Paradox Hati dan Pikiran

Ketika kesendirian membuat perasaan mati karena sepi. Ketika ilusi semakin menampakan bayangannya menawarkan kebahagiaan yang semu, kebahagiaan yang mudah sekali apabila kita bermimpi ini itu. Aku bertanya ikhwal hal dan sesuatu apa yang berada didalam hatiku ini, Semakin dalam kuresapi apa isi hati itu lebih dalam lagi dan lagi, semakin aku rasakan bahwa didalamnya tidak ada rasa apapun, tidak ada sesuatu pun, tidak ada seorangpun. Kosong, mungkin itu kata yang tepat untuk menggambarkan semuanya.

Kosong ini aku rasakan semakin memuncak akhir-akhir ini. Memaksaku menulis beberapa kata agar puncak itu meluap dan sedikit demi sedikit memudar dari pikiran kedalam tulisan. Agar beban didalam pikiran tidak terlalu berat. Entahlah, aku sendiri tak tahu beban apa yang sebenarnya aku rasakan, karena kenyataannya aku sama sekali tak memiliki beban didalam pikiran. Mungkin ini gejala psikosomatis beban pikiran, merasa punya beban akan tetapi tidak memiliki beban apa-apa.

Anda adalah apa yang anda pikirkan.  Akan tetapi aku mendapatkan pikiranku ini sedang tidak memikirkan apa-apa, padahal untuk mengetahui bahwa aku sedang tidak memikirkan apa-apa itu maka aku haruslah memikirkan apa yang berada didalam pikiranku sendiri. Mungkin masalahnya adalah aku terlalu memikirkan apa yang ada didalam pikiranku sendiri sedangkan didalam pikiranku tidak ada yang lain selain memikirkan pikiranku sendiri. Maka terciptalah paradox yang membuat hatiku merasa kosong.

Ya, anda adalah apa yang anda pikirkan. Karena pikiranku merasa kosong maka keseluruhan jiwa dan hati ini ikut menjadi kosong. Ah persetan dengan kosong, bukankah kosong itu berarti masih suci dan bersih karena belum terisi oleh hal-hal yang kotor. Maka sekarang aku sudah tidak merasa kosong karena akhirnya pikiranku ini telah kuisi dengan sesuatu tentang pengertian bahwa kosong itu suci dan bersih karena belum terisi oleh hal-hal yang kotor. Anda adalah apa yang anda pikirkan, maka jiwa dan hati ini telah terisi oleh keinginan untuk tidak mengisinya dengan hal-hal yang kotor.

Credit ilustrasi : themindperspective.files.wordpress.com

One thought on “Paradox Hati dan Pikiran

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s