Kebenaran Kitab Suci Melalui Ilmu Pengetahuan

Dr. Zakir Naik berdasarkan hasil riset lembaganya Islamic Research Foundation (IRF) mengatakan bahwa 80% science dlm Al-Qur’an itu sudah terbukti benar.

[ QUR’ÂN AND MODERN SCIENCE – Compatible Or Incompatible. Isinya antara lain tentang Big Bang, moonlight is reflected light, sun rotate, sun will extinguish, interstellar matter, expanding universe, atom can be divided, the water cycle, evaporation, geology, oceanology, botany, zoology, medicine, physiology, embryology, general science, etc]

Download e-booknya disini = Download

Pastinya sebelum membuat pernyataan tersebut mereka sudah benar2 paham konsekuensinya. IRF terdiri dari para scientist dan ahli tafsir Al-Qur’an.

Yang dimaksud sudah terbukti benar menurut versi mereka artinya ayat-ayat mengenai science dalam Al-Qur’an sudah dikumpulkan, diteliti, dan dibuktikan tidak bertentangan dengan science modern. Perkara masih ada banyak hal yang belum mampu ditafsirkan dan diungkap oleh pengetahuan manusia saat ini (termasuk 20% sisanya) itu hal yang berbeda..

Ketika kebenaran itu mutlak sifatnya (yang datang dari Tuhan), maka akan semakin jelas nantinya mana yang haq (benar) dan mana yang bathil (sesat). Tugas manusia adalah mencari tau manakah kebenaran yang hakiki, kemudian memilihnya. Dalam prosesnya adalah wajar terjadi perang antara keduanya, saling menghina, mencerca, saling dan menyalahkan. Dunia tidak akan menjadi tempat yang lebih baik ketika setiap orang merasa dirinya paling benar.

“Yaa tuhanku, bila aku dikaruniakan olehmu kecerdasan dan setetes ilmu dari samudramu, jangan biarkan aku menjadi sombong dan tersesat”.

mengenai sesuatu Yang belum terungkap dalam Al-Quran tersebut adalah “interpretasi Al Quran dengan baik”, bukan kandungan Al Quran itu sendiri. Artinya masih perlu perjalanan yang sangat jauh buat manusia dengan sainsnya untuk memahami lebih banyak lagi dari Al Quran. Tafsir Al Quran (sekali lagi: tafsirnya) akan senantiasa berkembang terus seiring penjelajahan manusia dengan sains. Bahwa sebagian ayat Quran dianggap sudah benar dengan sains saat ini, ya demikianlah perolehan manusia [dengan sains] hari ini, besok akan banyak perolehan lagi. Kita tidak perlu menyudahi hal tersebut dengan sisa 20% dan setelah itu rampung.

Ada satu hal yang tentang aturan/hukum Tuhan (Sunatullah), yakni Allah menggerakkan semesta dengan mukjizat besar yang bernama matematika, fisika, dan seterusnya; bukan dengan membuat bentuk2 instan. Itu adalah cara Allah mengajari manusia menjalani hidup: dengan proses, bukan dengan mengharapkan keajaiban sesaat yang melanggar sunatullah bernama matematika dan fisika itu :). Kita lihat terbitnya matahari dan bulan dengan megah dan indah, lalu memahami bagaimana Allah merumuskan gravitasi, tensor ruang-waktu, dst. Lalu kita ubah pemahaman kita menjadi cara kita mengembangkan diri dan masyarakat kita: astronomi, teknologi, kedokteran. Dan kita buang hal2 seperti pembacaan basmalah yang dilarutkan ke air untuk membuat pasien mendadak sembuh.
Ah, ilmu2 itu, semuanya terlalu luar biasa keindahannya.
Musa pun tak tahan dengan silaunya, saat tabir itu dibukakan sedikit.
Harapan kita, Semoga kita menjadi manusia yang diliputi ilmu.

Einsteinpun berkata “Ilmu Pengetahuan tanpa agama adalah pincang”

kitapun kini menyadari bahwa “Agama tanpa Ilmu pengetahuan adalah HAMPA” dan “tidak beragama dan ber ilmu adalah buta”..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s