Kisah Saya Tentang Mesin Waktu

mesin waktu

ilustrasi mesin waktu

Saya menemukan dunia baru, filsafat, matematika, fisika, kimia, biologi, psikologi, pendidikan, dan ilmu komputer.
yah, saya seakan baru lahir kedunia ini, mengapa sejak dulu saya tidak menyukai kesenangan ini ?
selalu ada rasa penyesalan. Ingin rasanya kembali ke masa lalu untuk memperbaiki kesalahan2 yang telah diperbuat dan memanfaatkan waktu yang telah dipergunakan percuma.
Apa daya, hidup didunia ini hanya sekali.

Teringat tentang masa kecil dahulu, bacaan pertama yang saya baca selain kalimat “ini budi” adalah komik doraemon, kisah doraemon tentang “mesin waktu”, sesuatu yang belum saya mengerti itu telah membuat rasa penasaran saya memuncak.
Ada kenikmatan dan kepuasan dalam diri ketika rasa penasaran itu terjawab, namun masalah “mesin waktu” tampaknya masih saja menyimpan tanda tanya besar dalam diri saya.
menjelajahi waktu adalah sebuah misteri yang sampai saat ini belum terpecahkan, kendatipun belum terjawab namun selalu ada kenikmatan dan kepuasan tersendiri ketika memikirkannya. Dan ternyata rasa penasaran dalam diri seorang manusia tak pernah dirundung rasa bosan dan tak pernah lekang oleh waktu.

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (1997) waktu adalah seluruh rangkaian saat ketika proses, perbuatan atau keadaan berada atau berlangsung.
Waktu sebenarnya hanyalah ilusi di alam semesta ini, sebagai parameter sebuah awal dan akhir suatu penyebab dan akibat kejadian (prinsip kausalitas).

Konsep waktu yang diajukan Einstein tahun 1905 telah merubah pandangan dunia tentang waktu, waktu tidaklah statis seperti yang kita bayangkan. Butuh pemahaman yang lebih untuk dapat mengerti waktu. Kita sadari, Al Quran telah menuliskan konsep tentang waktu yang relatif ini dalam beberapa ayat-ayat, diantaranya :

32:5, Dia mengatur urusan dari langit ke bumi, kemudian (urusan) itu naik kepadaNya dalam satu hari yang kadarnya adalah seribu tahun menurut perhitunganmu

70:4, Malaikat-malaikat dan Jibril naik (menghadap) kepada Tuhan dalam sehari yang kadarnya limapuluh ribu tahun

Masyarakat Barat melihat waktu sebagai sebuah garis lurus (linier). Konsep garis lurus tentang waktu diikuti dengan terbentuknya konsep tentang urutan kejadian. Dengan kata lain sejarah manusia dilihat sebagai sebuah proses perjalanan dalam sebuah garis waktu sejak zaman dulu, zaman sekarang dan zaman yang akan datang.
Masyarakat Hindu melihat waktu sebagai sebuah siklus yang terus berulang tanpa akhir, mereka mengenal istilah reinkarnasi.
Waktu bagi saya adalah sesuatu yang tidak dapat diulang, walau bagaiamanpun kedudukan waktu bagi Seorang individu tetaplah berjalan lurus kedepan, bagi pandangan seseorang yang kendatipun dapat menjelajahi waktu, waktu tidak akan pernah mundur dan terus berjalan baginya. Disinilah maksud pernyataan saya waktu tidak dapat diulang.

Terlepas dari itu saya juga percaya mesin waktu bisa saja tercipta. Jika mesin waktu ada sebelum saya mati, saya telah meniatkan didalam diri. Jika saya mampu, saya yang dimasa depan akan datang ke masa sekarang dan berbincang2 dengan saya yang dimasa sekarang ini. Tapi kok saya belum ketemu yah, dan saya yang dimasa depan belum juga mengunjungi saya.. heu2

Yang jadi pertanyaan, bisakah kita merubah takdir (qadar) dengan mesin waktu?
Saya menganggap jawaban dunia paralel dalam hal paradoks waktu adalah tidak tepat. Menurut saya, Apapun yang terjadi, Tuhan maha tahu dan maha kuasa,  kita tak akan mampu merubah takdir (qadar).

Bercermin dari Al Quran surat Al-ashr yang hanya memiliki 3 ayat saja:
1. Demi waktu.
2. Sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian,
3. kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasehat menasehati supaya mentaati kebenaran dan nasehat menasehati supaya menetapi kesabaran.

Pembaca semuanya, kita tentunya tidak ingin menjadi manusia yang rugi kan?
n_n

wallahualam bisahwab…

Iklan

One thought on “Kisah Saya Tentang Mesin Waktu

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s