Tebarkan Sampah Sebanyak-banyaknya, Atau Anda Dirubah Jadi ROBOT!!

robot

Saya sedang tidak membicarakan negara Indonesia ini, namun membicarakan sampah. Perbincangan sampah tanpa disadari selalu kita ucapkan dalam setiap obrolan. Misalnya jika kita berpapasan dengan seseorang yang kita kenal, maka sering terlontarlah pertanyaan yang tanpa disadari seperti “Mau kemana?”.

Kalimat seperti “mau kemana” itu kadang begitu saja terlontar dari mulut kita, baik secara sadar ataupun tidak sadar. Namun jika kita sadari pertanyaan seperti itu kebanyakan adalah suatu pertanyaan yang kendatipun dijawab akan tetapi tidak terlalu diperdulikan apa isi jawabannya. Atas konsekuensi melontarkan pertanyaan seperti itu tentu saja orang yang ditanyai apabila dia normal maka mau tidak mau tanpa disadari oleh dirinya (orang yang ditanya) dan pikirannya itu dia dipaksa untuk menjawab. Dan sekali lagi jawaban yang dilontarkanpun seolah tidak terlalu penting, misalnya saja si orang yang ditanya itu bebas menjawabnya dengan jawaban seperti “Mau kedepan”. Jawaban yang hanya seperti itu, entah dapat dimengerti atau tidak, seringkali oleh si orang yang bertanya walaupun tidak dimengerti namun mampu membuat si penanya itu ataupun yang ditanya seolah-olah ditekan tombol hatinya agar menyala dan mengkoneksikan diri antara hati sipenanya dan yang ditanya sehingga hubungan sosial emosional kemanusiaan antara keduanya menjadi baik.

Mungkin itu hanya sedikit sesuatu dalam konteks pertanyaan dan jawaban yang tidak begitu penting namun sering kita lakukan. Entah dapat dikatakan sampah atau bukan, yang pasti hal sepele itu adalah hal yang dapat menjadi sangat penting. Dan untuk mempermudah pemahaman, saya dengan ini menyebut keadaan-keadaan seperti itu dengan istilah yang saya ciptakan sendiri yakni “sampah logika (logical trash)”. Bagian yang tidak penting secara logis namun sangat penting secara filosofis. Bagian yang dimiliki oleh manusia yang menurut Gardner memiliki 8 bentuk kecerdasan, manusia sebagai makhluk ciptaan Tuhan dan tidak (entah belum) dimiliki oleh robot tercanggih didunia sekalipun saat ini. Dan didalam “sampah logikalah” letak derajat keunggulan yang dimiliki manusia apabila dibandingkan dengan robot. Tentu saja walaupun robot dapat lebih efisien melakukan pekerjaan dibanding manusia namun manusia tetap lebih baik dari robot.

Suatu hal yang tidak penting atau “logical trash” diatas adalah merupakan hal yang sangat penting bagi eksistensi kita sebagai manusia yang katanya makhluk sosial. Yakni sebuah fitrah sifat kemanusiaan seorang manusia. Saya sendiri menyadari akhir-akhir ini seolah-olah saya telah sedikit demi sedikit bertransformasi menjadi seorang robot. Saya seringkali tidak melakukan hal-hal sampah seperti yang saya jelaskan dimuka, ya itu bagian kecil kesalahan saya yang bermuka jutek dihadapan orang-orang. Mungkin kisah saya ini tidak penting menurut anda, karena masalah saya itu bukan merupakan masalah anda.

Namun berikut ini adalah masalah global, karena ternyata setelah saya mengamati ada banyak sekali manusia seperti saya yang semakin bermunculan kemuka bumi. Sebenarnya saya merasa miris, memang tak dapat dipungkiri, keadaan zaman mau tidak mau telah merubah sistem kehidupan dan menghilangkan sifat-sifat kemanusiaan manusia dimana teknologi semakin canggih, peredaran informasi semakin cepat, dan manusia semakin dimudahkan dengan ilmu pengetahuan serta disibukan dengan pekerjaannya masing-masing. Sistem pendidikan, ekonomi, politik dll secara tidak langsung ternyata malah membuat manusia turun derajat menjadi robot. Dan itulah tantangan di abad 21 ini, seperti apa yang dikatakan oleh para pakar pendidikan duni Barat yakni “memanusiakan manusia”.

Maka dengan sedikit tulisan ini saya ingin berwasiat kepada anda semua, saya ingin membuka pikiran anda semua. Perbanyaklah menebar sampah dimanapun anda berada, tentu saja sampah yang saya maksud adalah “logical trash”. Tetaplah menjadi manusia sebelum terlambat.

One thought on “Tebarkan Sampah Sebanyak-banyaknya, Atau Anda Dirubah Jadi ROBOT!!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s