Saya sangat membenci dan merendahkan orang yang jujur

Kadang suatu perasaan sangat sulit untuk dijelaskan dengan logika. Saya tidak mengada-ada, saya adalah seseorang yang membenci dan apabila mampu saya ingin merendahkan orang jujur. Akan tetapi, satu-satunya manusia yang paling saya cintai dan banggakan adalah Rasullullah Muhammad SAW, beliau adalah Al-Amin sejak muda, manusia yang jujur dan terpercaya.

Mungkin ada suatu negasi, invers yang tumpang tindih, ketimpangan logika atau apalah itu dalam argumen saya disini. Perlu saya ingatkan, benci itu berhubungan dengan perasaan dan hati, bukan pikiran dan otak, apalagi otot dan keseksian bentuk tubuh Ade Rai. Bukan itu dan jangan disama-samakan, semua itu berada dalam ranah yang berbeda. Maka jangan samakan ranah “intuitif” dengan “logika”.

Saya ingin jujur kawan, kejujuran itu adalah hal yang sangat saya idam-idamkan. Namun, di televisi, majalah-majalah dan lain-lain bahkan dipinggir jalanan di depan warung mie bakso, mie ayam dan cuanki di dekat kostan saya kadang dipenuhi orang-orang jujur yang berbeda dari jujur yang saya idamkan. Ada ibu-ibu, bapak-bapak, juga rekan-rekan yang bernama A, B, C dan lain-lain. Tentu saja nama-nama itu bukan nama sejujurnya, perlu saya ingatkan saya membenci orang yang ”bersikap jujur seperti ini”. Saya tidak ingin membuat anda berpusing ria, berikut ini saya jelaskan secara jujur maksud kata “bersikap jujur seperti ini”:

Saya membenci mereka karena kejujuran mereka, ya.. karena kejujuran mereka tentang sikap yang dimiliki seseorang, kejujuran mereka terhadap masalah seseorang, kejujuran mereka terhadap aib seseorang, kejujuran mereka terhadap segala macam keburukan seseorang yang tidak sepatutnya dibicarakan secara jujur. Tak dapat dipungkiri, mereka adalah orang-orang jujur kendatipun terkadang menyisipkan kebohongan sebagai bumbu dalam kejujuran itu.

Kawan, masih banyak sikap jujur yang dapat menimbulkan keburukan. Namun kita sangat diharuskan untuk jujur kepada diri kita sendiri, jangan sekali-kali membohongi isi hati nurani, jujur pada hati nurani inilah jujur yang benar. Betapapun sikap jujur adalah sikap yang sangat mulia. Akan tetapi sikap jujur adalah suatu sikap yang harus diletakan pada tempatnya. Tentu saja tempatnya yang saya maksud disini bukan tempat sampah. Tempatnya itu adalah hati, resapilah kejujuran itu dengan hati, sesuaikan dengan hati. Jadilah manusia yang adil.

Bismilah, Sekarang saya serius.

Allah SWT berfirman dalam ayat-ayatNya.

…sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang adil. (QS 5:42)

…Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berlaku adil. (QS 60:8)

Allah SWT tidak menyuruh kita untuk jujur, tapi menyuruh kita untuk adil. Jujur adalah salah satu cara untuk menuju adil. Dalam ayat-ayatNya, Allah merujuk kata jujur dengan suatu keadilan.

…maka hendaklah walinya mengimlakkan dengan jujur… (QS 2:282)

…maka kembalikanlah perjanjian itu kepada mereka dengan cara yang jujur… (QS 8:58)

Mungkin dalam tulisan ini saya telah menemukan, menjelaskan dan menyanjung sikap jujur. Namun, saya sendiri ternyata masih belum mampu mengimplementasikanya didalam kehidupan. Saya pribadi masih banyak sekali melakukan kebohongan. “Sampaikanlah walau satu ayat”. Semoga setelah menyampaikannya, akan lebih banyak orang yang akan berlaku adil dan jujur. Semoga tulisan ini menjadi pendorong bagi saya pribadi khususnya dan pembaca secara umum untuk lebih meningkatkan diri menjadi manusia yang ikhlas kepada-Nya, dan dapat berlaku adil seutuhnya.

Yang baik dari Allah SWT, yang buruk dari saya. Koreksi dari kesalahan itu sangat saya harapkan.

Wallahualam bisahwab.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s