yang menemani saya itu masing-masing adalah Wina, Winda, Indi, ibu-ibu dan anak kecil. Ibu-ibu dan anak kecil itu saya tidak mengenal namanya sebab bukan teman KKN saya. Dan saya malas untuk berkenalan dengan ibu-ibu dan anak kecil itu, apalagi meminta nomor HPnya, mereka itu tidak sesuai dengan kriteria wanita idaman saya.

Jujur kawan, saya bahagia sekali bisa naik delman. Apalagi ongkos delman itu gratis, gratis karena kita menggunakan uang kas kelompok untuk membayarnya. Jadi gratis karena demi kebaikan kelompok juga, sebab ada juga tujuan kami ke pasar adalah untuk berbelanja kebutuhan hidup kelompok kami sehari. Namun karena menaiki delman itu asyik sebab akhirnya bukan hanya kepasar tapi seusko AU yang ramai dan tentu banyak cewe lembang yang cantiknya, jadilah kegiatan naik delman itu sambil menyelam minum air. Tapi itu peribahasa, sebab kenyataanya saya tidak menyelam kendatipun minum air susu murni hangat disana. Oh inilah pengalaman tidak penting sederhana yang tidak terlupakan.

Bersambung ke pengalaman KKN bagian [2]..

02 September 2009

Iklan

One thought on “Pengalaman KKN saya bagian 1: Naik Delman Hey!!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s