Oh Yes, Oh No. Oh Maybe Darling?. Ok, Push that’s Cancel Baby

Oh No,,, Yes my English.

Ladies and Gentelman, First I’m Sorry for the my fucking English.

Kata-kata Oh Yes, Oh No berulang-ulang tentunya sering anda dengar khususnya ketika anda menonton film-film Barat yang notabene berbahasa Inggris dan seringkali membuat benak kita memikirkan suatu kesan yang kurang baik. Maksudloh?, ya citra atau kesan seseorang yang baru belajar dan belum menguasai bahasa Inggris. Dua pilihan kata itu adalah pilihan kata yang paling sering terucap.

“Ya” dan “tidak”, in English: “yes” and “no”. Pilihan hidup kita hanya dua, ya dan tidak. Tidak ada dengan kata “mungkin”, karena “mungkin” itu ujung-ujungnya berarti “ya” atau “tidak”, hanya saja belum jelas. Ketidak jelasan yang mengakibatkan “mungkin” muncul kedunia dikarenakan sikap yang dimiliki manusia juga. Bisa karena manusia itu tidak memiliki pendirian atau sikap rendah diri karena memang belum mengetahui faktanya. Manusia itu terbatas, manusia tidak memiliki sifat Maha tahu.

Pernahkah anda menonton film “Yes Man”?. Film yang dibintangi Jim Carrey ini menekankan kata “Yes” didalam kehidupan, “one simple principle: say yes to everything… and anything”. “Ya” itu adalah suatu kata yang indah karena, “one word can change everything”, kekuatannya dapat membuat hidup menjadi lebih baik. Tentu saja dalam kehidupan nyata tidak selalu begitu. Kita dituntut untuk mengatakan kata “Ya” dan “Tidak” secara adil dan seimbang.

Jika kita belajar dari Doktrin MLM (multilevel marketing) atau juga belajar dari seorang Trainer. Kita dituntut untuk jauh-jauh meninggalkan kata “tidak”. Seorang yang optimis, tidak akan mengatakan kata “tidak” untuk sesuatu yang baik. Mereka akan mengatakan “ya” atau “belum”. Sebagai contoh kalau kita menanyakan hal seperti ini. “Apakah kamu orang kaya?”. Orang optimis yang miskin akan menjawabnya dengan “belum”.

Didalam ilmu komputer atau informatika khususnya interaksi manusia dan komputer, kita mengenal user interface. Yakni perantara yang disediakan untuk pengguna, seringkali berupa tampilan dari komputer ke layar monitor sehingga seorang pengguna dapat mengetahui apa yang terjadi pada sistem yang digunakannya. Tentunya saya disini tidak akan membuat anda mempelajari materi pelajaran ini lebih jauh, ataupun menanyakan hal seperti “apakah anda termasuk orang yang memiliki standarisasi suatu user interface yang baik?” (keterangan: orang non IT kasian de luh.. kamu nggak bakal sadar ini lelucon).

Sebagai umpan balik suatu aksi, user interface menyediakan suatu pilihan kepada kita agar dapat memberikan perintah kepada komputer. Maka kita mengenal suatu option yang sering muncul berupa kata “Yes”, “No” dan “Cancel”. Saya sungguh kagum kepada ketelitian dan kecermatan para programer, mengapa “Cancel” perlu?, cancel itu disediakan bagi seorang user yang melakukan kesalahan, ragu-ragu dan tidak memiliki pendirian untuk memilih “Yes” atau “No”. Jika kita generalisasi secara membabi buta user yang seringkali memilih pilihan “Cancel” adalah user yang memiliki sifat ceroboh, ragu-ragu dan tidak memiliki pendirian didalam hidupnya. Tentu saja terlepas dari benar atau tidaknya, silahkan anda interpretasikan didalam benaknya masing-masing dan pahami maksud saya menulis tulisan membingungkan ini.

Sekarang kita belajar dari ketelitian dan kecermatan seorang pengemis dan pengamen dipersimpangan jalan raya. Apabila kita memperhatikan lampu lalu lintas disetiap persimpangan jalan raya, tentu anda tidak asing lagi dengan 3 buah warna yang dimiliki sebuah lampu rambu lalu lintas yang akan dipatuhi pengemudi yang waras. Ada lampu merah yang berarti “tidak melaju”, hijau yang berarti “melaju” dan Kuning yang katanya berarti “siap-siap melaju”. Lagi-lagi disini kita dimunculkan pada pilihan antara “ya” dan “tidak”. Yakni “siap-siap”. Pilihan ini tentu lebih baik daripada “cancel”. Orang yang bersiap-siap dalam segala kehidupan tentunya adalah orang yang telah mapan dalam mengambil sebuah keputusan, atau dengan kata lain orang yang memiliki pemikiran matang untuk menghadapi permasalahan didepannya. Tentu saja terlepas dari benar atau tidaknya, silahkan anda interpretasikan didalam benaknya masing-masing dan pahami maksud saya menulis tulisan membingungkan ini.

Yang pasti kawan, saya tidak bermaksud melecehkan programer dan mengatakan statusnya dibawah pengemis dan pengamen. Saya berpandangan semua manusia terlahir dengan status yang sama. Yakni single. Akhir kalimat, Semoga dapat dipahami dan membawa manfaat. n_n

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s