Tafsir dan Pertanda Kedutan

Suatu hari ketika sedang asyik bermain bersama teman2 seusia, paha lengan sebelah kiri ini tiba2 merasa bergerak sendiri, gerakannya diluar kesadaran, vertical dan horizontal, bergetar dan berdenyut2 kecil. Sedikitpun pikiran saya tidak mengontrol gerakan paha lengan saya itu. Sebenarnya apa yang terjadi?.

Ketika saya menceritakan hal tersebut kepada nenek, nenekpun menerangkan kepadaku bahwa itu hanya kedutan,

kedutan? Benda apakah itu nek?.

Nenek dengan senyuman khasnya bercerita kepadaku, kedutan itu suatu pertanda kalau kamu bakal mengalami sesuatu dan blablabla. Hmm, pikiranku malah makin bingung mendengar penjelasan dari nenek.

Ketika beranjak remaja, saya menemukan sebuah buku yang dijual emperan didepan smp, buku itu berjudul “paririmbon”, sayapun dengan rasa penasaran membuka lembaran demi lembarannya dan tertarik untuk membelinya. Harganya murah hanya Rp. 1500,- . Yang membuat saya tertarik adalah dibuku tersebut ada beberapa arti dan pertanda kedutan, tafsir mimpi, arti nama, sifat seseorang dilihat dari bentuk muka dll. Tampaknya memang konyol dan aneh. Tapi mata saya waktu itu berbinar2 kagum, otak saya 100% mempercayai hal2 bodoh dan tertipu bualan dongeng buku berjudul “paririmbon”.

Seiring berjalannya waktu, dan semakin bertambahnya jejalan ilmu pengetahuan yang saya peroleh, akhirnya sayapun sadar betapa bodohnya diri ini. Semakin merasa bodoh itu artinya kita telah bertambah pintar. Saya menanyakan kepada banyak orang bahkan pernah kepada guru biologi  perihal kedutan, namun belum ada yang bisa menjawab dan memuaskan rasa penasaran ini. Sampai akhirnya saya membaca Koran kompas edisi Sabtu, 20 Juni 2009. Itupun saya baru membacanya Senin, 22 Juni 2009.

Ternyata kedutan (fasikulasi) sebenarnya salah satu sinyal yang diberikan oleh tubuh melalui otot. Kedutan itu tidak  jauh berbeda dengan kram, kedutan merupakan hasil aliran listrik syaraf tak normal pada otot. Bedanya, jika pada kram terjadi gelombang listrik yang terlalu besar, sedangkan kedutan terjadi aliran listrik secara involuntir, atau tanpa disadari dan terjadi terus-menerus. Kontraksi ini diteruskan melalui syaraf pada target otot di luar kontrol.

Sama sekali tidak ada hubungannya dengan mitos-mitos yang absurd, firasat, dan hal2 aneh lainnya seperti yang nenek dahulu pernah ceritakan dan buku “paririmbon” sebutkan. Menurut dr Yusak M Siahaan, SpS, neurologis dari Siloam Hospital Karawaci, bila dianalogikan, ibarat orang yang menerima informasi secara berlebihan dan sudah overload, lama-kelamaan akan melakukan hal-hal di luar normal, karena menerima informasi yang berlebihan.

Umumnya, kedutan itu terjadi pada bagian tubuh yang lelah seperti wajah, tangan, kaki, dan dada. Sifat lelahnya bukan diakibatkan aktivitas berat, tetapi dilakukan dalam jangka waktu panjang di luar batas normal, sehingga memicu kelelahan. Misalnya, terlalu lama menggunakan komputer, kurang tidur, bekerja terus-menerus tanpa istirahat, atau lainnya. Pada kondisi stres, kedutan akan semakin parah, bahkan kontraksi tanpa sadarnya akan semakin kuat.

Kedutan juga bisa merupakan pertanda gejala neuropati seperti ALS (amyotrophic lateral sclerosis). Gangguan ini merupakan penyakit degeneratif yang biasanya diidap orang-orang lanjut usia di atas 50 tahun.

Namun, umumnya kedutan akibat ALS tak terjadi secara mandiri, melainkan disertai gejala lain, seperti kesemutan dan kelemahan pada anggota gerak seperti tangan dan kaki. Ironisnya ternyata kedutan juga jika disertai kelemahan pada otot napas, maka dapat menyebabkan kematian.

Ngeri juga yah.. 😦

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s