Percaya Diri Itu Mahal

Barusan saya bercermin, oh betapa gantengnya. Saya yakin mungkin karena ini saya sering digila-gilai wanita. Yah digila-gilai, sedikit-sedikit wanita-wanita itu seringkali menyebut saya gila. Namun  sayang sekali, semua ganteng yang saya miliki ini hanya sementara. Kalaupun tidak membusuk, lama-lama pasti ganteng ini akan terganti juga dengan jelek. Tidak ada manusia yang akan tetap muda seumur hidup, kita semua bakal menjadi tua, keriput, dan mati. Kalaupun ada yang awet muda, tetap saja awetnya itu tinggal soal waktu saja, sudah menjadi hal yang pasti setiap manusia ada masa kadaluwarsanya juga. Tak ada yang abadi, Ariel Peterpan juga dalam albumnya mengatakan itu.

Saya memiliki seorang teman yang tidak pantas disebut namanya. Dia memiliki bentuk dada dan perut yang bidang, yakni membentuk bidang parabola. Walaupun dia penggemar permainan sepak bola tapi teman saya itu tidak suka apabila perutnya ditendang.  Lagi-lagi saya orang yang beruntung karena memiliki perut yang sixpack, berkotak-kotak dan indah. Sixpack nya itu malah masih berlanjut kedada. Tapi entahlah, saya tidak bisa membedakan mana otot dan mana tulang didalam badan saya, mungkinkah saya keturunan Gatot Kaca otot kawat tulang besi?. Mengingat badan saya itu keras seperti tulang semua, tidak mungkinkan apabila tulang semua?. Ah saya masih belum bisa menerima kenyataan ini kawan.

Saya kaget, teman saya itu barusan mengetuk-ngetuk pintu seraya membawa secarik kertas yang isinya iklan untuk melangsingkan badan. Ternyata dia merasa tertarik, sebenarnya saya juga merasa tertarik. Tubuh saya ditarik-tarik dia yang kegirangan karena tertarik oleh secarik kertas berisi iklan turun berat badan 5 kg. Oh man,, saya tidak tertarik iklan itu, 5 kg itu hasil jerih payah saya untuk makan dengan porsi yang lebih seperti biasa selama 5 bulan, yakni sekitar 4 kali sehari. Selama dan seribet itukah?. Apabila saya makan 4 kali sehari selama 5 bulan dan diasumsikan 1 porsi = Rp 5000,- , bayangkan berapa biaya yang saya keluarkan untuk menghasilkan 5 kg berat badan?.

Mari kita hitung,

5 bulan x (30 hari x (4 porsi x Rp 5000,-)) = Rp. 3.000.000,- wow!!.

Dengan 3 juta itu saya bisa mendapatkan sebuah PC dengan processor Dual Core. Seharga itukah?, lalu kalau kita pikirkan ke konteks yang lain, kira-kira berapa ya banyak biaya dan pengorbanan orangtua kepada kita selama kita hidup?. Mampukah kita membayarnya?. Ok itu baru kasih orangtua, belum lagi kasih Tuhan. Silahkan anda menghitung sendiri harga dirinya masing-masing.

Kembali ketopik, seringkali kita mendengar keluhan-keluhan seorang manusia, entah itu mengeluhkan tentang fisiknya yang berhidung pesek atau mancung, warna kulit hitam atau putih, rambut keriting atau lurus, kulit kasar atau lembut, tubuh pendek atau tinggi, kurus atau gemuk dan lain sebagainya. Banyak sekali keluhan yang dilontarkan, semua itu intinya menyangkut kepercayaan diri. Orang bule tidak PeDe dan puas dengan tubuh bulenya, Orang negro  tidak PeDe dan puas dengan tubuh negronya, Orang Sawomatang tidak PeDe dan puas dengan tubuh Sawomatangnya, dan lain-lain. Mengapa ini terjadi?. Seharusnya kita belajar dari teh botol, teh botol itu punya bentuk botol yang bermacam-macam, tapi kita tidak meminum botolnya, yang kita minum itu air tehnya. Maka, “apapun tubuhnya nilainya tetap hatinya”. Itulah esensi seorang manusia, ruh individu yang berada didalam tubuh.

Tidakkah kita sadari, mematut diri atau merawat fisik memang patut dilakukan. Tapi merubah fisik apakah masih bisa disebut patut?. Jika kita berpikir mendalam, ternyata kepercayaan diri itu tidak bisa dibeli, harganya terlalu mahal, lagipula manusia tidak pernah puas dan memiliki sifat bosan.

Kawan, Tidakkah kita sadari?, kepercayaan diri itu dilahirkan karena diciptakan oleh diri kita sendiri.  Sebisa mungkin seharusnya kita syukuri, karena orang yang bersyukurlah yang menyadarinya.

credit ilustrasi : http://www.sma1purwokerto.sch.id

4 thoughts on “Percaya Diri Itu Mahal

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s