Benarkah Tuhan mempermainkan kita?

Sering kita melihat, kaum agamis yang kadang atas nama Tuhan berubah menjadi orang yang sangat kejam, menumpahkan darah dan saling membunuh karena begitu yakin dengan kepercayaanya.
kita ketahui fanatisme yang berlebihan kadang membuat seorang manusia lupa akan kenyataan disekitarnya.

Menganggap diri sendiri adalah yang paling benar sekalipun bagi manusia yang memang berada dalam jalan yang benar sangatlah tidak dibenarkan. Seorang manusia tidak akan luput dari kesalahan, manusia memang memiliki banyak keterbatasan.

Seorang manusia yang tidak percaya Tuhan tentunya tidak percaya kepada suatu zat yang memiliki kekuasaan paling tinggi diatas kekuasaan lainnya, secara psikologis pikiran dan logikanyalah yang menempati kedudukan paling tinggi. Hal ini membuat kecenderungan untuk berbuat jahat lebih besar daripada seseorang yang mempercayai Tuhan, walaupun faktanya tidak selalu seperti itu. Seseorang yang mempercayai Tuhan (tentunya Tuhan yang benar) dengan benar maka dia akan takut apabila berbuat suatu hal yang dilarang oleh Tuhannya, meskipun tindakan itu tidak ada yang mengetahuinya. Sebab dia yakin Tuhan maha tahu dan maha adil.
kesimpulannya, seorang atheis yang berbudi pekerti baik tentunya lebih baik ketimbang seorang theist yang berbudi pekerti baik.

Lalu pikiran kita kadang berpikir, apabila Tuhan itu ada mengapa Tuhan juga membiarkan kejahatan itu ada. Bahkan secara tidak langsung Tuhanlah yang membuat kejahatan di muka bumi. Tuhan lah pencipta segala sesuatu, lalu mengapa Tuhan menciptakan iblis yang berbuat kejahatan dan menyalahkan segala kejahatan bukan berasal dari-Nya dan berasal dari iblis?
Tuhan itu maha pengasih dan penyanyang, maha dari segala kebaikan, mengapa Tuhan yang segala maha itu menciptakan kejahatan?
mengapa Tuhan mengadu domba manusia ciptaan-Nya untuk berperang demi menegakan perintah-Nya untuk menghancurkan kejahatan dan memenangkan kebaikan?
lalu dalam kenyataanya kita juga melihat seringkali kejahatan itulah yang menjadi pemenang?
maka menjadi tak aneh, apabila seorang atheis dengan logikanya berargumen bahwa Tuhan itu hanyalah ilusi yang dibuat oleh manusia untuk menjaga tatanan kehidupan masyarakat agar terhindar dari kejahatan.

Kebaikan dan kejahatan itu pada dasarnya berasal dari Tuhan, ya,, Kejahatan memang berasal dari Tuhan,
namun jika kita berpikir secara mendalam, apa sih pengertian kebaikan itu?
hmm, okay, kasarnya sifat baik itu lawan dari sifat jahat,
kebaikan itu lawan dari kejahatan.
sekarang mari kita pikirkan, apabila kejahatan tidak ada, adakah ada juga apa yang namanya kebaikan?
adakah pengertian kebaikan didalam pikiran kita tanpa ada pengertian kejahatan?

Coba cermati ayat ini :
“Dan segala sesuatu Kami ciptakan berpasang-pasangan supaya kamu mengingat kebesaran Allah”.
(QS Adz Dzaariyaat ayat 49)

Tuhan memang menciptakan kejahatan, namun ajaran Tuhan selalu menyuruh manusia untuk menjauhi kejahatan dan menegakan kebaikan. Mengapa Tuhan melarang kita untuk berbuat jahat?, tentunya karena Tuhan menghendaki kebaikan untuk kita..
Hidup ini adalah ujian, Tuhan menguji kita tentunya punya maksud dibalik semua itu.
Tuhan memberikan kebebasan bagi kita untuk memilih,
Didunia ini kita sering menyaksikan orang yang melakukan kerusakan dimuka bumi dan berbuat jahat ternyata lebih berkuasa dan menindas orang-orang yang lemah yang berbuat kebaikan serta mematuhi perintah Tuhan.
kemanakah kekuasaan Tuhan itu?
Disinilah gunanya alam akhirat.
kejahatan yang dilakukan itu untuk diri kita sendiri, kebaikan yang dilakukan untuk diri kita juga.
Semuanya sudah Tuhan catat dan pertimbangkan secara adil, balasan dari Tuhan di akhirat berlaku untuk semua orang tanpa terkecuali.

“Barangsiapa yang datang dengan (membawa) kebaikan, maka baginya (pahala) yang lebih baik daripada kebaikannya itu; dan barangsiapa yang datang dengan (membawa) kejahatan, maka tidaklah diberi pembalasan kepada orang-orang yang telah mengerjakan kejahatan itu, melainkan (seimbang) dengan apa yang dahulu mereka kerjakan”. (QS: Al Qashash ayat 84).

Wallahualam Bisahwab..

Iklan

16 thoughts on “Benarkah Tuhan mempermainkan kita?

    • Iya bener, nggak nyambung gimana?
      nyambung kok.

      Tuhan itu tergantung apa yang dipikirkan.

      kalau ada manusia yg menganggap Tuhan mempermainkan , berarti Manusia itu yang mempermainkan diri sendiri,

      Suka

  1. Jika Tuhan “Sedang” dalam Jawaban Paradok Sifat Maha Mengetahui Tuhan MakaTuhan Memang Mempermainkan Kita Karena Dia Juga Sedang Menonton Siapa Saja Yang MAsuk Neraka Dan Masuk Surgan Saa ini Juga Padahal Tuhan ilang Dia Memberikan Kekebasan Dalam Menentukan Jalan Hidup Manusia Jadi Apa Yang Terjadi di Masa Lalu Dan Masa Depan Sudah diKetahui tuhan Saat Ini Karena Tuhan “Sedang Menontonnya” .

    Seperti Ayat2 Yang Menyatakan Kalau Manusia Di Beri Kebebasan Dan Mendapatkan Balasan Padahal Tuhan Saat iniSedang Menyaksikan Siapa Saja Yang Sedang Di Siksa Di Neraka Karena Kejahatan Dalam Hidupnya. Dan Disaat Yang Sama Tuhan Juga Menonton “Kejahatan Yang Di Buatnya (Manusia)” Apa Tuhan Membohongi Kita Dengan Mengatakan Kalau Tuhan Itu Memberikan Pilihan Pada Kita Padahal Apa Yang Di Ketahui Tuhan (“Di tontonnya Saat Ini Baik Itu Masa Depan Dan Masa Lalu Adalah Mutlak Benar ( KArena Tidak ungkin Tuhan Salah)…?

    Suka

    • Anda menonton sebuah film yang sutradaranya adalah aktor dalam film tersebut (aktor sebagai sutradaranya sendiri karena aktor bebas menentukan jalan cerita filmnya). kalau film itu bad ending, bad endingnya karena siapa ?. karena Anda yang nonton atau aktor sebagai sutradara film tersebut?.

      Suka

  2. Bebas…? Bukankah Semua Sudah Di Ketahui Dan di Tetapkan….? Jika Semua Sudah di Kethui Maka AdalahSebuah Ketetapan Yang di Mana Ga Aka Berubahkarena Tuhan tidak Mungkin Salah..?

    Apakah Yang Berperan Juga Tuhan….? jika Iya Berati Semua Mahluk hidup Adalah Tuhan..?

    Suka

    • Hanya kembali mengulang kelemahan anda yang belum bisa menghilangkan konsep waktu dalam pikiran anda.

      Tuhan itu memang mengetahui awal, proses dan akhir perjalanan makhlukNya, akan tetapi tidak ada yang namanya sudah ditetapkan bagi Tuhan kepada manusia, akan tetapi ada yg namanya sudah ditetapkan oleh Tuhan bagi sudut pandang manusia. Karena bagi Tuhan segalanya adalah sedang terjadi tanpa ada kata telah dan belum. Disinilah arti Tuhan maha mengetahui segala sesuatu, akibatnya juga takdir bagi makhluk dari Tuhannya itu bergantung juga kehendak makhluk tersebut yg berada di dalam waktu tertentu dan ruang tertentu. Maka sebenarnya takdir itu sifatnya “Fleksibel” karena kita sebagai makhluk itu berjalan “paralel” dengan banyak sekali kemungkinan takdir bahkan tak terhingga yang bisa disesuaikan oleh kehendak diri kita sendiri didalam ruang tertentu dan waktu tertentu.

      Suka

  3. Bukannya Ga Sanggup Tapi Memng sengaja di Buat Ribet Sama Yang “Mengemukakan Konsep Tuhan Agar Ga Bisa Menjawab Pertanyaan Karena Saling Tumpang Tindih Satu Sama Lain….

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s