Salah Satu Pertanyaan Terbesar Dalam Hidup, Mengapa Tuhan Menciptakan Kita ?

Pertanyaan ini janganlah dilihat dari sisi negatif. Sebagai manusia yang berakal kita memang kadang kala memikirkannya.

apakah Tuhan sudah tercipta dihati ini…?
atau Tuhan menciptakan hati ini sebagai kemudaratan yang sia-sia.
jawaban yang hakiki pasti sudah anda temukan.

Sahabat, apabila anda seorang theist (orang yang percaya Tuhan), apalagi anda adalah seorang muslim maka berbahagialah, sebab hidup anda memiliki makna dan bukan serta merta anda berada disini, dialam semesta ini, karena hasil sebuah kebetulan semata.

Pernahkan anda membayangkan apa yang terjadi jika anda tidak pernah tercipta didunia ini?
Pernahkah kita berpikir bagaimana jadinya alam semesta ini jika tidak pernah ada?
Lalu mengapa segala macam, alam semesta ini, diri kita hadir didunia ini?,
padahal mungkin jika kita tidak hadir didunia ini maka kita tidak akan direpotkan oleh segala macam tektek bengek kehidupan, tidak pernah ada, berada dalam kedamaian ketiadaan.
Mengapa kita hadir disini ? apakah tidak lebih baik jika kita tidak pernah tercipta, hanya merasakan nol saja? Bukankah meski kita tidak sempat mencicipi yang enak, setidaknya kita tidak perlu merasakan yang menyakitkan…

Mengapa Tuhan menciptakan kita, padahal kita disini belum tentu ingin tercipta ?
benarkah kita diperintah untuk menyembah-Nya, untuk sujud tunduk patuh keapadaNya sebagai khalifah dibumi ini ?
Bukankah Tuhan tidak membutuhkan kita untuk menyembah-Nya ?. Tuhan juga tidak membutuhkan kita untuk menjaga alam semestaNya.
Lagi jika alam semesta ini, jiwa kita ini dan segala jiwa makhluk-Nya tidak Tuhan ciptakan berarti yang ada hanyalah Tuhan, Tuhan yang sendiri diliputi kehampaan.

Apakah Tuhan merasa bosan dan kesepian sehingga menciptakan seluruh alam semesta ini dan menyuruh makhluk-Nya untuk kemudian agar menyembahNya sebagai hiburan?
Benarkah Tuhan merasa kesepian?
eksistensi Tuhan tidak akan ada tanpa ada makhluk yang menyadari-Nya, namun Tuhan tidak membutuhkan kita, lalu mengapa Tuhan menciptakan kita?

Malaikatpun bertanya kepada Allah ketika Allah ingin menciptakan Adam, Jawaban Allah adalah:
”Sesungguhnya Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui.” (QS. Al-Baqarah : 30)

hingga membuat para Malaikatpun malu kepada Allah.

alasan kedua mengapa kita diciptakan adalah:
“…supaya Dia menguji kamu, siapa di antara kamu yang lebih baik amalnya…” (QS. Al-Mulk : 2)

Lantas Mengapa kita diuji?
Mengapa Tuhan menciptakan neraka?
Mengapa Tuhan dengan segala pengasih dan PenyayangNya itu tidak menempatkan kita semua langsung disurga, bukankah dengan begitu kita akan hidup damai sentosa, terhindar dari segala macam bentuk keburukan dan kejahatan. Sempurna, bebas dari segala macam penderitaan, dan dibuat untuk menyembah selalu kepadaNya?.

Tampaknya akal pikiran kita tidak mungkin akan sampai kepada pikiran dan maksud Tuhan, Pada akhirnya, pertanyaan mengapa Tuhan menciptakan kita ini tidak ada jawaban yang betul-betul dapat kita mengerti. Kita, sebagai manusia yang terbatas tidak pernah dapat secara penuh memahami Tuhan yang tidak terbatas. Tuhan melihat segala sesuatu dari perspektif kekekalan. Kita melihat segalanya dari perspektif duniawi. Yah, kita ini hanya makluk yang terbatas.

Allah maha pengasih, mengapa kita kadang tidak sadar, kita seharusnya bersyukur sudah diberikan hidup dan merasakan kehidupan.
Setidaknya begini, dengan “hidup”, kita harus merasakan kesenangan dan juga kepahitan. Merasakan yang positif dan juga negatif. Pada akhirnya agar kita sadar, bahwa betapa berartinya segala yang positif kenikmatan dan kesenangan itu, mungkin akan terasa hampa apabila kita tidak memahami yang negatif, memahami segala penderitaan dan kesakitan juga.

Tuhan memberikan kepada kita pilihan, Tuhan bukanlah diktator, mungkin Tuhan menginginkan kita memilih atas dasar keinginan masing-masing diri kita, Tuhan menginginkan ketulusan dari kita sebagai hamba untuk beribadah kepadaNya bukan menciptakan kita seperti robot yang sudah pasti patuh kepadaNya atau makhluk yang tidak memiliki makna.

Jikalau Tuhan benar menciptakan kita karena bosan dan kesepian, mengapa Tuhan repot-repot menciptakan alam semesta yang perlu dirawat dan menyibukan diriNya, lalu menciptakan manusia dan setan yang enggan beribadah kepadaNya dan malah berpaling dariNya?

Sungguh sahabat ku, Tuhan memang tidak membutuhkan kita, namun kitalah yang membutuhkanNya. Dan sudah sepantasnyalah kita berserah diri padaNya, Tuhan yang menciptakan kita, sudah sepantasnyalah kita menghamba kepadaNya, kecuali kita adalah mahkluk yang tidak tahu diri.

Bercermin kepada kisah Iblis, sesungguhnya dosa Iblis hanyalah satu, “Sombong”. Salah satu kesombonganya adalah melawan perintah Allah untuk memberi hormat kepada Adam,

Al Qur’an Surat Shaad ayat 72-83:

72. Maka apabila telah Kusempurnakan kejadiannya dan Kutiupkan kepadanya roh Ku; maka hendaklah kamu tersungkur dengan bersujud kepadanya.”
73. Lalu seluruh malaikat-malaikat itu bersujud semuanya,
74. kecuali iblis; dia menyombongkan diri dan adalah dia termasuk orang-orang yang ingkar (kafir).
75. Allah berfirman: “Hai iblis, apakah yang menghalangi kamu sujud kepada yang telah Ku-ciptakan dengan kedua tangan-Ku. Apakah kamu menyombongkan diri ataukah kamu (merasa) termasuk orang-orang yang (lebih) tinggi?.”
76. Iblis berkata: “Aku lebih baik daripadanya, karena Engkau ciptakan aku dari api, sedangkan dia Engkau ciptakan dari tanah.”
77. Allah berfirman: “Maka keluarlah kamu dari surga; sesungguhnya kamu adalah orang yang terkutuk,
78. Sesungguhnya kutukan-Ku tetap atasmu sampai hari pembalasan.”
79. Iblis berkata: “Ya Tuhanku, beri tangguhlah aku sampai hari mereka dibangkitkan.”
80. Allah berfirman: “Sesungguhnya kamu termasuk orang-orang yang diberi tangguh,
81. sampai kepada hari yang telah ditentukan waktunya (hari Kiamat).”
82. Iblis menjawab: “Demi kekuasaan Engkau, aku akan menyesatkan mereka semuanya,
83. kecuali hamba-hamba-Mu yang mukhlis di antara mereka

Saudaraku, Sungguhnya orang yang mendapatkan keselamatan dan kenikmatan adalah orang2 yang ikhlas kepadaNya. Tugas kita sekarang adalah ber hati2 terhadap iblis, sebab tipu dayanya mampu menyesatkan manusia.

Tinggal selanjutnya menjadi pilihan kita masing-masing. Akankah kita menjadi orang yang ikhlas dan tunduk kepadaNya ataukah menyombongkan diri kepadaNya?
Semua sudah Allah perhitungkan seadil-adilnya, Hukum Allah tetap berlaku, kita berada dalam gengaman kekuasaanNya, kita diberi kebebasan untuk memilih. Allah sudah menyediakan jalan-jalan dan tujuannya. Namun akhirnya kitalah yang menentukan kemana arah dari langkah tujuan masing-masing tersebut.
Apabila kita masih diberi kesempatan untuk benar-benar bertaubat kepadaNya, maka jangan sungkan untuk segera bertaubat. Allah maha penerima taubat, sekalipun kesalahan kita tampaknya sudah tak mampu diampuni.

Aku berlindung dari godaan Syaitan yang terkutuk, Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang.
1. Katakanlah: “Aku berlidung kepada Tuhan (yang memelihara dan menguasai) manusia.
2. Raja manusia.
3. Sembahan manusia.
4. Dari kejahatan (bisikan) syaitan yang biasa bersembunyi,
5. yang membisikkan (kejahatan) ke dalam dada manusia,
6. dari (golongan) jin dan manusia.
(Al Qur’an, An Naas : 1-6)

Shadaqalahulaziim.

Sahabatku inilah renungan isi dari sebuah pikiran dari seorang manusia yang penuh kealpaan.
yang baik berasal dariNya dan yang buruk adalah berasal dari saya pribadi.
Wallahualam bisahwab.

One thought on “Salah Satu Pertanyaan Terbesar Dalam Hidup, Mengapa Tuhan Menciptakan Kita ?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s