Anugerah Terindah Yang Sering Kali Dilupakan

“Pernah kebayang gak gimana jadinya kalau anda tidak bisa buang air besar?”

Sebelum dapat menjawab pertanyaan itu saya mengajak anda merenung secara mendalam untuk menjawab pertanyaan ini terlebih dahulu. “pernah kebayang gak gimana jadinya kalau kita memakai satu toilet berdua?”

Kawan, meskipun ada lagunya sepiring berdua, tapi saya belum pernah menemukan lagu setoilet berdua. Mungkin satu toilet berdua tidak memiliki nilai romantisnya sama sekali, dan bagi orang normal yang mendengarnya membuat mual dan ill feel. Terkecuali bagi seseorang yang lebih dari normal, alias paranormal. Tapi saya tidak tahu juga sih, Mama Loren itu apakah mampu untuk menahan mual apabila setoilet berdua. Ah sepertinya saya sudah berpikir terlalu jauh kawan, yang pasti Mama Loren tidak akan dapat mencuci piring lebih bersih dari pada Mama Lemon.

Kawan pasti terkejut, di kampung saya ada toilet yang sengaja dipakai setoilet berdua bahkan bertiga bahkan beramai-ramai. 1 toilet bahkan ada yang bisa dipakai oleh masyarakat 1 kampung. 1 kampung itu kira-kira memiliki sekitar 50 lebih kepala keluarga, apabila setiap keluarga memiliki 6 anggota keluarga maka akan dapat disimpulkan 1 kampung itu menjadi memiliki 300 lebih kepala (50 x 6). Belum lagi ditambah dengan yang namanya kepala sekolah, kepala desa, dan kepala-kepala lainnya, tentu saja kepala botak dan keriting juga dihitung disini. Kesimpulannya kalau 1 orang punya 1 kepala maka 300 orang memiliki 300 kepala, waw banyak sekali. Belum lagi apabila setiap orang memiliki 2 atau 4 kepala, akan lebih banyak lagi kawan. Tapi sayangnya manusia itu memang hanya memiliki 1 kepala saja, ya walaupun mempunyai 2 kepalan tangan, tapi disini yang kita hitung itu adalah kepala bukan kepalan. Kecuali kalau anda bersikukuh ingin membicarakan kepalan tangan, maka dengan sukarela saya akan memberikan kepalan tangan saya ini kejidat anda. Jadi sebaiknya kawan jangan protes, anggaplah 1 toilet dikampung saya itu dipakai oleh 300 orang manusia. Deal?

Oh iya, ngomong-ngomong tentang buang air besar, menurut saya kata “Air Besar” itu adalah suatu padanan kata yang kurang tepat dalam ilmu kimia. Sebelumnya saya akan mencoba meluruskan terlebih dahulu, air itu senyawa gabungan antara 2 bagian unsur Hidrogen dan 1 bagian Oksigen (H2O), dan kata besar disini adalah sesuatu yang seharusnya bisa diukur. Besaran untuk air itu bisanya digunakan cc atau juga liter. Air yang berkualitas itu adalah yang tidak memiliki rasa dan bau, PHnya pun netral. Tapi setelah saya dengan bantuan dari rekan jurusan kimia teliti ternyata kenyataan dalam kata tersebut tidak seperti itu. Tentunya ajaran yang saya anut menuntut harus berbuat secara kaffah dan menyeluruh. Jadi sebaiknya kita harus membuang jauh-jauh kata “buang air besar” dengan kata yang lain.

Kita kembali ke topik. “Pup” atau “boker”, atau “‘e’e”, atau padanan kata yang salahnya “buang air besar” atau apalah itu. Sebelumnya mohon maaf atas kelancangan saya, bukannya saya bermaksud untuk tidak sopan dihadapan anda. Tapi.. saya bukan ahli bahasa, silahkan anda cari sendiri dikamus arti kata-kata dengan tanda kutip tersebut, karena saya keberatan untuk mempraktekan dihadapan anda.

Oke kita kembali fokus, urusan pup itu memang menjadi urusan yang sakral dan berbahaya, bahkan lebih dibandingkan dengan ramalan bangsa Maya ditahun 2012. Tentu saja, hal itu dikarenakan urusan ini adalah urusan yang akan menjadi malapetaka besar dan dapat terjadi setiap saat, kapan saja dan dimana saja anda berada. Urusan ini harus dilakukan pada tempatnya, berbeda dengan urusan membuang sampah. Tempatnya urusan ini adalah toilet. Kawan jangan sampai salah, misalnya jangan disama-samakan toilet dengan restoran. Tempat pup itu di toilet dan tempat makan itu direstoran jangan dibalik-balik. Sekarang anda bayangkan, bagaimanakah jadinya apabila tidak ada toilet didunia ini?. Sungguh kawan, betapa pentingnya toilet dalam kehidupan kita. Maka sepatutnyalah kita harus bersyukur kepada Tuhan atas kenikmatan yang tidak kita sadari ini.

Begitupun dengan buang air besar. Ketika kita selesai membuang air besar dengan lancar, ada suatu sifat nyaman dalam diri ini. Seakan kita telah terbebas dari suatu masalah. “Tuntas tuntas tas..” begitulah selogannya kawan, maka nikmat manakah yang kamu dustakan?. Kita kadang merasa Tuhan itu tidak adil kepada diri kita, kita selalu merasa dirundung berbagai masalah. Tanpa kita sadari, ternyata kita telah lalai dari sifat bersyukur kepada Tuhan. Kita telah lupa bahwa karunia Tuhan itu sungguh besar dan tak ternilai kepada kita. Maka kawan, silahkan anda merenung dengan pemikiran yang mendalam, betapa banyak sekali nikmat Tuhan yang tanpa sadar telah diingkari.

credit ilustrasi : rahmatmuntaha.files.wordpress.com

5 thoughts on “Anugerah Terindah Yang Sering Kali Dilupakan

  1. kebanyakan dari sebagian manusia memang sering melupakan anugrah yang diberiakan Tuhan.
    namun bukan hanya itu saja banyak orang didunia ini tidak pernah bersyukur atas anugrahyang diberikan tuhan kepada mereka..

    Suka

  2. Urang nyieun yu goy lagu stoilet berdua.. skalian stoilet rame-rame.mp3
    pasti langsung booming tah lagu.. haha.. siga lupalupaIngat na kuburan

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s