Detik-detik Yang Mati dan Sebuah Kenangan Tentangmu yang Abadi

Malam,
bersama gelapmu,
bersama rindu.

bersama dinginmu,
bersama hangatnya harapan.
Bersama cahaya bintangmu,
meski aku nggak bersamanya.

Ada keindahan ketika aku menatap bintang
gak pernah ada rasa bosan,

“Cinta itu hanya proses kimia, tubuh melepaskan hormon yang hampir sama seperti candu, zat itu membuat diri merasa tentram dan bahagia, semua itu hanya proses akan ada awal dan akhirnya.”

Mungkin cinta bakal berakhir,
tapi kenangan, akan ada selalu disini.
Hanya jantung yang berhenti yang bisa menghapusnya.
Itu pasti,

aku cuma pengen dia tahu
“Janganlah kamu ragu,
Karena kamu dekat disetiap hembusan nafasku”.

13 September 2008

Bersama gelap malam, bersama rindu.
Bersama dingin malam, bersama hangatnya harapan.
Bersama cahaya bintang, bersama temaram rembulan.
Meski aku nggak bersamanya.

Malam, semuanya berakhir.
Meski Slalu ada keindahan,
yang nggak pernah bikin q bosan saat aku menatap langitmu.

Semuanya hampa dan sunyi,
seperti gelapmu,
aku nggak punya apa-apa, aku nggak berharga.

Mungkin cinta bakal berakhir,
tapi kenangan, akan ada selalu disini.
Hanya jantung yang berhenti yang bisa menghapusnya.

Itu pasti, aku cuma pengen dia baca ini.
“kamu sungguh berharga, kamu seperti udara ditiap hembusan nafasku”.

22 September 2008

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s